Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 19


__ADS_3

Gio Sastro "aku telah menemukan hatiku yang


hilang beberapa waktu lalu,aku berharap ini


bukan mimpi atau halusinasi,aku benar-benar


jatuh kedalam pesonanya, hatiku benar benar


dirampok olehnya, disaat dia menghilang aku


serasa kosong benar benar hidupku kosong.


Biarlah orang mengatakan aku bucin,aku akan


mengakui bahwa aku memang selalu bucin


kepada dokter Humaira Saraswati.


"Dia kembali dan aku takan lepaskan dia lagi.


dia terlalu berharga untukku.. "


Hari-hari dilewati dengan penuh semangat


melayani para pasien yang datang maupun


para medis yang mendatangi ke


rumah-rumah dan


perkampungan-perkampungan mereka,


dokter dan paramedis selalu mendapatkan


banyak keluhan berbagai macam penyakit,


dan berusaha menanganinya dengan baik.


watu terus berjalan, hari berganti minggu


berganti bulan, tingkat penyakit pun


berkurang,


para medis juga bekerja sudah bekerja


dengan santai...sudah banyak waktu istirahat


mereka..


Di dalam kamar maira dengan suster Ica


sedang ngobrol ringan,


"Dok pulang dari sini langsung merid ya?"


" sapa yang bilang sus? kenalan sama orang


tua aja bolom, apa lagi merid."maira


menjawab sambil terkekeh, saya cuman


kira-kira dok,siapa sangka kan..,


lihat saja komandan bucin macam itu sama


dokter."


" doa'in aja ya sus semoga berjodoh,"


"iya dok selalu' Aamiin" suster Ica sambil


tersenyum.


tiba-tiba ada yg manggil dokter maira,


maira pun keluar teryata Gio sudah di depan


agak rapih,


"Dek mau ikut Abang ngak?"


" kemana bang ?"


"Abang ada dapat undangan dari Polsek


setempat ada angotanya yang nikah hari ini.


kalau kamu belum piket temani Abang ke


sana, mumpung kamu ada,bisa jadi pasangan


ke sana"


" ngak ada sih bang tapi saya izin dulu sama


ketua tim."


"ok Abang tunggu di pos."


maira pun berlalu menuju tenda pengobatan


izin keluar, ketua tim pun mengizinkan.


maira lalu balik ke kamar, mengantikan outfit


sederhana yang cocok untuk ke acara-acara,


sedikit sentuhan makeup natural...hand bag


dan sepatu kets yang cocok dengan


outfitnya .


ok sempurna...


" wooow Dok cantik pake banget, mau


kemana sih Dok, suster ica terkejut dengan


penampilan maira sangat cantik.


" mau tau aja kamu sus," maira berjalan di


samping suster Ica lalu dia berbisik "aku mau

__ADS_1


pergi kencan sama yayangku " maira berlari


kecil sambil terkekeh.


suster Ica hanya bisa memasang wajah


cemberutnya..." dasar ibu dokter,


mentang-mentang ada pacarnya disini bikin


yang jomblo meronta-ronta.


Maira menghampiri Gio di pos jaga yang


bersampingan dengan tenda mereka, sampai


di sana tiga orang yang lagi piket jaga


melongo melihat wanita cantik yang berdiri di


hadapan mereka,..


" halo pak komandannya ada?"


" sebentar Bu dokter,saya panggilkan " kata


seorang petugas kepada maira.. tak lama gio


pun keluar..


Mereka ber jalan menuju motor dalam diam,


" sayang kamu kok cantik banget," gio


tersenyum melihat rona merah di wajah sang


dokter.


"udah la bang nga usa gombal, cepat kita


jalan,maira sengaja menutupi rasa grogi nya..


"ngak gombal sayang," gio sambil tersenyum


secerah hatinya akhir-akhir ini, maira pun


sama.


Selama 30 menit sampailah mereka di


gedung yang dipakai untuk acara..


gio memarkir motornya dengan baik,


kemudian dia mengambil tangan maira lalu


mereka berjalan menuju tempat acara yang


dilangsungkan... baru mau masuk sudah ada


yang berteriak nama Gio Sastro.


" wooow Gio Sastro Uda gandengan aja nih, "


kata sala satu dari mereka,


"sayang kenalan tu teman seangkatan Abang"


Gio berkata kepada maira, maira pun


mengulurkan tangannya kepada mereka "


" Humaira " sambil tersenyum menampilkan


lesung pipinya,


" bukanya kamu salah satu dokter relawan


dari jakarta ya? tanya mereka pada maira,


" iya itu saya."


" saya Adit dan ini"


"Albert"


" bro senyumannya bikin kita meleleh"


mereka berbicara pelan ke telingan Gio.


" nga usa berkomentar" kata gio.


" yok kalau gitu kita masuk.. kayanya acara


akan segera di mulai.." kata Albert


mereka berempat pun masuk ke dalam


gedung.


Maira dengan tampilan sederhananya bikin


semua mata tertuju padanya... sedangkan gio


menyapa rekannya yang ia kenal,


" sayang kamu terlalu sempurna


sampai-sampai semua mata tertuju


padamu"gio berkata sambil tersenyum.


" ih...! Abang itu karna penampilan aku aja


yang tidak bagus, tu Abang liat gimana cara


berpakaian semua orang yang ada dalam


gedung ini sangat waaah" sambil nampak


wajah cemberutnya..


" ngak kamu sangat sempurna,.. Abang


sangat bangga punya kamu," sambil

__ADS_1


mengecup tangan maira,


Setelah memberi ucapan selamat Gio dan


maira pun keluar, namun tetapi belum sampai


di depan pintu sudah ada yang berteriak


minta tolong ternyata ada seorang ibu yang


pingsan, mereke mental tolong agar suster


atau perawat yg sedang hadir d acara itu


dapat menolong, gio menarik maira ke dekat


ternyata sudah ada seorang laki-laki yang


mereka katakan itu dokter... akan tetapi


penglihatan maira perut ibu yang pingsan


tiba-tiba mengembang.


"bang kayanya aku harus bantu, lihat perutnya


itu kian mengembang...


untuk beberapa saat ada tiga petugas


kesehatan yang dang dengan alat-alat untuk


memeriksa ibu yang pingsan,


maira melihat dia tidak tenang langsung


duduk di samping ibu tersebut di depannya


ada katanya dia seorang dokter, maira


meminta izinkan untuk memeriksa ulang


pasien,dokter itu melihat maira dengan


tatapan meremehkan, maira langsung


mengeluarkan ID CARD nya, dan di


perlihatkan ke Dokter tersebut, maira


langsung bersuara saya mohon kerja


samanya maira langsung mengangkat baju


ibu tersebut dan memperlihatkan perutnya ke


dokter laki-laki tersebut, matanya langsung


membola,


maira mengambil stetoskop dia mulai


memeriksa sedangkan dokter laki-laki itu


mulai mengecek tekanan darah pada ibu


tersebut..


" kita berusaha sambil menunggu ambulans


tiba, ini ada perut yang mengembang tetapi


alat medis tidak memungkinkan untuk kita


mengambil tindakan.


kurang dari dua puluh menit menunggu


akhirnya ambulans pun datang, para perawat


mengangkat ,pasien untuk pindah ke


ambulance.


setelah itu Maira dan Gio melanjutkan niatnya


pergi ke kafe...


Sampai di kafe mereka mencari spot yg


bagus untuk mengabadikan momen mereka


berdua.


" abang sering kesini ya?" tanya maira


" iya kalau Abang terlalu rindu.."


Mereka memesan kopi hitam dan cappucino,


pesanan pun datang,


" dek, nikah yuk,", pulang dari sini Abang lamar


ya, Abang ngak mau dengar kata tapi..., kamu


pulang sebulan di sana Abang juga


penarikan" maira hanya mengangguk, dalam


hatinya senang bukan main.


" maira akan tunggu." setelah mereka


merencanakan panjang lebar,


mereka pun balik ke posko karena hari


hampir sore. mereka balik dengan hati


masing-masing yang penuh dengan bunga,


mairah tak berhenti tersenyum.. dalam


hatinya berkata semoga kebagian hari ini

__ADS_1


sering-sering berpihak kepada maira dan gio.


__ADS_2