Dokter William

Dokter William
Dari mana kamu tahu


__ADS_3

"Jujur Saya katakan memang benar Tuan Besar Willy. Tuan Muda William berbeda dengan yang dulu." Ucap Rey yang merasakan banyak perubahan pada diri dokter William.


"Iya benar. Aku merasakan dulu putraku selalu melawanku dan ucapannya sangat pedas. Setiap perintahku selalu di langgar dan hal itu membuatku sering menghukumnya tapi beberapa hari ini William sangat patuh." Ucap Tuan Besar Willy.


"Hal itulah membuat Aku menyadari akan semua kesalahanku kalau ternyata putraku melakukan semua itu karena istri yang Aku nikahi ternyata mengadu domba agar Aku membenci putra kandungku." Sambung Tuan Besar Willy.


"Maaf Tuan Besar Willy, sebenarnya Tuan Muda William sering diperlakukan buruk oleh Nyonya Besar, Tuan Muda Kelik dan Tuan Muda Moko karena itulah Tuan Muda William menjadi pribadi yang membangkang." Ucap Rey menjelaskan.


Tuan Besar Willy yang mendengar ucapan Rey sangat terkejut sekaligus marah secara bersamaan karena Rey baru mengatakan sekarang.


"Kenapa kamu tidak mengatakan hal itu padaku, hah!!!" Bentak Tuan Besar Willy sambil menggebrak meja.


"Maaf Tuan Besar Willy, jika Saya mengatakan hal yang sebenarnya, apa Tuan Besar Willy percaya padaku? Sudah beberapa orang yang mengatakan pada Tuan Besar Willy tapi Tuan Besar Willy tidak percaya malah percaya pada Nyonya Besar kalau mereka berbohong dan akhirnya Tuan Besar Willy memecat mereka. Saya hanya bisa diam - diam membantu Tuan Muda William ketika Tuan Muda William mendapatkan perlakuan buruk dari Nyonya Besar, Tuan Muda Kelik dan Tuan Muda Moko." Ucap Rey menjelaskan.


Tuan Besar Willy yang awalnya marah dan membentak Rey hanya diam seribu bahasa karena apa yang dikatakan oleh Rey benar adanya. Karena selama ini dirinya selalu percaya dengan apa yang dikatakan oleh istri dan ke dua anak tirinya membuat Tuan Besar Willy memegangi dadanya dengan ke dua tangannya karena dadanya terasa sangat sesak.


"Rey, dadaku sakit." Ucap Tuan Besar Willy dengan wajah mulai memucat.


"Tuan Besar Willy." Panggil Rey dengan wajah panik sambil berdiri dan berjalan dengan langkah cepat ke Tuan Besar Willy.


Bruk


Tuan Besar Willy langsung ambruk di kursi kebesarannya dan langsung tidak sadarkan diri. Rey dengan bersusah payah menggendong Tuan Besar Willy yang lumayan berat menuju ke ruang istirahat yang kebetulan ada di ruang kerja milik Tuan Besar Willy.

__ADS_1


Hingga akhirnya mereka sudah sampai di ruang istirahat, Rey perlahan membaringkan Tuan Besar Willy di ranjang kemudian berjalan dengan langkah cepat untuk keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruangan tempat dokter William yang sedang meracik obat.


Rey membuka pintu dengan kasar membuat dokter William sangat terkejut dan menatap Rey dengan tatapan bingung.


"Ada apa Paman? Mana Daddy?" Tanya dokter William sambil meletakkan obat yang sudah jadi di atas meja.


"Tuan Besar Willy pingsan Tuan Muda." Jawab Rey sambil mengatur nafasnya karena berjalan dengan cepat.


"Apa?? Di mana Daddy sekarang?" Ucap dokter William panik sambil berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.


"Di ruangan kerja. Tuan Muda tolong ikuti aku." Pinta Rey.


"Baik." Jawab dokter William dengan singkat.


Rey  kembali berjalan dengan langkah cepat dan diikuti oleh dokter William menuju ke ruang kerja Tuan Besar Willy. Mereka berdua masuk ke dalam ruang istirahat dan melihat Tuan Besar Willy masih setia memejamkan matanya.


"Paman, tolong lepaskan sepatu dan kaos kaki Daddy." Pinta dokter William sambil membuka kancing jas kemudian melepaskannya.


"Baik Tuan Muda." Jawab Rey sambil membuka sepatu dan kaos kaki Tuan Besar Willy.


Dokter William melepaskan dasi Tuan Besar Willy kemudian membuka kancing kemeja sebanyak 3 kancing kemudian mulai menekan dada Tuan Besar Willy hingga beberapa saat menit kemudian Tuan Besar Willy perlahan membuka matanya.


"Uhuk .... Uhuk ... Uhuk."

__ADS_1


Tuan Besar Willy langsung terbatuk - batuk sedangkan dokter William langsung mengambil botol minuman yang tergeletak di meja dekat ranjang kemudian mengangkat perlahan tubuh Tuan Besar Willy dan memberikan botol minuman tersebut.


"Di minum dad." Ucap dokter William.


"Terima kasih sayang." Jawab Tuan Besar Willy sambil menerima botol minuman dan langsung meminumnya hingga habis tanpa sisa.


"Sebenarnya apa yang terjadi, Dad?" Tanya dokter William penasaran.


"Maafkan Daddy jika selama ini Daddy tidak mengetahui kalau wanita ular itu sangat jahat padamu dan percaya saja dengan wanita ular itu." Ucap Tuan Besar Willy merasa sangat bersalah sambil menggenggam tangan dokter William dan menatapnya dengan tatapan sendu.


"Sudahlah Dad, lupakan masa lalu karena yang terpenting sekarang Daddy sudah sadar kalau wanita ular itu sangat jahat sama William begitu dengan ke dua anak dari wanita ular itu." Ucap dokter William yang enggan menyembut namanya.


"Kamu memang sangat baik mau memaafkan Daddy dan menyuruh Daddy untuk melupakannya agar Daddy tidak merasa bersalah, sifat mu sama seperti mendiang Mommymu." Ucap Tuan Besar Willy.


"Apa yang akan Daddy lakukan dengan wanita ular itu?" Tanya dokter William berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Daddy akan bercerai dengan wanita ular itu dan mengusir mereka bertiga dari mansion tanpa uang sepeserpun." Jawab Tuan Besar Willy.


"Rey hubungi pengacara untuk mengurus perceraian ku dengan wanita ular itu dan usahakan bagaimana caranya agar wanita ular itu tidak mendapatkan sepeserpun uangku ataupun aset berhargaku terlebih ke dua anaknya." Ucap Tuan Besar Willy.


"Baik Tuan Besar Willy." Jawab Rey penuh semangat.


Rey sangat bahagia karena kini Tuan Besar Willy mata hatinya telah terbuka dan dirinya juga sangat bahagia sebab ketiga orang jahat itu tidak mendapatkan apa - apa.

__ADS_1


"Daddy, Aku akan membuat obat agar jantung Daddy kuat jadi kalau ada masalah berat Daddy tidak terkena penyakit jantung lagi." Ucap dokter William.


"Dari mana kamu tahu kalau Daddy sakit jantung?" Tanya Albert penasaran begitu pula dengan Rey.


__ADS_2