
Gio terbangun pukul tiga pagi, dia melihat disamping istrinya meringkuk bersandar mencari rasa nyaman di dekat suaminya, Gio tersenyum melihat perubahan sang istri saat mengandung, gio menatap istrinya hanya sesal yang tiada guna,, " Abang minta maaf, Abang salah," gio berbicara sendiri sampai terisak, maira terkejut, dan langsung bangun,
" Abang kenapa Masi sakit?" gio mengeleng " tolong buka infus nya Abang" maira menatap sang suami, lalu turun mengambil kapas dan membuka infus tersebut dari tangan gio, belum sempat maira berbalik gio sudah melingkarkan tangannya ke perut maira dan ajaibnya twins langsung beraksi, aktif di dalam perut ibunya, Gio senang bukan main, maira pun kaget tidak bisanya dia seaktif ini, gio menarik maira untuk duduk di pangkuannya,
" sayang Abang rindu sangat rindu, maaf Abang minta maaf semua kesalahan Abang, Abang janji ngak akan ulangi lagi, gio terus mengusap sesekali mencium nya
" maira tidak butuh janji bang, maira butuh bukti, maira selalu ingat kata-kata ayah ,sesakit apapun hati maira, maira sabar."
" sudah lah bang maira ingin tidur, maira suda maafkan Abang jadi tidurlah,. maira pun bangkit dari pangkuan gio dan naik ke tempat tidur dan menarik selimut tebal menutupi tubuhnya, gio masuk bergabung dengan sang istri, gio menarik maira pelan masuk dalam pelukannya.
Sudah seminggu di jakarta tetapi belum balik ke rumah dinasnya gio.maira juga sudah memaafkan gio dengan perjanjian.
hari ini maira dan gio berada di salah satu mall yang ada di jakarta untuk membeli perlengkapan bayi,semua barang yang di beli warna biru dan pink. padahal mereka pun belum tau jenis kelamin bayi mereka, setelah selesai belanja mereka bergegas pulang karena maira merasa perutnya sangat tidak enak,
" bang kayanya MB Aira mau lahiran deh, bang perut maira sakit banget ya Allah, bang boleh cepat dikit ngak, maira terus menyerocos sang suami"
gio harus berkonsentrasi membawa mobilnya.
" sayang sabar ini udah mau nyampe" sesampai di rumah sakit langsung maira di tangani, gio masuk menemani sang istri. gio berdiri di kepala maira sambil mencium maira berkali-kali. " bang sakit banget ya Allah. ibu boleh turun dan berjalan lagi waktu Masi pembukaan enam, maira tau prosedur maka iya tidak akan membantah.. gia berjala perlahan, bila sakit maira berdiri dan meremas tangan-tangan sang suami,baru beberapa menit berjalan sudah rasa sakit tak henti-henti,
Maira menyuruh gio membawa dia untuk masuk keruangan persalinan.
Proses persalinan memang momen yang di tunggu semua ibu hamil, termasuk maira,sebab penantian selama sembilan bulan untuk memiliki buah hati,pada akhirnya terwujud ,maira berharap dan selalu berdoa semoga kelahiran twins lancar tanpa hambatan apapun,
dokter menyuruh maira untuk berbaring agar di periksa lagi jalan lahir nya,
__ADS_1
Dokter memeriksa dan ternyata sudah di pembuatan sempurna,
"dengar instruksi dari dokter ya Bu, rileks dengar hitungan satu dua tiga puss,ibu dorong seperti kita buang air besar atau mengejang konsentrasi ya Bu" kata dokter, setelah beberapa lama mengejan akhirnya keluar sudah dua twins dari perut ibunya rasa sakit cakaran istri tidak ada sakitnya setelah melihat bayi-bayi lucu perempuan dan laki.. rasa bangga karena statusnya barunya. gio mengumandangkan azan di kedua telinga anaknya, maira kini sudah di pindahkan ke ruang inap VIP, beserta anaknya .
Gio sedang menyuapi maira,rasa lapar setelah melahirkan sangat luar biasa.
Waktu terus berlalu maira juga sudah keluar dari rumah sakit,perlahan dia bisa mengerjakan hal yang ringan bisa sendiri tanpa bantuan. Setelah beberapa hari mengistirahatkan tubuhnya pasca melahirkan twins, gio hari juga memboyong kembali maira kerumah dinasnya. para sahabat ibu-ibu sangat senang karena sang dokter telah kembali.
Gio juga dengan sangat senang membantu istri menjaga anaknya,kadang juga membuat sarapan dan pekerja kecil lainnya.
Gio ingin menyewa jasa baby sitter tapi maira menolak dia ingin sendiri merawat anak-anaknya sebelum ia kembali bekerja. hari ini Suster Ica datang menjenguk maira,dia juga membawa kado untuk twins.
" dok kalau mau cari baby sitter info ke saya aja ya" suster Ica sambil nyengir, maira menaikkan sebelah alis
" kamu mau alih profesi sus, gaji dirumah sakit tidak cukup?"
"astaghfirullah ya ampun ni pasti tadi di depan sana suster liat banyak bapak-bapak berbaju kopi susu." maira pun ikut tertawa
" tapi saya juga setuju kamu cepa nikah kalau ngak ntar jamuran" mairah kini tertawa heboh, Suster Ica hanya mengerucut bibirnya.
Ya uda sus datang aja tiap Sabtu sama Minggu mungkin sebulan udah kepentok duda, nanti saya minta tolong papanya twins bantu nyariin tulang rusuk suster Ica belum di temukan agar segera di temukan" maira yang masih tertawa sampai air matanya keluar.
Gio pulang dari kantor membawa bahan pesanan istrinya,dia ingin makan salad jadi dia nyuruh sang suami beli bahanya,
" ada suster Ica!! baru nyampe sus" gio sambil mencium gemas pipi maira,
__ADS_1
" iya pa,ini suster Ica baru data mau nyari tulang rusuknya mungkin tersisih di daerah sini maira kembali tertawa, sedangkan si suster malunya bukan main." bantu di cari atuh pa, duda juga boleh kan sus" sambil terkekeh.
" Mi jangan mengisengi Tante twins ntar marah lo, ntar deh saya Carikan sampai hilal nya nampak" gio ta iseng ke suster Ica" maira dan Gio terus tertawa, " twins bangun ayo bangun tengok papi sama mami kalian bikin Tante suster kesal terus suster Ica dengan wajah betenya.
" jangan di bangunin sus mi papi balik ke kantor., tenang saja sus saya akan mulai misi mencari buat suster" gio tertawa sambil masuk ke dalam mobil. maira dan suster Ica mencuci buah untuk membuat salad.
Hari terus berlalu kini usai twins Uda masuk bulan ke tiga si bayi sudah mulai aktif-aktif nya, malam ini Maira meminta izin suami untuk kembali bekerja dia sudah lama tidak memakai baju kebanggaannya, gia menyetujuinya asal di jakarta dan memberikan prioritas waktu untuk kedua anaknya. maira menyetujuinya,
" tapi pa, mami harus ke Jogja dulu urusan untuk balik ke rumah sakit pusat, lagian baju-baju mami juga semua di masih disana " maira menatap sang suami penuh harap,
" papi ngak izin ya bawa twins naik pesawat mereka masih terlalu kecil" gio melotot ke arah sang istri, kemari ibu sama ayah telepon tiga hari mereka akan datang untuk melihat cucu nya, maira akan pergi sehari ke Jogja nanti ibu sama ayah yang jaga kan papi juga ada" maira berbicara panjang lebar ke sang pak suami.gio hanya memutar matanya, " ya papi izinin sehari habis urusan langsung pulang, nga keluyuran ingat itu asi masih ada airnya, malu kalau sampai bajunya basah kena ASI-nya twins," gio berbicara tegas menatap maira. maira mengaku patuh,
Maira di rumah layaknya istri pada umumnya mengurus suami, mengurus anak membersikan rumah, sesekali juga di bantu sang suami.. maira selalu mengingat nasehat-nasehat dari kedua orang tuanya, membuat dia lebih dewasa dan ke ibuan, ibu muda tentunya. hubungan kedua juga semakin membaik gio pun selalu terbuka mengenai ibunya.. kehidupan kedua pasangan ini sangat kompak, dengan kehadiran twins membuat hubungan mereka semakin kokoh, gio tidak memaksa maira untuk mengambil hati ibunya, tetapi sebaliknya maira selalu mensupport suami agar tetap berbakti kepada ibunya, meskipun maira sampai saat ini belum di terima, tetapi doa" yang baik selalu di panjatkan tiap sujud nya, dia selalu berpikir positif suatu saat hati mertuanya akan luluh dan menerima maira sebagai menantunya.
Di kantor gio, para anggota sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan penyambutan hari ulang tahun kepolisian,gio masuk dalam panitia acara,
Saat ini mereka sedang rapat guna membahas tentang acara puncak,semua jajaran dari tiap divisi. " bagaimana acara puncak nya kita isi dengan selingan hiburan kita ambil satu atau dua di tambah dengan para anggota kita yang bisa bernyanyi" kata seorang anggota, mereka pun semua mengagukan kepala merek tanda setuju, tapi beberapa orang menatap ke arah gio, " maaf jangan menatap saya seperti itu, saya tidak bisa bernyanyi." seorang polwan lantas membuka suaranya, " bukan kamu Iptu Gio Sastro tapi istri anda kita tidak perlu mengambil penyanyi, Iptu Gio tolong bujuk istri anda untuk mengisi acara kita supaya lebih waah, bagaimana anggota sepakat kan Dengan usul saya"
Semua anggota langsung berseru" siap sepakat" gio hanya mencibir sebel .
" tapi saya tidak janji istri saya mau atau tidak."
" harus mau titik, keluarkan rayuan mautmu bro" ucap Aron sambil nyengir.
☘️☘️ Bahagia bukan bermaksud memiliki yang kita cintai, tetapi bahagia itu mencintai semua yang kita miliki.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa like jempolnya 🙏