
Gio Sastro "aku telah menemukan hatiku yang
hilang beberapa waktu lalu,aku berharap ini
bukan mimpi atau halusinasi,aku benar-benar
jatuh kedalam pesonanya, hatiku benar benar
dirampok olehnya, disaat dia menghilang aku
serasa kosong benar benar hidupku kosong.
Biarlah orang mengatakan aku bucin,aku akan
mengakui bahwa aku memang selalu bucin
kepada dokter Humaira Saraswati.
"Dia kembali dan aku takan lepaskan dia lagi.
dia terlalu berharga untukku.. "
Hari-hari dilewati dengan penuh semangat
melayani para pasien yang datang maupun
para medis yang mendatangi ke
rumah-rumah dan
perkampungan-perkampungan mereka,
dokter dan paramedis selalu mendapatkan
banyak keluhan berbagai macam penyakit,
dan berusaha menanganinya dengan baik.
watu terus berjalan, hari berganti minggu
berganti bulan, tingkat penyakit pun
berkurang,
para medis juga bekerja sudah bekerja
dengan santai...sudah banyak waktu istirahat
mereka..
Di dalam kamar maira dengan suster Ica
sedang ngobrol ringan,
"Dok pulang dari sini langsung merid ya?"
" sapa yang bilang sus? kenalan sama orang
tua aja bolom, apa lagi merid."maira
menjawab sambil terkekeh, saya cuman
kira-kira dok,siapa sangka kan..,
lihat saja komandan bucin macam itu sama
dokter."
" doa'in aja ya sus semoga berjodoh,"
"iya dok selalu' Aamiin" suster Ica sambil
tersenyum.
tiba-tiba ada yg manggil dokter maira,
maira pun keluar teryata Gio sudah di depan
agak rapih,
"Dek mau ikut Abang ngak?"
" kemana bang ?"
"Abang ada dapat undangan dari Polsek
setempat ada angotanya yang nikah hari ini.
kalau kamu belum piket temani Abang ke
sana, mumpung kamu ada,bisa jadi pasangan
ke sana"
" ngak ada sih bang tapi saya izin dulu sama
ketua tim."
"ok Abang tunggu di pos."
maira pun berlalu menuju tenda pengobatan
izin keluar, ketua tim pun mengizinkan.
maira lalu balik ke kamar, mengantikan outfit
sederhana yang cocok untuk ke acara-acara,
sedikit sentuhan makeup natural...hand bag
dan sepatu kets yang cocok dengan
outfitnya .
ok sempurna...
" wooow Dok cantik pake banget, mau
kemana sih Dok, suster ica terkejut dengan
penampilan maira sangat cantik.
" mau tau aja kamu sus," maira berjalan di
samping suster Ica lalu dia berbisik "aku mau
__ADS_1
pergi kencan sama yayangku " maira berlari
kecil sambil terkekeh.
suster Ica hanya bisa memasang wajah
cemberutnya..." dasar ibu dokter,
mentang-mentang ada pacarnya disini bikin
yang jomblo meronta-ronta.
Maira menghampiri Gio di pos jaga yang
bersampingan dengan tenda mereka, sampai
di sana tiga orang yang lagi piket jaga
melongo melihat wanita cantik yang berdiri di
hadapan mereka,..
" halo pak komandannya ada?"
" sebentar Bu dokter,saya panggilkan " kata
seorang petugas kepada maira.. tak lama gio
pun keluar..
Mereka ber jalan menuju motor dalam diam,
" sayang kamu kok cantik banget," gio
tersenyum melihat rona merah di wajah sang
dokter.
"udah la bang nga usa gombal, cepat kita
jalan,maira sengaja menutupi rasa grogi nya..
"ngak gombal sayang," gio sambil tersenyum
secerah hatinya akhir-akhir ini, maira pun
sama.
Selama 30 menit sampailah mereka di
gedung yang dipakai untuk acara..
gio memarkir motornya dengan baik,
kemudian dia mengambil tangan maira lalu
mereka berjalan menuju tempat acara yang
dilangsungkan... baru mau masuk sudah ada
yang berteriak nama Gio Sastro.
" wooow Gio Sastro Uda gandengan aja nih, "
kata sala satu dari mereka,
"sayang kenalan tu teman seangkatan Abang"
Gio berkata kepada maira, maira pun
mengulurkan tangannya kepada mereka "
" Humaira " sambil tersenyum menampilkan
lesung pipinya,
" bukanya kamu salah satu dokter relawan
dari jakarta ya? tanya mereka pada maira,
" iya itu saya."
" saya Adit dan ini"
"Albert"
" bro senyumannya bikin kita meleleh"
mereka berbicara pelan ke telingan Gio.
" nga usa berkomentar" kata gio.
" yok kalau gitu kita masuk.. kayanya acara
akan segera di mulai.." kata Albert
mereka berempat pun masuk ke dalam
gedung.
Maira dengan tampilan sederhananya bikin
semua mata tertuju padanya... sedangkan gio
menyapa rekannya yang ia kenal,
" sayang kamu terlalu sempurna
sampai-sampai semua mata tertuju
padamu"gio berkata sambil tersenyum.
" ih...! Abang itu karna penampilan aku aja
yang tidak bagus, tu Abang liat gimana cara
berpakaian semua orang yang ada dalam
gedung ini sangat waaah" sambil nampak
wajah cemberutnya..
" ngak kamu sangat sempurna,.. Abang
sangat bangga punya kamu," sambil
__ADS_1
mengecup tangan maira,
Setelah memberi ucapan selamat Gio dan
maira pun keluar, namun tetapi belum sampai
di depan pintu sudah ada yang berteriak
minta tolong ternyata ada seorang ibu yang
pingsan, mereke mental tolong agar suster
atau perawat yg sedang hadir d acara itu
dapat menolong, gio menarik maira ke dekat
ternyata sudah ada seorang laki-laki yang
mereka katakan itu dokter... akan tetapi
penglihatan maira perut ibu yang pingsan
tiba-tiba mengembang.
"bang kayanya aku harus bantu, lihat perutnya
itu kian mengembang...
untuk beberapa saat ada tiga petugas
kesehatan yang dang dengan alat-alat untuk
memeriksa ibu yang pingsan,
maira melihat dia tidak tenang langsung
duduk di samping ibu tersebut di depannya
ada katanya dia seorang dokter, maira
meminta izinkan untuk memeriksa ulang
pasien,dokter itu melihat maira dengan
tatapan meremehkan, maira langsung
mengeluarkan ID CARD nya, dan di
perlihatkan ke Dokter tersebut, maira
langsung bersuara saya mohon kerja
samanya maira langsung mengangkat baju
ibu tersebut dan memperlihatkan perutnya ke
dokter laki-laki tersebut, matanya langsung
membola,
maira mengambil stetoskop dia mulai
memeriksa sedangkan dokter laki-laki itu
mulai mengecek tekanan darah pada ibu
tersebut..
" kita berusaha sambil menunggu ambulans
tiba, ini ada perut yang mengembang tetapi
alat medis tidak memungkinkan untuk kita
mengambil tindakan.
kurang dari dua puluh menit menunggu
akhirnya ambulans pun datang, para perawat
mengangkat ,pasien untuk pindah ke
ambulance.
setelah itu Maira dan Gio melanjutkan niatnya
pergi ke kafe...
Sampai di kafe mereka mencari spot yg
bagus untuk mengabadikan momen mereka
berdua.
" abang sering kesini ya?" tanya maira
" iya kalau Abang terlalu rindu.."
Mereka memesan kopi hitam dan cappucino,
pesanan pun datang,
" dek, nikah yuk,", pulang dari sini Abang lamar
ya, Abang ngak mau dengar kata tapi..., kamu
pulang sebulan di sana Abang juga
penarikan" maira hanya mengangguk, dalam
hatinya senang bukan main.
" maira akan tunggu." setelah mereka
merencanakan panjang lebar,
mereka pun balik ke posko karena hari
hampir sore. mereka balik dengan hati
masing-masing yang penuh dengan bunga,
mairah tak berhenti tersenyum.. dalam
hatinya berkata semoga kebagian hari ini
__ADS_1
sering-sering berpihak kepada maira dan gio.