Dokter William

Dokter William
Dokter Farel Sebastian


__ADS_3

"Lakukanlah." Jawab Katherine yang ingin cepat sembuh di mana dirinya ingin bisa berjalan dengan normal tanpa perlu menggunakan kursi roda.


Dokter William tidak menjawab ucapan Katherine, dokter William mulai mencari kembali titik syaraf. Hingga tidak beberapa lama kemudian Katherine kembali berteriak kesakitan untuk yang sekian kalinya.


Setelah Katherine beberapa kali berteriak kesakitan akhirnya selesai sudah rasa kesakitan yang teramat sangat bersamaan dokter William sudah selesai membuka titik syaraf.


"Sudah selesai." Ucap dokter William.


"Setelah ini apakah ada pemeriksaan untuk yang ke dua kalinya?" Tanya Ayahnya sambil tersenyum bahagia karena putrinya sebentar lagi bisa berjalan dengan normal tanpa memerlukan kursi roda begitu pula dengan istrinya.


"Besok atau lusa bisa menemui ku untuk pengobatan selanjutnya." Ucap dokter William tanpa sadar.


Dokter William berfikir dirinya bekerja sebagai dokter waktu di kehidupan sebelumnya sehingga tanpa sadar mengatakan hal tersebut.


"Dokter William praktek di sini? Maaf kok tidak pakai seragam dokter? Ruangannya di mana?" Tanya Ayahnya Katherine dengan beruntun.


'Aduh kenapa Aku bisa lupa kalau pemilik tubuh ini bukan seorang dokter.' Ucap dokter William dalam hati merutuki kebodohannya.


"Maaf maksudnya, jika ingin melakukan pengobatan yang ke dua kalinya bisa hubungi nomer ponselku karena kebetulan Aku berteman baik dengan Kak William." Ucap dokter Bela memperbaiki perkataan dokter William.

__ADS_1


"Lho kok nomer dokter? Seharusnya nomer Nak William." Ucap Ibunya Katherine.


'Aku ingin menjodohkan putriku dengan pemuda ini karena Aku merasa kalau pemuda ini sangat baik.' Sambung Ibunya Katherine dalam hati.


"Maaf, masalahnya Kak William bukan dokter sedangkan Aku dokter di mana jika ingin buat janji dengan Kak William harus lewat Aku dulu. Jadi Tuan dan Nyonya serta Nona bisa datang ke sini." Ucap dokter Bela sambil menahan amarahnya.


Dokter William yang mengerti maksud perkataan dokter Bela membuat dokter William menyela dokter Bela sebelum dokter Bela berbicara.


"Aduh maaf. Sebenarnya Aku tidak bisa datang secara mendadak karena Aku juga sibuk mengurus toko pengobatan. Seperti sekarang ini, Aku harus pergi ke tokoku untuk meracik obat." Ucap dokter William.


"Kalau begitu Aku pamit dulu." Ucap dokter William sambil menundukkan kepalanya sebentar ke arah ke dua orang tuanya Katherine.


Tiba - tiba Katherine memberikan ponselnya ke dokter William hal itu membuat dokter William bingung dengan apa yang dilakukan oleh Katherine.


Tanpa menjawab ucapan Katherine, dokter William menerima ponsel milik Katherine dan mengetik nomer ponselnya setelah selesai dokter William memberikan ponsel milik Katherine.


"Sudah." Jawab dokter William.


"Maaf, berapa ya?" Tanya Ibunya Katherine.

__ADS_1


"Maaf maksudnya? Berapa apa?" Tanya dokter William pura - pura tidak mengerti.


"Biaya pengobatan putri kami." Jawab Ayahnya Katherine.


"Tidak perlu membayarku karena Aku murni hanya menolongnya." Ucap dokter William.


"Tapi kami tidak mau ada hutang." Ucap Ayahnya Katherine.


"Kalau mau membayar ku berikan uang itu ke orang yang membutuhkannya." Ucap dokter William.


"Tapi tetap saja kami merasa tidak enak hati." Ucap Ayahnya Katherine.


"Bagaimana kalau uangnya di ganti dengan informasi?" Tanya dokter William.


"Maksudnya?" Tanya Ayahnya Katherine tidak mengerti begitu pula dengan yang lainnya.


"Aku hanya minta informasi tentang dokter Farel Sebastian, apakah ada yang mengenalnya?" Tanya dokter William penasaran.


'Aku sangat merindukan sahabatku dan semoga saja masih hidup.' Ucap dokter William dalam hati dan penuh harap.

__ADS_1


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx



__ADS_2