
Waktu terus berlalu besoknya gio akan ke bandung untuk membicarakan serius dengan sang ibu perihal pernikahannya.
Hari ini gio menjemput maira di rumah sakit sengaja untuk mengajak sang istri makan malam.. gio menyambut sang istri d parkiran dengan pelukan hangat, semua orang ter panah dengan pasangan suami istri, tiba-tiba terdengar teriakan,
" kalau mau bermesraan silakan masuk k dalam mobil, jangan di tempat umum bikin para jomblo arwahnya tidak tenang, buat para janda meronta-ronta" siapa lagi kalau bukan sahabatnya maira yang mulutnya suda panjang tiga centi.
suami istri itu pun berbalik dan terkekeh,
" dok kalau sirik bilang aja ya sama tunangannya cepat di halalin supaya bisa bermesraan juga" maira mengejek sahabatnya sambil tersenyum,
"iya...iya.. ntar juga dihalalin, bye"Melisa lansung masuk ke dalam mobil sambil menutup pintu, hatinya sedang kesal, " bisa-bisanya ye sahabat laknat bikin gue, bikin gue kesal Bae, liat aja gue juga bisa bermesraan tapi nanti" Melisa berbicara sendiri di dalam mobilnya,dia pun melaju mobil dari parkiran rumah sakit, begitu halnya dengan maira dan gio mereka pergi mencari makanan sebelum Balik ke rumah.
Gio mengajak maira kesebuah resto Modern Lesehan adalah tempat makan yang sempurna untuk masakan yang enak di lida, resto itu terkenal dengan gurame dan ayam bakar yang lezat kesukaan sang istri.
serta lingkungan nya yang asri dan nyaman untuk keluarga.
" bang sering ke sini ya, kok maira ngak tau ada tempat makan semurah bagus ini dan tak menguras kantong lagi" maira berbicara antusias.
__ADS_1
" tidak, Abang juga baru ke sini sama kamu, cuman tadi sebelum jemput sayang Abang sempat nanya ke Aron, dan dia mengatakan kalau disini bagus."
" iya bang bagus banget malahan, makanannya juga so pasti enak" maira sambil tersenyum.
gio melihat maira terus mengembangkan senyumnya,
" jangan terlalu tebar senyuman nanti manismu di lihat sama pengunjung disini dan Abang ngak rela, senyum hanya buat suamimu ini" gio berbicara gemas melihat istrinya!
" ih abang apan sih, senyum itu ibadah Lo, orang juga pada tau kali maira ini istrinya Abang." sambil mengusap rang sang suami.
" oo iya' bang hari Sabtu ini ayah,ibu sama Kakak Uda datang dari Ternate, mereka seminggu di sini jadi maira cari hotel saja buat mereka " maira berbicara sambil menatap manik mata suaminya.
Setelah memesan makan, makanan pun datang, maira menikmati makanannya yang sangat mengoyang Lida,
" bang ini benar-benar enak, nanti aku harus ngajak keluarga ke sini juga Melisa pasti dia sangat suka." gio senang melihat tingkah sang istri..
Selesai makan gio pun merangkul sang istri berjalan menuju mobilnya, untuk pulang.
__ADS_1
Sesampai di rumah, mereka membersihkan diri dan melangkah ke tempat peraduan, gio menarik tubuh kecil sang istri kedekapanya,
" sayang Abang ke Bandung besok selesai antar Kamu ke rumah sakit, trus Abang ke kantor sebentar lansung ke bandung, nanti kamu pulang naik taksi ya." maira hanya mengangguk tanda mengiyakan, dia tak mau ikut berbicara atau apapun menyangkut mertuanya, biarkan gio sendiri yang menyelesaikan. maira tidak mau bersikap egois, terserah ibu mertuanya tidak menyukainya, asalkan suaminya tetap sayang dan cinta, maira tida akan melarang gio apapun yang gio lakukan pasti yang terbaik untuk dia sendiri sebagai istri gio, maupun ibu ya sendiri sebagai ibu yang telah melahirkan gio.
Maira hanya ingin yang terbaik untuk keluarga kecilnya nanti, dan suatu saat maira selalu berdoa agar ibu mertuanya dapat menerima dirinya sebagai menantu" seketika maira menutup mata untuk merasakan perasaan campur aduk yang ada pada dirinya.
tak lama mereka pun menuju alam mimpi dengan saling berpelukan.
Pagi menjelang selesai solat subuh maira Masi beramalasan di tempat tidur akhirnya dia ketiduran lagi.
maira terkejut kesiangan setengah jam lagi dia ada oprasi besar Pukul sepuluh,dan suaminya sengaja tidak membangunkannya.
setelah mandi kilat, mairah berpakaian lalu berlarian kearah dapur dan ternyata dia sudah melihat suaminya yang sedang duduk menunggu sang istri di meja untuk sarapan pagi.
maira hanya menatap malas ke arah sang suami yang duduk manis tanpa dosa, bisa-bisanya dia tidak membangunkan aku, maira hanya bisa mengerutu dalam hati," ayo makan jangan berbisik dalam hati,Abang sengaja tak mau ganggu putri tidur Abang yang terlalu nyaman." seketika semburat merah di pipi maira,
" ngak usa gombal pagi-pagi bang, maira lagi kesal". maira pun makan makan yang sudah di sajikan oleh sang suami, gio hanya tersenyum melihat kekesalan sang istri pagi ini, ternyata istri Abang sangat imut kalau lagi kesal"
__ADS_1
maira hanya merotasi matanya sambil memanyunkan bibirnya.
mereka pun sarapan pagi dengan penuh kehangatan dan rasa cinta antara mereka.