Dokter Humaira

Dokter Humaira
episode 34


__ADS_3

Maira kembali dari toilet melihat suami serta adiknya sudah kembali akur, ada rasa lega serta senang dalam hati..."tiramisunya enak nggak." sambil meminum kopinya.


" enak mbak" Natalia menjawab.


" Lia Minggu depan Abang sudah sidang BP4R, setelah itu baru mas akan pulang bicara sama ibu."... maira hanya berpikir pasti ke depan ada saja kerikil-kerikil kecil yang nanti ada pada pernikahan mereka baru berpikir saja sudah puyeng.


Waktu terus bergulir tak terasa tanggal sidang BP4R besok akan ;


" bang besok pakai baju biasa saja kan " maira sambil menyetrika baju dinasnya gio, sedangkan gio lagi mengecek email yang di kirim dari cafenya.


" iya sayang asalkan rapih, sudah pelajari yang abang suruh kan?."


"iya udah, bang bagaimana ya kalau sampai ibu dengar pernikahan ini" sambil mengambil bajunya untuk disetrika juga.


" sayang jangan pikirkan yang tidak-tidak itu semua urusan Abang sama ibu, kamu diam dan nurut sama suami." Setelah selesai setrika,maira membereskan apa yang di pandangnya tidak rapih.setelah itu maira bergegas mencuci muka dan memakai cream malam ke wajahnya dan naik ke tempat tidur sambil menunggu sang suami.

__ADS_1


Pagi menjemput seperti biasa selesai solat subuh maira langsung turun ke dapur membuat dua piring nasi goreng spesial untuk mereka sarapan pagi. sedangkan gio sehabis subuh dia pamit untuk joging keliling komplek. di meja makan sudah tertata rapih dua gelas susu hangat dan dua porsi nasi goreng.. sedangkan maira bersiap dengan baju berwarna putih tulang dan celana coklat yang sesuai, cocok penampilan fashion Maira pagi ini sangat perfect, sederhana tapi berkelas. Gio baru balik, melihat pemandangan istrinya sangat cantik pagi ini dia berjalan menuju sambil mencium gemas pucuk kepala maira,


" ih abang cepetan mandi sana kita sarapan Uda mau jam delapan loh"sambil mendorong pelan Gio. selesai berkutat d dalam kamar gio pun keluar dengan berpakaian dinas polisi yang sudah rapih Gio duduk di samping istrinya dan memulai sarapannya dalam diam.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil menuju polres tempat tugas Gio untuk melakukan sidang pagi ini,


Maira suda izin kalau dia akan masuk pas habis makan siang.


Sesampai di polres mereka pun turun dari mobil dan berjalan menuju ruangan yang telah di persiapkan untuk sidang nantinya, di sana suda ada beberapa juniornya gio yang juga mengikuti sidang BP4R pagi ini. setelah nunggu sekitar dua puluh menit panggilan pertama adalah Gio dan Maira karena pangkatnya di atas. mereka pun masuk sudah ada tiga polisi dan ada empat dari ibu Bayangkari senior,


Maira dan gio duduk di depan tidak ada orang tua ataupun perwakilan. singkat cerita maira menjawab hampir semua pertanyaan, maira mendapat pencerahan dari Bayangkari senior dia mendengarkan dengan penuh tanggung jawabnya sebagai Bayangkari baru. setelah semua selesai mereka pun keluar menuju ruang gio.. sampai di ruangan gio mendapatkan telepon dari ibunya kalau dia lagi di jakarta,maira hanya melirik santai sambil memainkan handphone nya.


" bang nanti pukul satu maira ke rumah sakit." melihat kain baju yang diberikan ole ibu wakil ketua Bayangkari polres metro tadi waktu selesai sidang BP4R


" iya nanti Abang antar ". tapi pulang Abang ngak bisa jemput ya".

__ADS_1


" Abang mau jemput ibu dia tadi telpon sedang berada di jakarta." maira hanya mengangguk.


" maira akan pakai taksi bang."


" kalu gitu abang Sekarang antar maira tapi sebelum kita makan dulu" kata gio lagi-lagi maira hanya mengangguk.


Dalam perjalanan menuju rumah sakit maira berperan dengan otaknya hari ini ibu mertua ada di jakarta otomatis akan tinggal sama beliau semoga tak terjadi apapun selama tinggal dengan ibunya Gio,belum apa-apa udah tertekan gini ya, maira menghembus nafas kasar. sang suami melirik ke arah istrinya


" kamu tenang aja semuanya akan baik- saja" sambil mengelus rambut coklat maira,


Maira berdecak dalam hati" baik iya dengan ibu mertua macam ini,ya tuhan selalu perluas kesabaranku.


Selang waktu sampailah mereka di parkiran rumah sakit, maira mencium punggung tangan sebelum dia pamit masuk,hal yang sama di lakukan gio dengan memeluk hangat maira.


"jangan pernah berubah ya bang " gio menatap sang istri dan mengecup kening lalu maira pun pamit dan gio kembali ke kantor sebelah pergi menjemput ibunya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa like komen, buat author semangat ,meng-upload


__ADS_2