Dokter William

Dokter William
Bertemu Dengan Sahabat Lama dan Musuh Lama


__ADS_3

("Sudah, Tuan." jawab Arlan).


("Ok, sebentar lagi Aku akan sampai." jawab Ayahnya Katherine).


("Baik Tuan." Jawab Arlan).


Tut Tut Tut


Tanpa menjawab Ayahnya Katherine memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian menyimpan kembali ponselnya secara sepihak.


'Aku tidak akan memaafkan orang yang sudah berani mengusik keluargaku.' Ucap Ayahnya Katherine dalam hati.


Satu Bulan Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya dan wajah Katherine kini sangat cantik dari sebelumnya itu semua berkat ramuan pemberian dokter William.


Sedangkan dokter William yang tahu pelakunya adalah Ibu tirinya membuat dokter William mengatakan ke Tuan Besar Willy. Tuan Besar Willy sangat terkejut dan menyuruh anak buahnya untuk menangkap mantan istrinya.


Tuan Willy memberikan mantan istrinya ke dokter William untuk menerima hukuman berupa racun. Racun tersebut membuat mantan istrinya sangat tersiksa dan tiga hari kemudian mantan istrinya meninggal dunia dengan kondisi tubuh mengeluarkan aroma yang sangat busuk.


Jasad tersebut langsung di buang di sumur yang paling dalam agar tidak menyebarkan aroma busuk disekitarnya. Dokter William dan Tuan Besar Willy hidup bahagia karena tidak ada lagi yang mengusik kebahagiaan mereka.


Teman - teman kuliah yang suka membully pemilik tubuh juga mendapatkan hukuman dari dokter William berdasarkan kesalahan mereka yang dulu pernah diperbuatnya.


Hukuman yang paling berat adalah orang tersebut terbaring di rumah dengan tubuh sulit digerakkan seperti tidak bertulang. Teman kuliah dokter William tidak ada biaya pengobatan karena semua hartanya habis untuk pengobatannya.


Teman kuliah dokter William mendapatkan hukuman karena orang tersebut merupakan provakator di mana selalu mencari masalah dengan pemilik tubuh.


Baik di kampus dan di keluarga pemilik tubuh di mana Teman kuliah dokter William bekerja sama dengan Ibu tiri dan ke dua adik tiri dokter William agar Tuan Besar Willy membenci pemilik tubuh.


"Daddy sudah siap?" Tanya dokter William.


Hari ini dokter William dan Tuan Besar Willy mendapatkan undangan dari Katherine untuk merayakan ulang tahun dokter Farel Sebastian dimana semua keluarga besar Sebastian berkumpul bersama rekan bisnisnya.


Sebenarnya Dokter Farel Sebastian tidak ingin merayakan ulang tahun cukup dengan acara kumpul anggota keluarga Sebastian tapi Katherine memohon untuk merayakannya dengan mengundang rekan bisnis Ayahnya Katherine.


"Sudah. Kita berangkat sekarang." Jawab Tuan Besar Willy.


"Baik, Dad." Ucap dokter William.

__ADS_1


Merekapun pergi meninggalkan mansion menuju ke tempat kediaman dokter Farel Sebastian di mana dokter Katherine menunggu dirinya.


Dokter William tidak sabar untuk bertemu dengan sahabat lama yang bernama dokter Farel Sebastian dan musuh lama yang bernama Belia Kurniawan sekaligus Tantenya bersama keluarga besar Tantenya.


Dikehidupan masa lalu dokter William ingin segera diselesaikan secepat mungkin tanpa memperdulikan kalau Tante dan keluarga Tantenya masih ada hubungan keluarga.


'Hari ini adalah hari di mana Aku akan membuat perhitungan yang telah kalian lakukan pada masa lampau.' Ucap dokter William dalam hati sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.


Tiga puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai dikediaman dokter Farel Sebastian. Banyak tamu undangan berdatangan untuk mengucapkan selamat ulang tahun ke dokter Farel Sebastian.


"Kak William." Panggil Katherine sambil berjalan ke arah dokter William yang berjalan berdampingan dengan Tuan Besar Willy.


"Tuan Farel Sebastian ada di mana?" Tanya dokter William sambil melihat sekeliling ruangan.


"Ada dikamarnya karena tubuhnya sangat lelah." Jawab Katherine sambil mencium punggung tangan Tuan Besar Willy.


"Aku ingin bertemu dengannya." Ucap dokter William.


"Aku akan mengantar Kakak." Ucap Katherine.


"Hallo apa kabar." Sapa orang tua Katherine sambil bersalaman dengan Tuan Besar Willy.


Dokter William mencium ke dua tangan orang tua Katherine secara bergantian.


"Mommy dan Daddy, Katherine mau antar Kak William ke kamar Kakek Buyut." Ucap Katherine.


"Kebetulan Daddy juga mau melihat Kakek Buyut." Ucap Ayahnya Katherine.


"Maaf, Tuan Willy mau ikut kami?" Tanya Ayahnya Katherine.


"Tentu saja." Jawab Tuan Besar Willy.


Mereka berlima berjalan menuju kamar pribadi dokter Farel Sebastian yang terbaring lemah tanpa daya mengingat usianya yang sudah sangat tua.


Ketika masuk ke dalam kamar dokter Farel Sebastian, dokter William diam beberapa saat ketika melihat dokter Farel Sebastian berbaring, tubuhnya kurus dan berkeriput di tambah rambutnya yang nyaris habis di mana hanya menyisakan sedikit uban.


Dokter Farel Sebastian yang merasakan aura sahabatnya datang membuat dokter Farel Sebastian menatap ke arah dokter William.


Dokter William berjalan dengan perlahan ke arah dokter Farel Sebastian hingga dirinya berhenti tepat dihadapannya. Mereka terdiam beberapa saat sedangkan orang tua Katherine menanyakan keadaannya.

__ADS_1


Orang tua Katherine memperkenalkan Tuan Besar Willy dan dokter William kemudian mereka mengobrol hingga dua belas menit kemudian ....


"Aku ingin berbicara pribadi dengan William." Ucap dokter Farel Sebastian dengan suara nyaris tidak terdengar.


"Baik." Jawab kedua orang tuanya Katherine.


Satu persatu pergi meninggalkan kamar dokter Farel Sebastian hingga menyisakan dokter William dan dokter Farel Sebastian.


"Apa kabar Arel." Panggil dokter William.


Arel adalah nama panggilan kesayangan dokter Farel Sebastian di mana hanya orang tua dokter Farel Sebastian dan sahabatnya dokter William yang memanggil nama tersebut.


"Apa kabar Liam." Panggil dokter Farel Sebastian sambil tersenyum.


Dokter William duduk di sisi ranjang kemudian menggenggam tangan dokter Farel Sebastian.


"Kamu berinkarnasi ke tubuh pemuda yang ada dihadapanku?" Tanya dokter Farel Sebastian.


"Benar sekali, selain berinkarnasi Aku ingin membalaskan dendamku karena Tante, Paman dan anaknya telah meracuniku hingga Aku meninggal dunia." Jawab dokter William yang tidak menyembunyikan identitasnya.


"Apa? Tante Belia Kurniawan dan keluarganya meracunimu?" Tanya dokter Farel Sebastian dengan wajah terkejut.


"Tepat sekali karena itu Aku ingin membuat perhitungan dengan mereka." Jawab dokter William sambil menahan amarahnya.


"Tante Belia dan keluarganya sangat jahat sekali padahal dulu mereka sering kamu bantu bahkan kamu memberikan rumah dan aset berharga agar kehidupan mereka terjamin." Ucap dokter Farel Sebastian dengan wajah tidak percaya kalau Belia Kurniawan sangat jahat.


"Benar sekali karena itu Aku akan membalas dendam terhadap mereka tanpa memperdulikan kalau kami masih ada hubungan saudara." Ucap dokter William.


"Liam, apakah kamu tahu?" Tanya dokter Farel Sebastian.


"Tahu apa?" Tanya dokter William balik bertanya.


Ketika Farel ingin berbicara tiba - tiba dokter Farel Sebastian batuk - batuk hingga mengeluarkan darah berwarna hitam.


"Arel, kenapa darahmu berwarna hitam?" Tanya dokter William dengan wajah terkejut sambil mengecek nadi dokter Farel Sebastian.


"Aku juga tidak tahu dan dadaku sering sesak seperti sulit untuk bernafas, tolong ambilkan oksigen." Pinta dokter Farel Sebastian sambil menunjuk ke arah atas meja di mana ada oksigen.


"Tidak perlu, Aku akan mengeluarkan racun di dalam tubuhmu." Ucap dokter William sambil menempelkan ke dua tangannya ke dada dokter Farel Sebastian.

__ADS_1


"Aku keracunan?" Tanya dokter Farel Sebastian dengan wajah terkejut sambil berusaha mengambil udara sebanyak mungkin.


__ADS_2