
"Benar bekerja sama. Aku ingin kalian taburkan isi botol ini ke dalam makanan dan minuman Tuan Besar Willy." Ucap Ririn sambil mengeluarkan botol kecil dan diberikan ke pelayan.
"Apakah Tuan Besar Willy langsung ma*i?" Tanya pelayan itu sambil memegang botol kecil tersebut.
"Tidak, obatnya sampai habis barulah pria brengs*k itu mati tanpa diketahui oleh siapapun termasuk dokter." Jawab Ririn.
"Jika kami berhasil kami mendapatkan apa?" Tanya bodyguard tersebut.
"Kalian akan mendapatkan mansion, perusahaan cabang dan tanah." Ucap Ririn.
'Dalam mimpi.' Sambung Ririn dalam hati yang tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
"Baik, kami setuju." Jawab mereka dengan serempak.
"Bagus, hari ke tujuh Aku akan datang melayat dan berpura - pura menangis." Ucap Ririn.
"Berarti hari ke tuhuh Tuan Besar Willy bisa dipastikan sudah..." Ucap bodyguard menggantungkan kalimatnya sambil jari telunjuknya di arahkan ke ujung leher kiri menuju ke ujung leher kanan.
"Tepat sekali." Jawab Ririn.
__ADS_1
"Stttt... Makanan sudah mau datang dan simpan botolnya." Ucap Ririn yang tidak ingin rencana jahatnya di ketahui oleh orang lain.
"Ok." Jawab pelayan dengan singkat sambil menyimpan botol kecil tersebut ke dalam tasnya.
Makanan pun datang dan mereka makan dalam diam hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Ririn langsung melambaikan tangannya ke arah pelayan untuk meminta tagihan.
"Kita ketemu seminggu lagi dan Aku harap ketika Aku datang sudah mendapatkan berita yang sangat bagus." Ucap Ririn.
" Tenang saja serahkan padaku karena aku diberikan kepercayaan untuk mengurus makan Tuan Besar Willy dan Tuan Muda William." Jawab pelayan tersebut.
"Bagus." Jawab Ririn dengan singkat.
"Kenapa obatnya tidak dikasihkan semuanya ke dalam makanan?" Tanya bodyguard yang ingin secepatnya Tuan Besar Willy dan dokter William cepat - cepat meninggal dunia.
Pelayan dan bodyguard tersebut hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Tidak berapa lama pelayan datang sambil membawa tagihan yang harus di bayar dan Ririn membayar semua makanan dan minuman yang di makan oleh mereka bertiga.
Selesai makan mereka berpamitan dan pergi meninggalkan rumah makan menuju ke tempat tujuan masing - masing dengan perasaan bahagia terlebih dengan Ririn karena sebentar lagi keinginan untuk menguasai harta kekayaan milik Tuan Besar Willy akan segera terlaksana.
Tiga Hari Kemudian
__ADS_1
Seperti biasa Tuan Besar Willy pergi ke kantor dengan di antar oleh bodyguard yang merangkap sebagai sopir menuju ke perusahaan milik keluarganya dari turun temurun sedangkan dokter William pergi ke kampus dengan ditemani oleh bodyguard sekaligus sopir pribadi dokter William.
Tubuh dokter William tidak lagi segendut dulu hal itu dikarenakan obat yang di buatnya, rutin di minum tiap hari dan di tambah sering berolah raga membuat dokter William langsing dan semakin bertambah tampan karena meminum obatan herbal buatannya.
Kulitnya yang dulu ada bekas cambukan kini bersih tanpa bekas hal itu membuat teman kampusnya khususnya para mahasiswa sangat iri dengan ketampanan dokter William.
Berbeda para gadis di mana yang dulu suka menghina dan sering membully dokter William kini mengikuti langkah dokter William sambil menggodanya dan tersenyum manis.
Seperti biasa dokter William tidak pernah memperdulikan hingga akhirnya dokter William bertemu seorang gadis cantik berjalan mendekati dirinya.
"Kamu William?" Tanya gadis cantik tersebut dengan nada kurang yakin.
"Benar. Aku William, kamu siapa?" Tanya dokter William balik bertanya.
"Apakah kamu sudah lupa denganku? Aku mahasiswi yang sangat cantik sekaligus idola kampus yang dulu hingga sekarang selalu kamu kejar - kejar." Ucap mahasiswi itu dengan narcis.
"Masa? Kok Aku tidak ingat." Jawab dokter William dengan nada cuek.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :