Dokter William

Dokter William
Tato Gambar Naga Hitam


__ADS_3

"Karena dari pertama Daddy menampar dan menghukum dirimu hingga sekarang membuat mata hatiku terbuka." Jawab Tuan Besar Willy.


"Oh ya satu lagi segala fasilitas milikmu akan aku sita termasuk ke dua anak kandung mu." Ucap Tuan Besar Willy dengan nada dingin dan tegas.


"Sayang, Aku mohon jangan lakukan itu padaku." Mohon istrinya sambil mengeluarkan air mata buayanya.


"Bawa Dia keluar dan berikan Dia hukuman!!" Perintah Tuan Besar Willy.


"Baik Tuan." Jawab kepala pelayan sambil menarik istri Tuan Besar Willy.


"Daddy... Hiks... Hiks... Aku ingin ke kuburan Mommy." Ucap dokter William sambil terisak dan memeluk Tuan Besar Willy.


"Kamu kangen ya sama Mommy." Ucap Tuan Besar Willy yang selalu merindukan istrinya sambil membalas pelukan putranya.


"Iya Dad, kita pergi yuk Dad." Ajak dokter William sambil melepaskan pelukannya.


"Ayo sayang kita pergi." Ucap Tuan Besar Willy yang juga melepaskan pelukannya.


Walau dirinya sudah menikah lagi tapi semua perasaan cinta pada istri pertamanya tidak akan pernah hilang dan tidak akan digantikan oleh siapapun.


Merekapun berjalan ke arah pintu utama sambil saling menggenggam tangan. Tuan Besar Willy berjanji dalam hati mulai sekarang dan seterusnya lebih percaya dengan perkataan putra semata wayangnya.


Tidak lagi dengan apa yang dilihatnya, dimana dirinya dulu selalu percaya dengan segala ucapan dan kesedihan dari istri dan ke dua anak tirinya tentang sifat dokter William yang sangat nakal dan tidak bisa dinasehati.

__ADS_1


Dua belas menit kemudian mereka sudah sampai di kuburan. Mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki gerbang kuburan khusus keluarga sedangkan di gerbang kuburan sebelah khusus penghuni mansion yang sudah meninggal dunia.


Mereka duduk sambil memandangi nisan di mana Mommynya dokter William meninggal dunia. Entah kenapa tiba - tiba dokter William langsung mengeluarkan air matanya mungkin pemilik tubuhnya merasa sangat kehilangan Mommynya di mana Mommynya meninggal dunia dengan cara tragis.


"Hiks... Hiks... Mommy maafkan William yang sudah lama tidak menengok Mommy. William masih ingat dengan tato pria itu Mom dan William berjanji untuk mencari orang yang telah menembak Mommy dan melakukan tindakan pelece*an seksual ketika Mommy meninggal dunia." Ucap dokter William sambil terisak dan menahan amarahnya yang teramat sangat secara bersamaan.


"Sayang, apa yang kamu katakan? Jadi kamu melihat apa yang terjadi ketika Mommy di tembak kemudian di perko*a dalam keadaan Mommy meninggal dunia?" Tanya Tuan Besar Willy sambil menahan amarahnya.


"Iya Dad. William melihat semuanya dari awal mereka masuk ke kamar Mommy dan Daddy sedangkan William bersembunyi di dalam lemari." Jawab dokter William.


"Ceritakan apa yang terjadi saat itu." Pinta Tuan Besar Willy sambil menahan amarahnya.


"Waktu itu Aku tidur di kamar Mommy dan Daddy namun tengah malam Aku dibangunkan Mommy. Aku mendengar ada suara tembakan dan Mommy memintaku untuk masuk ke dalam lemari." Ucap dokter William.


"Mommy mengatakan apapun yang terjadi Aku jangan mengeluarkan suara sedikitpun hingga pintu kamar Mommy dan Daddy di dobrak paksa oleh salah satu dari mereka.  Aku melihat ada empat pria sangar dengan tato gambar naga hitam di leher samping." Sambung dokter William.


'Dari tadi Aku menangis apakah ini perasaan dari pemilik tubuh?' Tanya dokter William dalam hati sambil menghapus air matanya dengan kasar.


"Mommy melawan mereka karena ke tiga pria itu ingin melakukan perbuatan yang sangat tercela. Hingga akhirnya satu orang mati di tembak oleh mereka karena Mommy menjadi tubuh pria itu sebagai tamengnya. " Ucap dokter William dengan air mata kembali keluar.


'Awas saja kalian bertiga akan Aku balas perbuatan kalian.' Sambung dokter William dalam hati sambil menahan amarahnya.


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Tuan Besar Willy sambil memeluk dokter William dari arah samping untuk mengurangi rasa sesak dihatinya dan dokter William pun membalas pelukan Tuan Besar Willy untuk mengurangi rasa sesaknya.

__ADS_1


"Mereka sangat kesal dan menembak Mommy dengan serempak hingga akhirnya Mommy meninggal dunia setelah itu ke dua pria itu melakukan..." Ucap dokter William menggantungkan kalimatnya.


"Setelah itu apa yang terjadi?" Tanya Tuan Besar Willy yang sudah tahu cerita selanjutnya.


"Setelah selesai mereka pergi dari kamar Mommy dan Daddy kemudian tidak berapa lama ponsel milik Mommy berdering. Karena saat itu Aku masih sangat shock membuatku tidak berani untuk keluar dari lemari." Jawab dokter William.


"Hingga deringan ponsel itu berhenti namun tiba - tiba berdering kembali. Aku memberanikan diri untuk keluar dari lemari dan mengangkat telepon yang ternyata Daddy setelah itu aku tidak ingat apa yang terjadi selanjutnya." Ucap dokter William mengakhiri ceritanya.


"Daddy akan menyewa seseorang untuk mencari siapa pria bertato bergambar naga di leher samping." Ucap Tuan Besar Willy sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan dokter William.


"Oh ya Daddy, Aku baru ingat ketika kejadian tersebut mereka di suruh oleh seseorang untuk membunuh Mommy dan Aku." Ucap dokter William yang tiba - tiba ingat.


"Apa???" Teriak Tuan Besar Willy dengan wajah terkejut.


"Iya dad, waktu itu Mommy menanyakan siapa yang menyuruhnya dan akan membayarnya empat kali lipat tapi mereka tidak mau." Ucap dokter William.


"Selama ini Daddy tidak mempunyai musuh." Ucap Tuan Besar Willy sambil berfikir.


"Kita pulang yuk dad, hari semakin panas terlebih William lapar." Ucap dokter William setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Ok." Jawab Tuan Besar Willy singkat sambil berdiri dan diikuti oleh dokter William.


"Oh ya Daddy, bolehkah Aku meminta sesuatu?" Tanya dokter William penuh harap.

__ADS_1


"Minta apa sayang?" Tanya Tuan Besar Willy sambil berjalan berdampingan dengan dokter William.


"Daddy kenapa sih memanggilku dengan sebutan sayang? Akukan sudah Besar." Protes dokter William.


__ADS_2