
"Apakah tadi di bekap dengan obat bius? Tanya Tuan Muda tersebut.
Ke empat pria yang tadi membekap mulut Kelik dan Moko membawanya ke ruang oprasi sambil menunggu kedatangan Tuan Muda.
"Benar Tuan Muda." Jawab salah satu pria itu.
"Kerja Kalian sangat bagus dan Aku sangat puas dengan pekerjaan Kalian." Ucap Tuan Muda.
"Terima kasih Tuan Muda." Jawab ke empat pria tersebut dengan serempak.
"Panggil dokter dan perawat untuk datang ke sini!" Perintah Tuan Muda.
"Baik Tuan Muda." Jawab ke empat pria tersebut.
Ke empat pria tersebut langsung pergi meninggalkan ruang oprasi sedangkan Tuan Muda berjalan ke arah meja kemudian mengambil gunting yang terletak di atas meja dekat ranjang.
Tuan Muda kemudian menggunting semua pakaian yang melekat di tubuh Kelik dan Moko hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian meletakan kembali guntingnya bersamaan pintu ruang oprasi terbuka.
Tuan Muda tersebut tahu kalau yang datang dokter dan empat perawat sambil mendorong troli yang berisi botol untuk penyimpanan organ tubuh manusia.
__ADS_1
Tuan muda itupun perlahan membedah tubuh Kelik sedangkan dokter satunya yang baru saja datang membedah tubuh Moko yang masih terpengaruh obat bius. Kelik dan Moko hanya bisa mendesis menahan rasa sakit namun matanya sepertinya sangat berat untuk membuka matanya membuat Tuan Muda tersenyum devil.
"Sssakit." Ucap Kelik dan Moko merintih kesakitan.
Cipratan darah mengenai tangan dan tubuh Tuan Muda tapi Tuan Muda dan dokter tersebut tidak memperdulikan rintihan Kelik dan Moko membuat Kelik dan Moko memaksakan membuka matanya tapi sayang hanya bayangan seorang pria yang tidak begitu jelas.
Hingga tidak berapa lama Kelik dan Moko kembali tidak sadarkan diri hingga hampir dua puluh satu menit kemudian oprasi sudah selesai bersamaan Kelik dan Moko meninggal dunia.
"Buang mayatnya seperti biasanya." Ucap Tuan Muda tersebut.
"Baik Tuan Muda." Jawab ke empat perawat tersebut dengan serempak.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda sepeninggal ibu tiri dan ke dua adik tiri kehidupan Tuan Besar Willy terlebih dokter William berjalan dengan tenang.
Dokter William rajin meminum obat pelangsing dan berat badannya semakin lama semakin menyusut dari seratus kilo lebih kini turun menjadi sembilan puluh lima kilo.
"Tubuhku masih sangat gendut tapi badanku terasa mulai ringan." Ucap dokter William.
__ADS_1
"Tapi Aku ingin menuruni tubuhku minimal enam puluh kilo. Berarti masih tiga puluh lima kilo lagi Aku harus menuruni berat badanku." Sambung dokter William sambil melihat timbangannya.
"Sebenarnya Aku belum puas menyiksa mereka tapi sudahlah yang terpenting mereka sudah terusir dari mansion ini." Sambung dokter William.
Karena lelah dokter William berjalan ke arah ranjang untuk istirahat sebab besok pagi dirinya ingin berolah raga agar tubuhnya langsing dan sangat nyaman jika berjalan.
Malam menjelang pagi seperti biasa dokter William bangun pagi dan membasuh wajahnya kemudian menyikat gigi. Setelah selesai barulah dokter William keluar kamar menuju ke tempat ruangan olah raga.
xxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda Kelik dan Moko melihat ke sekeliling ruangan yang terasa asing hingga dirinya melihat dua orang pria yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya namun terlihat sangat pucat dan berlumuran darah.
"Apa yang terjadi? Kenapa dua orang itu mirip dengan kami?' Tanya Kelik dan Moko dengan serempak sambil berusaha mengingat apa yang telah terjadi.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1