
Maira bangun sangat pagi, setelah solat subuh dia tidak tidur lagi, dia ke dapur untuk memasak, pagi ini maira memasak omelette telur, salah buah dan sandwich roti gandum.tak lupa juga bisa sereal untuk pak suami, semenjak menikah maira mengantikan kebiasaan gio ngopi pagi dengan sereal ditambah susu dan yogurt bisa menurunkan kadar kolesterol dan untuk kesehatan jantung. setengah jam sarapan pun siap di meja.
maira balik ke kamar melihat sang suami yang masih tidur, mungkin akibat kemarin keletihan nyetir, hingga selesai subuh lanjut lagi tidurnya, maira langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya, setelah itu dia keluar dan Mengantikan baju untuk ke rumah sakit. maira segera naik ke atas tempat tidur untuk membangunkan sang suami ,
maira memeluk suaminya memainkan rahangnya seketika mata gio terbuka,
" terlalu capek ya sampai di peluk gini baru mau bangun" sambil mengecup pipi suami sebagai morning kiss, maira beranjak dan menarik selimut yang di pakai sang suami,agar gio segera bangun. dan seketika turun dari tempat tidur langsung memeluk sang istri memberikan ciuman di seluruh wajahnya," di larang berdandan terlalu cantik ini perintah dari suami, gio melepaskan pelukan dari istrinya dan masuk untuk melaksanakan rutinitas di dalam kamar mandi.
Maira sudah bersihkan kamar juga menyiapkan baju dan segala kebutuhan sang suami... setelah hampir lima belas menit pasangan pasturi itu keluar dari kamar menuju meja makan, ternyata Natalia juga sudah bangun dan membersihkan seluruh dalam rumah,
" morning dek" ucap maira sambil tersenyum.
" mbak bangun jam berapa siapkan semua ini "tanya Natalia
" baru juga dek," Sambil memberikan gio minuman serealnya,
__ADS_1
" mas ngak ngopi pagi lagi? " gio hanya mengeleng,
Natali pun hanya tersenyum melihat masnya segala sesuatu sekarang telah di siapkan oleh sang istri.
" saya dan Abang berangkat kerja, apa hari ini kamu ada rencana keluar?" tanya maira
" ngak mbak saya di rumah aja, hari ini saya akan masak malam buat kalian." Natalia sambil tersenyum
"kalau mau beli bahan untuk masak di depan jalan ada fresh market, kamu di rumah hati" Natalia pun hanya mengangguk kepalanya. sebelum masuk dalam mobil maira mengeluarkan tiga lembar uang merah dan menyerahkan kepada Natalia.
Maira pun ikut sang suami masuk ke mobil dan gio pun melajukan kuda besinya menuju rumah sakit.
Maira masuk ke ruangannya, suster Ica pun menyusul,
" hmm kayanya bau-bau bahagia nih," kata suster Ica sambil menyerahkan rekaman medis kepada maira. dan maira hanya merotasi matanya,
__ADS_1
"yang jomblo dilarang iri ya" jawab maira sambil terkekeh, kita kontrol pasien yang kemarin habis operasi jantung itu ya sus" tanya maira ke suster Ica
" iya dok, dan jam sebelas nanti ada operasi lagi, Dok siapkan diri aja ntar saya beritahu informasi selanjutnya."
" oke kita jalan" mereka pun berjalan keruangan perawatan untuk kunjungi pasien tersebut. setelah mengecek kondisi pasien yang sudah membaik, maira hanya berpesan agar rutin minum obatnya dan rajin kontrol ke dokter.
Maira kembali ke ruangannya, menunggu jam untuk operasi dilakukan.
Operasi kali ini adalah bedah Caesar , maira dan tim dokter pun masuk karena jam yang di tentukan untuk operasi sesaat lagi,
"Dok anastesi sekarang" di dokter anastesi mulai melakukan tugasnya , dia melakukan blok tulang belakang
pembiusan yang langsung di suntik ke kantung yang mengelilingi sumsum tulang belakang sehingga mematikan bawah tubuh pasien.
Setelah disuntik beberapa saat
__ADS_1
maira mulai memberikan sayatan pada pasien dibawah perut sepanjang sepuluh sampai dua puluh centimeter,setalah itu maira membantu dokter kandungan untuk mengeluarkan bayi nya lewat sayatan tadi.,setelah bayi keluar dan diserahkan ke perawat untuk membersikan, bayi nya di timbang dan memberikan vaksin tertentu.
Sedang ibunya dibersihkan oleh para dokter dan menutup sayatan tersebut, kemudian di perban, beberapa menit oprasi telah selesai, maira langsung balik karna memang sudah waktunya untuk pulang.. maira mendapat telpon dari sang suami kalu sudah di tunggu di parkiran rumah sakit, maira pun dengan langka gontai menuju mobil suami. senyum suaminya menghilangkan segala beban letih hari ini begitu pun dengan gio.