Dokter Humaira

Dokter Humaira
46 episode


__ADS_3

Bukanya lima hari tetapi seminggu sudah orang tua maira berada di jakarta, hari ini adalah kepulangan mereka ke Ternate. ada rasa sedih menyelimuti hati sang dokter,..di Bandara maira tak lepas dari pelukan orang tuanya,


" nanti kalau ada cuti kerja kamu bisa ajak sama suami pulang nak," kata sang ibu kepada maira begitu pun ayahnya selalu membicarakan agar maira selalu bersikap dewasa,


"Maira ayah hanya titip pesan jaga Marwah suami agar rumah tangga mu selalu dapat ridho Allah, dan Inga suamimu memiliki ibu dan dan ibu adalah tanggung jawabnya,kamu tidak boleh cemburu,bila dia akan dahulukan ibunya suatu saat nanti nak.." kata-kata ayah nya membuat hatinya gelisah, dengan keadaan mertua yang tidak menyukainya.


" kemudian sang ayah berkata lagi bantu suami mu berbakti kepadanya ibunya, nanti suatu saat anakmu juga akan berbakti kepadamu nak,


dari Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin Rahimakumullah berkata " sesungguhnya termasuk kebiasaan yang telah terbukti berdasarkan pengalaman bahwasanya siapa yang berbakti kepada orang tuanya maka dia akan mendapatkan bakti dari anak-anaknya ". ingat selalu pesan ayah dan ibu, bersikaplah dewasa dalam mengambil keputusan." kemudian sang ayah merangkul putri bungsunya " ayah dan ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk anak ayah". gio datang membawa satu bag kecil belanjaan dan satu boneka oleh-oleh untuk keponakan maira dia menyerahkan kepada sang ibu mertua. dengan mengucapkan terimakasih kepada gio dan ibu maira pun menerima pemberian menantunya.


" ayah titip Maira perlakukan dia dengan baik, pintu rumah ayah selalu terbuka bila kamu tidak menginginkan dia lagi" ayah mertua gio berkata dengan senyum sambil menepuk pundak menantunya.


Waktu keberangkatan pun tiba, maira dan gio memeluk satu persatu keluarga maira, maira melepaskan mereka dengan tangis, setelah melihat mere masuk dalam ruang check in, maira dan gio pun berlalu dari dalam bandara menuju parkiran mobil.. dalam perjalanan pulang maira hanya diam mengingat perkataan-perkataan ayahnya.


Gio melirik sang istri yang sudah memasang kaca mata hitamnya dan menurunkan sedikit kaca mobil. dia sedikit bingung dengan sikap istrinya. gio menyetir sambil meraih sebelah tangan istrinya dan sesekali mencium tangan tersebut..


Sesampai dirumah maira dan gio masuk untuk istirahat sorenya nanti mereka akan pergi melihat rumah yang nanti mereka akan tempati.


Sore harinya pasangan suami istri itu sedang berada di komplek perumahan anggota kepolisian..

__ADS_1


Ternyata rumahnya sudah siap karena sebelumnya gio sudah menyuruh anggota lain untuk membersihkan dan mengecat ulang, tinggal mengisi perabot rumah yang mereka perlukan rencananya besok pulang dari rumah sakit maira dan suami langsung pergi ke toko furniture.untk membeli barang untuk rumah mereka akan tetapi hari ini masih agak siang maira memaksa gio untuk belanja sekarang.


sekarang mereka berada didalam salah satu toko furniture, maira memilih tempat tidur yang nyaman dengan ukuran king'size, lemari, dan masih banyak lagi. gio memberikan alamat kepada sopir truk untuk mengantar barang yang di beli ke alamat tersebut, di sana Juan,Aron dan tiga anggota lainya telah menunggu barang Gio untuk di masukan ke dalam rumah yang akan di tempati.


Selesai memasukan semua barang, Juan lalu menelpon Gio " bro ni Lo mau buka toko di sini ya barang kok banyak amat astaga, itu truk masuk semua jiwa ibu-ibu pada kepo" juan menyerocos ke gio, di sebrang gio hanya tertawa, " maklum lah rumah tangga baru, jadi semua harus baru, Lo kayak ngak pernah ngalamin aja,oke la besok gue traktir makan siang " gio lang sung menutup sambungan telepon.


Maira sudah lelah dia mengajak gio segera pulang dan beristirahat,gio pun menurutinya.


Sesampai di rumah gio melihat sang istri ketiduran akhirnya gio menggendongnya.


Pagi-pagi selesai sholat subuh maira langsung membuat sarapan membereskan rumah, masih ada waktu maira pergunakan untuk menyusun barang yang akan di bawa pindah ke rumah dinasnya,sesuai usul suami dia akan memindahkan barang dari kontak mengunakan mobilnya saja karena barang nya tidak begitu banyak.


" siang ini nanti Abang kirimin makanan ya, semalam mas Uda janji sama Juan dan yang lainya kemarin bantu turunin barang ke rumah " gio berbicara sambil mengelus lembut rambut coklat sang istri.


" iya,bang" maira memberikan senyum tulusnya kepada sang suami sambil mencium tangan suaminya. sesampai di parkiran rumah sakit maira pamit dan turun, gio pun melanjutkan mobil menuju kantornya.


Maira duduk di kursi sambil memeriksa rekaman medis pasien-pasiennya. tiba-tiba suster Ica masuk dan menarik tangan maira berjalan menuju UGD.


Disana terlihat dua orang ya terluka cukup parah,

__ADS_1


" kenapa kalian cuman lihatin, tunggu pasien Dead, trus dokter jaga di UGD pada ke mana ?, lagi dan lagi saya harus tangani ngak bisa dibiarin lama-lama ngelunjak." maira mengoceh sambil membersihkan luka-luka di sekitar tangan dan bagian pelipis dan area kepala, maira mengambil berapa pecahan botol pada tubuh pasien, " ada yang tau pasien kecelakaan apa?" pasien yang sama yang lukanya tak terlalu para berkata kalau dia tidak tahu pasti permasalahannya,dia hanya ingin menolong korban karena dia di keroyok dan saya pun kena amukan mereka," maira mendengar penjelasan dari pemuda tersebut, tetapi tangannya dengan lincah menjahit luka-luka di tubuh pasien, maira pun bertanya lagi " apakah pecahan botol ini juga??"


" betul dok mereka memukul dengan botol" astaghfirullah kejam sekali mereka. setelah di jahit semua lukanya. maira pun melepas handscoon dan membuangnya ke tempat sampah, dia ingin menemui Melisa dan menanyakan tentang dokter jaga yang ada di UGD.


maira mengetok ruangan Melisa dan langsung masuk dengan wajah serius, " kenapa sih mau mukanya kayak di kasih tulang" Melisa terkekeh


" eh kampret gue datang mau nanya lo, Uda dua kali gue diseret ke UGD untuk nanganin pasien, dan Lo tau apa ? tiap kali gue nanya alasan macam,, gue minta Lo tolong bilang sama mereka sekali lagi gue yang nanganin pasien UGD siap-siap tu dokter bakal gue laporkan ke direktur biar tau rasa." kata maira panjang lebar.


" iya ...iya...ntar gue bilang sama mereka, jangan marah-marah no keriput udah kelihatan" jawab Melisa sambil terkekeh.


" eh Mai tapi gue penasaran sama mertua Lo "


" ngak usa penasaran ntar ya mati gentayangan dimana-mana. maira sambil tersenyum.


☘️☘️Di antara kesalahan dalam menyikapi ujian adalah berburuk sangka terhadap Allah , itulah membuat masalah kita semakin rumit, bahkan semakin buruk.☘️☘️


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai baca tolong tinggalkan LIKE yaa.☺️

__ADS_1


__ADS_2