Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 16


__ADS_3

Bandara Soekarno Hatta, disinilah maira


sekarang diakan berangkat pagi ini


menunjukan kota kelahirannya, meninggalkan


hiruk-pikuk ibu kota, meninggalkan semua


yang membuat hatinya kecewa, maira ingin


sedikit waktu untuk membuat dia fresh


kembali,. Tepat pukul 08:15 pesawat yang


ditumpangi maira meluncur dari bandara


internasional Soekarno-Hatta menuju bandara


udara Sultan Babullah Ternate...


Di jakarta pagi ini Septi datang lagi ke rumah


kontrakan Gio, seakan dia tidak akan mundur


selangkah demi mendapatkan Gio...


sedangkan Gio suda siap untuk berangkat,


" maumu apa lagi Septi !!!! belum jelas apa


yang sata katakan ?" saya mulai curiga sama


kamu..!!!! kamu tidak berniat datang ke


Jakarta untuk kerjakan tp mau merusak


hubungan saya sama pacar saya,Jangan


ber mimpi ketinggian.


Bawah balik saja makananmu.dan jangan


pernah balik ke sini .


Setelah mengucapkan apa yang ada dalam


hatinya. Gio melangka meningal kan Septi,


membuat dirinya geram semakin


menjadi-jadi.


Setelah sampai di kantor gio melakukan


pekerjaan seperti biasa.. tak lupa dia


mengirim pesan ke maira, tp nyatanya pesan


masih cek list satu , dia pun melanjutkan


kerjanya.


Sedangkan di rumah sakit suster Ica bingung


tiba-tiba dia di pindahkan ke bagian UGD


untuk sementara waktu tida ada alasan yang


jelas.. suster Ica segera mencari dokter Maira


untuk menanyakan hal ini,dia pun segera


mencari dokter Maira, akan tetapi yang dicari


tidak ada, handphone pun tidak aktif.


" Dokter maira kemana sih, saya harus tanya


ke dokter Melisa ya...ya.." suster Ica


bermonolog sendiri.


Dia pun segera keruangan dokter Melisa..


sampai depan pintu ruangan suster


Ica hampir mengetok pintu teryata terbuka


duluan dan yang keluar adalah ibu direktur


rumah sakit.


Suster Ica pun hanya memberi senyum


kikuknya dan menunduk sedikit badan..


setelah ibu direk agak menjauh, suster Ica


pun menyelonong masuk,


 baru dia mau membuka mulut untuk


bertanya, dokter maira suda menebak


pertanyaannya;


"kamu mau tanya kamu soal dokter kamu?


sayapun baru tau pagi ini kalau dokter maira


ajukan cuti kemarin dan lansung di ACC oleh

__ADS_1


direktur." Melisa berbicara panjang lebar..


suster Ica hanya membeo mendengar apa yg


dikatakan Melisa.


" saya rasa dia ada masalah dengan pak Gio,"


"saya kira juga begitu dok."


"kita berdoa saja semoga dokter Humaira


kembali dan berdinas lagi dok.."ucap suster


Ica .


" kalau gitu saya permisi dok."


"ok sus".


Selesai makan siang, gio kembali mencoba


menghubungi maira tapi tetap saja di luar


jangkauan, "kenapa sih mesti tidak aktif....?


apa Dia masih marah,. ntar pulang gue


samperin aja dech.


Waktu terus berjalan, di sinilah Gio sekarang


rumah sakit, ingin menjemput sang dokter,


dia pun berjalan menuju ruangannya Maira,


belum sampai di ruangannya gio sudah


berpapasan dengan Melisa , wajah Melisa


merah padam..


"kalu mau dekatin sahabat gue untuk buat dia


sakit hati, Lo mending jauh, banyak lelaki


yang masih suka sama dia."


 Lo kalu mau cari maira no pergi ke kampung


dia,maira udah pergi nggak tau balik apa


kagak.. setelah berbicara pada gio dia pun


berlalu pulang.


Gio bingung tidak bisa lagi berkata apa-apa,


sakit benar sakit, "ternyata dek!!! kamu belum


rencananya hari ini Gio mau memberitahu


kalau di akan pergi tugas selamat enam bulan


di Papua .. Abang percaya dek kita akan


 lagi, Abang sayang kamu banyak-banyak


dek,Abang kangen.


Tak terasa hari dimana keberangkatan gio


pun tiba.


gio berangkat dengan Lima puluh orang


personil dari Brimob, untuk pengamanan di


Papua .


Sedangkan maira sudah di kelilingi oleh


keluarga tercinta , menyambut


kedatangannya dengan sukacita , sejenak


melupakan kesedihannya.. ayah, ibu maira


kangen dia berkata dengan mata


berkaca-kaca... Mai kamu bersihkan


badanmu dulu selesai lansung kita makan ibu


sama kakak mau Uda masak banyak


makanan kesukaan kamu, Kaka kamu hari ini


ada acara d batalyon tempat iparmu bertugas,


mungkin sebentar lagi sudah balik, ibunya


berpanjang lebar.


Setelah beberapa lama,, maira selesai


membersihkan badan dia pun bergabung


dengan kedua orang tua, ternyata kakak Sam


sama iparnya sudah ada..." waaaa keponakan

__ADS_1


Tante udah besar ya, ... sini Tante peluk dulu"


maira sangking gemas sama keponakannya


sampai dibikin nangis... " udah Mai jangan di


bikin nangis anaknya.." kata kakaknya." gemas


kak." maira berkata sambil tersenyum.


" berapa lama kamu cuti mau?"


" ngak lama kak cuman tiga Minggu.."


" Uda ada pasangan belom Mai ? "


" Uda ada kak... ntar kalau Uda waktunya mai


akan kasih kenal ke keluarga, jangan khawatir


maira pasti nikah kok." maira berbicara tenang


sambil tersenyum.


Sudah dua Minggu di Papua,dua Minggu


itupun gio terus berusaha menghubungi


maira tapi handphone pun tidak aktif .


dalam hatinya gio; maira benar-benar


menghilang tanpa kabar dan jejak. Gio


berharap semoga bisa bertemu dengan maira


kembali dan tak akan pernah dia lepas.


kegiatannya selama di Papua berjalan dengan


baik..


Waktu terus berjalan maira suda kembali ke


Jakarta, beraktivitas seperti sedia kala suda


hampir tiga bulan dia tidak berna mengetahui


kabar dan keberadaannya... ada rasa rindu


tapi maira harus menekan rasa itu...


"jangan sering melamun Mai, ntar kesambet"


tiba-tiba Melisa muncul mengejutkan maira


dari lamunan singkatnya...


" Mai rumah sakit akan mengirim relawan


dokter ke Papua dua bulan mendatang ada


tiga rumah sakit yang akan bergabung.. Lo


mau daftar ngak,kalau Lo ikut gue juga."


"kita daftar yuk, hitung-hitung cari


pengalaman sebelum ke timur tengah" maira


terkekeh... mereka berdua pun langsung ke


ruang informasi." kalian mau daftar tanya


direktur ?"


"iya dok.


" iya bagus Doter sudah lengkap itu


tinggal bidan sama perawat yang belum.


perawat tujuh campuran laki-laki sama


perempuan dan bidan juga tiga , ibu direktur


berbicara kepada perawat yang bertugas di


ruang informasi.! setelah mendaftar mereka


menuju kantin untuk memesan makanan.


Suster Ica datang dengan semangkok bakso,


" baru makan juga sus iya dok,?


" kamu ngak daftar untuk ikut relawan ke


Papua sus..,? Mungin nanti ketemu jodoh di


sana, dua orang dokter itu sampai tertawa


senang menggoda suster Ica...


suster Ica hanya memanyunkan mulut nya,


" iya dok ntar habis makan langsung saya


mendaftar, mungkin nanti siapa tau,saya


dapat Pace ganteng, mendengar ucapan

__ADS_1


suster mereka bertiga tertawa


terpingkal-pingkal....


__ADS_2