Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 32


__ADS_3

Gio berjalan menuju ruangannya, beberapa junior yang berpapasan dengan nya selalu memberikan hormat, sesampai di ruangannya gio mengangkat telepon dan menelpon bawahannya yang dimintai tolong untuk mengurus pengajuan nikah agar bisa diproses secepatnya. tak lama orang yang di telepon pun datang, sebelum duduk dia memberi hormat kepada Gio karena pangkatnya di bawa gio. dia pun memberi tahu kalau sidang BP4R akan di lakukan 3 hari lagi tetapi sebelumnya calon Bayangkari melakukan pengecekan kesehatan. gio pun mengagukan kepalanya. beberapa saat kemudian temanya keluar,gio pun melanjutkan pekerjaannya.


hari ini maira melakukan visit pagi, seperti biasa Maira selalu menyapa para pasiennya dengan hangat.dia memeriksa pasien dengan Stetoskop sedangkan mahasiswa yanglai mencatat perkembangan pasien untuk catatan medis,yang lain membantu mengukur tekanan darah mereka bertiga kompak membantu sang dokter, mendengar apa dan cara maira menyampaikan sesuatu kepada pasien. mereka ingin mendapatkan nilai plus(+) dari sang dokter. setelah selesai mereka kembali ke ruangan maira, maira sejenak berjalan untuk melihat juga mahasiswa yang kerja di ruangan dengan bimbingan suster Ica. dia sedikit merasa puas dengan cara kerja mere berlima.


maira kembali duduk di kursi kebesarannya untuk melanjutkan pemeriksaan rekaman medis pasien,,tak lama pintu di terobos masuk dan ternyata sahabatnya, dia menatap maira seakan-akan di telan mentah-mentah, maira meneguk ludahnya kasar.


" Lo tega banget ya? ,Lo anggap gue apa ha,tega Lo." sambil menap maira horor


" Lo kenapa sih,masih pagi datang marah-marah kenapa?" maira tersenyum masam.

__ADS_1


Melisa merogok sakunya dan mengambil benda pipih miliknya dan menscrol gambar yang di kirim kakak maira, dan meletakan di atas meja, belum sempat maira mengambil tangan lai sudah merebut benda tersebut dan ternyata dia suster Ica, menutup mulut benda pipih tersebut jatoh dari tangan si suster sangking kagetnya,


" handphone gue anjir," sambil Melisa menabok lengan suster Ica. seketika mereka berdua melotot ke arah maira,


" ngak jelas kalian berdua kenapa sich" maira pura-pura bodoh. serempak mereka berdua berkata" kami butuh penjelasan segera!!"


" oke...oke fine, jam makan siang." maira mengibaskan tangannya agar mereka segera pergi dari hadapannya.


" kerja sambil belajar dengan semangat untuk mendapatkan hasil yang memuaskan, masih ada lima hari lagi kalian akan di rolling ke dokter lain" maira ber ucap kepada mereka.

__ADS_1


Maira menelpon sang suami kalau hari ini dia makan siang bersama Melisa dan suster Ica, dia menceritakan perihal tadi,gio pun mengaku paham maira mengucapkan salam kemudian menutup panggilan teleponnya. jam makan siang Melisa sudah keruangan maira,


" gue ngak lupa melisaaaaa, Lo kayak mau nagi hutang gini," wajah Melisa hanya terlihat masam, sama halnya dengan suster Ica.


" serah Lo, ayok buruan" Melisa sambil menarik lengan maira.


" iya..iya.. oh my God, gue jadi terdakwa gini ya" sambil memonyongkan mulutnya.


" emang Lo terdakwa cepetan, udah nikah macam siput aja tambah lelet" cerocos Melisa. sesampai di cafe maira duduk dengan sahabatnya dan memberitahu semuanya.

__ADS_1


" ya setidaknya Lo kasi kabar ke"


" iya nanti aja kalau udah nikah resmi ngak lama lagi beb jangan marah-marah tu lihat kerutan udah pada kelihatan di wajah akibat marah-marah" maira sambil tergalak,melihat sahabatnya yang masih saja cemberut.


__ADS_2