
Setelah hampir setengah jam akhirnya Ririn sudah sampai di rumah minimalis kemudian Ririn mengambil kunci rumah yang di simpan di dalam tasnya. Ririn masuk ke dalam rumah dan menyimpan semua barang berharganya di tempat yang tidak di duga oleh perampok.
'Barang yang Aku simpan di sini pasti aman karena letaknya tersembunyi dan tidak ada orang yang tahu. Sekarang Aku akan mengirim pesan ke temanku untuk mengobati lukaku karena mulutku sakit sekali jika harus pergi ke rumah sakit. Aku akan memberikan satu toko kecil sebagai bayarannya.' Ucap Ucap Ririn dalam hati.
'Selain itu Aku juga akan meminta ke temanku untuk membuatkan racun lagi karena racun yang Aku pesan di bawa oleh ke dua anak sia*an itu. Semoga ke dua putra mati dengan cara mengenaskan.' Ucap Ririn dalam hati sambil menahan amarahnya.
Ririn sangat kesal terhadap ke dua putranya karena selama ini dirinya berjuang seorang diri mengurus ke dua putranya sedangkan suaminya selingkuh dengan wanita lain.
Hingga akhirnya dirinya menikah dengan seorang duda kaya raya dengan cara yang sangat licik. Dirinya selalu memanjakan ke dua anaknya namun balasannya dirinya di tinggalkan di tempat pembuangan sampah membuat Ririn mengutuk ke dua anaknya.
'Seandainya saja Aku tahu kalau sifat ke dua anakku sama seperti sifat Ayahnya sudah lama mereka Aku bunuh sebagai pelampiasan amarahku terhadap pria brengs*k itu.' Ucap Ririn.
Jederrr
Jederr
Tiba - tiba terdengar suara halilitar saling bersahutan padahal masih siang hari dan matahari sangat terik. Ririn yang mendengar suara halilintar saling bersahutan hanya tersenyum devil.
'Semoga doaku dikabulkan.' Ucap Ririn dalam hati yang tidak ada rasa empati sedikitpun.
__ADS_1
Amarah dan kebencian terhadap ke dua putranya yang meninggalkan dirinya membuat Ririn sangat membencinya dan segala sumpah serapah diucapkan oleh Ririn.
Setelah hampir lima belas menit marah - marah yang tidak jelas namun dalam hati karena jika berbicara mulut Ririn terasa sakit. Ririn mengirim pesan ke temannya setelah beberapa saat kemudian Ririn sudah selesai mengirim pesan dan menyimpan kembali ponselnya di meja dekat ranjang kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor.
Di tempat yang berbeda Kelik dan Moko masih mencari kontrakan karena lelah dan badannya bau Kelik dan Moko menyewa penginapan untuk membersihkan diri dan istirahat.
Selesai mandi dan memakai pakaian santai Kelik dan Moko keluar dari penginapan tersebut untuk mencari makanan hingga tanpa di sadari oleh Kelik dan Moko empat orang pria tersebut mengikuti dirinya hingga di tempat sepi pria itu membekap mulut Kelik dan Moko.
Kelik dan Moko berusaha memberontak tapi tenaganya kalah jauh hingga beberapa saat kemudian Kelik dan Moko tidak sadarkan diri. Ke empat pria itu membawa Kelik dan Moko ke dalam mobil dan membawanya ke suatu tempat di pinggiran kota.
Dua puluh lima menit kemudian mobil itu sampai di mansion yang sangat luas kemudian keempat orang tersebut membawanya ke dalam mansion dengan diikuti oleh kepala pelayan yang tadi berdiri di depan pintu utama.
"Tuan Muda ada di kamarnya dan langsung bawa saja ke ruang oprasi." Ucap kepala pelayan.
"Ok." Jawab salah satu dari mereka.
Ke empat pria itupun membawa Kelik dan Moko ke ruang oprasi sedangkan kepala pelayan menaiki anak tangga menuju ke kamar Tuan Muda hingga kepala pelayan sudah sampai di depan pintu.
Kepala pelayan mengetuk pintu setelah ada perintah barulah kepala pelayan membuka pintu kamar Tuan Muda.
__ADS_1
"Tuan Muda, Tuan Jono bersama ke tiga anak buahnya membawa dua pria yang akan di ambil organnya dan sekarang berada di ruang oprasi." Ucap Kepala Pelayan.
"Bagus." Ucap pemuda tampan tersebut.
"Kalau begitu, Saya permisi dulu Tuan Muda." Pamit kepala pelayan.
"Pergilah." Ucap pemuda tersebut.
"Baik Tuan Muda." Jawab Kepala Pelayan yang tidak marah karena sudah terbiasa dengan sikap arogant bosnya.
Kepala Pelayan itupun pergi meninggalkan Tuan Muda sedangkan Tuan Muda itu keluar dari kamarnya menuju ke ruang oprasi. Sampai di ruang oprasi Tuan Muda menatap ke arah Kelik dan Moko dengan tatapan membunuh.
"Dulu kalian berdua begitu sombong, menghinaku dan merendahkan diriku tapi sekarang Aku akan membalas semua rasa sakit ku ini." Ucap Tuan Muda dengan tatapan membunuh.
"Terlebih kalian sangat berharga." Sambung Tuan Muda sambil tersenyum miring.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul:
__ADS_1