Dokter William

Dokter William
Kehebatan Dokter William


__ADS_3

"Ada di tasku." Ucap Katherine sambil berusaha menetralkan jantungnya yang berdetak kencang karena tubuh mereka menyatu yang hanya dihalangi oleh pakaian mereka masing - masing.


Dokter William mengambil tas milik Katherine yang ada di sampingnya sedangkan Katherine merasakan ada yang mengganjal sepertinya tombak sakti milik dokter William bertambah tegang karena tanpa sadar tubuh dokter William bergerak.


Dokter William tersandar atas apa yang dilakukannya tapi karena saat ini pikirannya ingin menembak musuhnya yang berani menyerang mereka membuat dokter William menghilangkan pikiran mesumnya.


Setelah ketemu dokter William menggulingkan tubuhnya kemudian berlutut di karpet dan mengarahkan pistol tersebut ke orang yang menembak sedangkan Ayahnya Katherine gagal menembak karena musuhnya sangat pintar bersembunyi.


Dor


"Akhhhhhhhhhhhh." Teriak pria itu ketika tembakan dokter William berhasil mengenai keningnya.


Bruk


Pria itupun langsung mati seketika membuat orang tua Katherine dan Katherine terkejut karena dengan sekali tembakan dokter William berhasil menembaknya dengan tepat.


Sedangkan dokter William menatap ke sekeliling dan melihat ada seseorang yang berada di atas pohon. Pria itu mengarahkan pistolnya ke arah Ayahnya Katherine membuat dokter William mengarahkan pistolnya ke pria tersebut.


Dor


"Akhhhhhhhhhhhh." Teriak pria itu ketika tembakan dokter William berhasil mengenai keningnya.


Bruk


Pria itupun langsung jatuh dari pohon dan mati seketika, hal itu membuat orang tuanya Katherine dan Katherine lagi - lagi terkejut karena dengan sekali tembakan dokter William berhasil menembaknya dengan tepat.


Sedangkan dokter William langsung menekan tombol kaca jendela mobil dan langsung otomatis kaca mobil tertutup yang berada di samping Katherine.


"Katherine duduklah." Ucap dokter William.


Tanpa menjawab Katherine langsung duduk kemudian dokter William yang tadi berlutut kembali duduk di samping Katherine namun lagi - lagi dengan mata elangnya dokter William melihat ada orang yang mengarahkan pistolnya ke arah Ibunya Katherine dan dirinya karena kaca jendela mobil terbuka.


"Paman, ada orang yang ingin menembak Tante dan Aku. Paman tembak di arah jam tiga sedangkan Aku di arah jam sembilan." Ucap dokter William sambil mengarahkan pistolnya ke arah orang yang ingin menembak dirinya.


Dor


Dor


"Akhhhhhhhhhhhh." Teriak ke dua pria itu bersamaan ketika tembakan dokter William dan Ayahnya Katherine berhasil mengenai keningnya.


Bruk


Bruk


Ke dua pria itu pun langsung mati seketika kemudian Ayahnya Katherine menekan tombol dan otomatis jendela mobil di samping kanan dan kiri serta samping dokter William tertutup dengan rapat.


Ayahnya Katherine yang sangat kesal menghubungi keluarga besarnya untuk meminta bantuan mengingat mereka tidak bisa keluar dari tempat itu.


Hal itu dikarenakan bantuan dari para penjahat berdatangan dan mobil miliknya di hadang oleh mobil yang baru datang hal itu tentu saja membuat para anak buahnya terdesak.


"Paman, mereka semakin terdesak karena para penjahat bertambah lagi jumlahnya. Apakah Paman atau Katherine mempunyai senjata selain tembakan?" Tanya dokter William.


"Paman adanya hanya ini." Ucap Ayahnya Katherine sambil memberikan pistol.


"Kalau Aku selain pistol ada juga ini." Ucap Katherine sambil memberikan benda seukuran telapak tangan.

__ADS_1


"Caranya bagaimana Katherine?" Tanya dokter William dengan wajah bingung.


Katherine mengajari cara menggunakannya dan dokter William langsung mengerti. Dokter William menarik tuas dan ajaib benda seukuran telapak tangan berubah menjadi tongkat kemudian dokter William memegang tongkat tersebut.


"Aku akan bawa ini saja." Ucap dokter William.


"Paman sambil menunggu bantuan, Aku akan membantu mereka." Sambung dokter William.


"Di luar sangat berbahaya lebih baik kamu di dalam saja." Ucap Katherine yang merasa kuatir dengan keselamatan  dokter William.


"Benar kata Katherine lebih baik kamu di dalam saja." Jawab Ibunya Katherine yang melihat para penjahat semakin bertambah banyak.


"Maaf Paman, Tante dan Katherine kalau kita menunggu kasian mereka yang telah membantu kita." Ucap dokter William sambil keluar dari mobil dengan membawa tongkat.


Dokter William menutup pintu mobil dengan rapat kemudian berjalan ke arah mereka di mana para penjahat mengeroyok anak buah Ayahnya Katherine.


Dokter William langsung memukul para lawan yang menyerang anak buah Ayahnya Katherine. Gerakkan yang sangat lincah membuat para anak buahnya yang terdesak merasa terbantu.


Satu persatu para penjahat berteriak kesakitan dan ambruk seketika, ketika mereka menerima pukulan demi pukulan dari tongkat milik dokter William.


Gerakkan dokter William tidak luput dari pandangan orangtuanya Katherine dan Katherine. Mereka sangat kagum dengan kelincahan dan kehebatan dokter William.


Hingga menyisakan empat penjahat yang masih bertahan dan tidak berapa lama bantuan datang dan tidak membutuhkan waktu lama para musuh babak belur.


Dokter William yang melihat para penjahat babak belur langsung berjalan ke arah ke dua bodyguard milik Tuan Besar Willy yang masih tergeletak di tengah jalan.


"Aku akan obati Paman di mansion." Ucap dokter William sambil membantu salah satu untuk berdiri.


"Terima kasih Tuan Muda." Jawab sopir tersebut yang merangkap sebagai bodyguard.


"Maaf Tuan Muda, biar kami saja yang membantunya berdiri." Ucap salah satu anak buah Ayahnya Katherine.


"Baik, tolong di bawa ke mobilku Paman." Pinta dokter William sambil menunjuk ke arah mobil milik Tuan Besar Willy.


"Baik Tuan Muda." Jawab salah satu anak buah Ayahnya Katherine.


Mereka berempat membantu ke dua bodyguard dokter William menuju ke arah mobil milik Tuan Besar Willy sedangkan dokter William mengikuti mereka dari arah belakang namun baru beberapa langkah dokter William di panggil oleh Ibunya Katherine membuat dokter William membelokkan arahnya ke arah kiri.


"Ada apa Tante?" Tanya dokter William dengan nada lembut.


"Ikutlah kami, biarkan kami yang mengantarmu pulang." Jawab Ibunya Katherine dengan nada lembut.


"Maaf Tante, Aku ingin mengobati ke dua bodyguard Daddy di mansion." Jawab dokter William.


"Kenapa tidak di rumah sakit saja?" Tanya Ibunya Katherine penasaran begitu pula dengan suami dan Katherine.


"Kebetulan sekali Aku mengerti tentang pengobatan jadi Aku ingin mengobatinya." Jawab dokter William.


"Kak William masuklah ke dalam mobil." Ucap Katherine dengan nada kesal karena malas berlama berada di tempat itu.


"Ayo sayang masuk." Pinta Elisabeth dengan nada lembut.


"Baik Tante." Jawab dokter William dengan nada masih lembut walau dalam hatinya sangat kesal dengan ucapan ketus Katherine.


Dokter William pun membuka pintu mobil kemudian naik ke dalam mobil. Ayahnya Katherine mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dan selama dalam perjalanan mereka saling diam tanpa ada yang bicara sedikitpun.

__ADS_1


Dokter William yang tadi meminjam tongkat milik Katherine berusaha mengembalikan ke dalam bentuk semula tapi tidak bisa membuat Katherine memegang ke dua tangan dokter William.


"Caranya seperti ini kalau kembalikan seperti semula." Ucap Katherine sambil memeluk dokter William dari arah belakang karena posisi dokter William membelakangi Katherine.


Ke dua jantung mereka berdetak kencang terlebih hembusan nafas Katherine yang menyejukkan membuat dokter William diam membatu. Sedangkan Katherine menghirup bau harum maskulin milik dokter William.


"Ehem..." Ucap Ayahnya Katherine berupa deheman.


Katherine yang tersadar langsung melepaskan pelukannya kemudian menarik tubuhnya sambil mendorong perlahan tubuh dokter William. Sedangkan dokter William berusaha bersikap biasa saja sambil menetralkan jantungnya.


Katherine menatap kesal ke arah Ayahnya sedangkan Ayahnya yang melihat tatapan kesal putrinya hanya bisa menahan tawa sedangkan istrinya hanya menggelengkan kepalanya.


"Nama mansionnya apa?" Tanya Ibunya Katherine.


Dokter William menyebutkan nama mansionnya sedangkan Ibunya Katherine hanya menganggukkan kepalanya. Ayahnya Katherine mengendarai mobil ke arah mansion yang dikatakan oleh dokter William.


"Kak William tinggal di sana?" Tanya Katherine setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Tidak itu mansion mau Aku gunakan untuk tempat penyimpanan bahan - bahan berbagai jenis tanaman dan sekaligus membuat berbagai jenis obat - obatan." Jawab dokter William.


"Aku mempunyai rencana halaman belakang mau aku tanami segala macam tanaman obat jadi bisa menghemat pengeluaran apalagi sayang kalau halaman belakang yang luas itu tidak dipergunakan sama sekali." Sambung dokter William penuh semangat.


"Sepertinya kamu tahu tentang jenis obat? Belajar dari mana?" Tanya Ibunya Katherine.


"Belajar dari... (menjeda kalimatnya) ... membaca buku tentang berbagai jenis obat - obatan." Jawab dokter William.


'Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kalau aku adalah William si dokter genius yang masuk ke tubuh orang yang sudah mati.' Ucap dokter William dalam hati.


"Masih muda sangat hebat hanya membaca buku langsung mengerti." Puji Ibunya Katherine.


"Terima kasih Tante atas pujiannya." Ucap dokter William.


"Jangan panggil Tante tapi panggillah Mommy sama seperti Katherine memanggilku dengan sebutan Mommy." Ucap Ibunya Katherine yang ingin menjodohkan putrinya dengan dokter William.


"Jangan panggil Paman tapi panggillah Daddy sama seperti Katherine memanggilku dengan sebutan Daddy." Ucap Ayahnya Katherine yang juga ingin menjadikan dokter William menjadi menantunya.


Dokter William memalingkan wajahnya ke arah samping dan Katherine hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju kemudian dokter William menatap ke arah Ibunya Katherine yang sedang menatap ke arah dirinya.


"Baik Mommy dan Daddy." Jawab dokter William sambil tersenyum.


"Terima kasih sayang, mulai sekarang kamu adalah putra kami.Kamu maukan menjadi putra kami?" Tanya Ibunya Katherine penuh harap.


"Kalau Katherine tidak keberatan, Aku bersedia tante eh Mommy." Jawab dokter William yang belum terbiasa dengan memanggil Mommy.


"Katherine tentu saja tidak keberatan, benar bukan Katherine?" Tanya Ibunya Katherine sambil memberikan kode ke arah Katherine.


"Tentu saja tidak." Jawab Katherine.


Dokter William hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka kembali terdiam karena bingung ingin bicara apa.


"Oh ya William sudah mempunyai kekasih?" Tanya Ibunya Katherine sambil menatap ke arah dokter William begitu pula dengan Katherine dan Ayahnya Katherine.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2