
Bandara Soekarno Hatta, disinilah maira
sekarang diakan berangkat pagi ini
menunjukan kota kelahirannya, meninggalkan
hiruk-pikuk ibu kota, meninggalkan semua
yang membuat hatinya kecewa, maira ingin
sedikit waktu untuk membuat dia fresh
kembali,. Tepat pukul 08:15 pesawat yang
ditumpangi maira meluncur dari bandara
internasional Soekarno-Hatta menuju bandara
udara Sultan Babullah Ternate...
Di jakarta pagi ini Septi datang lagi ke rumah
kontrakan Gio, seakan dia tidak akan mundur
selangkah demi mendapatkan Gio...
sedangkan Gio suda siap untuk berangkat,
" maumu apa lagi Septi !!!! belum jelas apa
yang sata katakan ?" saya mulai curiga sama
kamu..!!!! kamu tidak berniat datang ke
Jakarta untuk kerjakan tp mau merusak
hubungan saya sama pacar saya,Jangan
ber mimpi ketinggian.
Bawah balik saja makananmu.dan jangan
pernah balik ke sini .
Setelah mengucapkan apa yang ada dalam
hatinya. Gio melangka meningal kan Septi,
membuat dirinya geram semakin
menjadi-jadi.
Setelah sampai di kantor gio melakukan
pekerjaan seperti biasa.. tak lupa dia
mengirim pesan ke maira, tp nyatanya pesan
masih cek list satu , dia pun melanjutkan
kerjanya.
Sedangkan di rumah sakit suster Ica bingung
tiba-tiba dia di pindahkan ke bagian UGD
untuk sementara waktu tida ada alasan yang
jelas.. suster Ica segera mencari dokter Maira
untuk menanyakan hal ini,dia pun segera
mencari dokter Maira, akan tetapi yang dicari
tidak ada, handphone pun tidak aktif.
" Dokter maira kemana sih, saya harus tanya
ke dokter Melisa ya...ya.." suster Ica
bermonolog sendiri.
Dia pun segera keruangan dokter Melisa..
sampai depan pintu ruangan suster
Ica hampir mengetok pintu teryata terbuka
duluan dan yang keluar adalah ibu direktur
rumah sakit.
Suster Ica pun hanya memberi senyum
kikuknya dan menunduk sedikit badan..
setelah ibu direk agak menjauh, suster Ica
pun menyelonong masuk,
baru dia mau membuka mulut untuk
bertanya, dokter maira suda menebak
pertanyaannya;
"kamu mau tanya kamu soal dokter kamu?
sayapun baru tau pagi ini kalau dokter maira
ajukan cuti kemarin dan lansung di ACC oleh
__ADS_1
direktur." Melisa berbicara panjang lebar..
suster Ica hanya membeo mendengar apa yg
dikatakan Melisa.
" saya rasa dia ada masalah dengan pak Gio,"
"saya kira juga begitu dok."
"kita berdoa saja semoga dokter Humaira
kembali dan berdinas lagi dok.."ucap suster
Ica .
" kalau gitu saya permisi dok."
"ok sus".
Selesai makan siang, gio kembali mencoba
menghubungi maira tapi tetap saja di luar
jangkauan, "kenapa sih mesti tidak aktif....?
apa Dia masih marah,. ntar pulang gue
samperin aja dech.
Waktu terus berjalan, di sinilah Gio sekarang
rumah sakit, ingin menjemput sang dokter,
dia pun berjalan menuju ruangannya Maira,
belum sampai di ruangannya gio sudah
berpapasan dengan Melisa , wajah Melisa
merah padam..
"kalu mau dekatin sahabat gue untuk buat dia
sakit hati, Lo mending jauh, banyak lelaki
yang masih suka sama dia."
Lo kalu mau cari maira no pergi ke kampung
dia,maira udah pergi nggak tau balik apa
kagak.. setelah berbicara pada gio dia pun
berlalu pulang.
Gio bingung tidak bisa lagi berkata apa-apa,
sakit benar sakit, "ternyata dek!!! kamu belum
rencananya hari ini Gio mau memberitahu
kalau di akan pergi tugas selamat enam bulan
di Papua .. Abang percaya dek kita akan
lagi, Abang sayang kamu banyak-banyak
dek,Abang kangen.
Tak terasa hari dimana keberangkatan gio
pun tiba.
gio berangkat dengan Lima puluh orang
personil dari Brimob, untuk pengamanan di
Papua .
Sedangkan maira sudah di kelilingi oleh
keluarga tercinta , menyambut
kedatangannya dengan sukacita , sejenak
melupakan kesedihannya.. ayah, ibu maira
kangen dia berkata dengan mata
berkaca-kaca... Mai kamu bersihkan
badanmu dulu selesai lansung kita makan ibu
sama kakak mau Uda masak banyak
makanan kesukaan kamu, Kaka kamu hari ini
ada acara d batalyon tempat iparmu bertugas,
mungkin sebentar lagi sudah balik, ibunya
berpanjang lebar.
Setelah beberapa lama,, maira selesai
membersihkan badan dia pun bergabung
dengan kedua orang tua, ternyata kakak Sam
sama iparnya sudah ada..." waaaa keponakan
__ADS_1
Tante udah besar ya, ... sini Tante peluk dulu"
maira sangking gemas sama keponakannya
sampai dibikin nangis... " udah Mai jangan di
bikin nangis anaknya.." kata kakaknya." gemas
kak." maira berkata sambil tersenyum.
" berapa lama kamu cuti mau?"
" ngak lama kak cuman tiga Minggu.."
" Uda ada pasangan belom Mai ? "
" Uda ada kak... ntar kalau Uda waktunya mai
akan kasih kenal ke keluarga, jangan khawatir
maira pasti nikah kok." maira berbicara tenang
sambil tersenyum.
Sudah dua Minggu di Papua,dua Minggu
itupun gio terus berusaha menghubungi
maira tapi handphone pun tidak aktif .
dalam hatinya gio; maira benar-benar
menghilang tanpa kabar dan jejak. Gio
berharap semoga bisa bertemu dengan maira
kembali dan tak akan pernah dia lepas.
kegiatannya selama di Papua berjalan dengan
baik..
Waktu terus berjalan maira suda kembali ke
Jakarta, beraktivitas seperti sedia kala suda
hampir tiga bulan dia tidak berna mengetahui
kabar dan keberadaannya... ada rasa rindu
tapi maira harus menekan rasa itu...
"jangan sering melamun Mai, ntar kesambet"
tiba-tiba Melisa muncul mengejutkan maira
dari lamunan singkatnya...
" Mai rumah sakit akan mengirim relawan
dokter ke Papua dua bulan mendatang ada
tiga rumah sakit yang akan bergabung.. Lo
mau daftar ngak,kalau Lo ikut gue juga."
"kita daftar yuk, hitung-hitung cari
pengalaman sebelum ke timur tengah" maira
terkekeh... mereka berdua pun langsung ke
ruang informasi." kalian mau daftar tanya
direktur ?"
"iya dok.
" iya bagus Doter sudah lengkap itu
tinggal bidan sama perawat yang belum.
perawat tujuh campuran laki-laki sama
perempuan dan bidan juga tiga , ibu direktur
berbicara kepada perawat yang bertugas di
ruang informasi.! setelah mendaftar mereka
menuju kantin untuk memesan makanan.
Suster Ica datang dengan semangkok bakso,
" baru makan juga sus iya dok,?
" kamu ngak daftar untuk ikut relawan ke
Papua sus..,? Mungin nanti ketemu jodoh di
sana, dua orang dokter itu sampai tertawa
senang menggoda suster Ica...
suster Ica hanya memanyunkan mulut nya,
" iya dok ntar habis makan langsung saya
mendaftar, mungkin nanti siapa tau,saya
dapat Pace ganteng, mendengar ucapan
__ADS_1
suster mereka bertiga tertawa
terpingkal-pingkal....