
"William mengecek nadi Daddy kalau Daddy sakit jantung apalagi dulu ketika Aku memberontak Daddy langsung sakit jantung ." Ucap dokter William menjelaskan.
"Jujur Daddy masih bingung dengan dirimu." Ucap Tuan Besar Willy.
"Bingung kenapa dad?" Tanya dokter William pura - pura tidak tahu.
"William yang dulu dengan yang sekarang sangat berbeda, apakah kamu mempunyai dua sifat yang berbeda?" Tanya Tuan Besar Willy sambil menatap ke arah putra semata wayangnya.
"Maksud Daddy?" Tanya dokter William pura - pura tidak mengerti.
"William yang dulu pemberontak dan semua mata pelajaran mu turun drastis jika Daddy tidak turun tangan maka nilai mu langsung jelek tapi sekarang kamu sangat berbeda jauh." Jawab Tuan Besar Willy menjelaskan.
"Maaf Daddy, maksudnya yang sekarang sangat berbeda jauh itu apa?" Tanya dokter William yang masih berusaha menutupi identitasnya sambil berfikir untuk mencari jawaban yang tepat agar Tuan Besar Willy tidak curiga.
"Pertama Daddy melihatmu sekarang lebih patuh dan tidak memberontak seperti dulu, ke dua Daddy mendapat kabar dari kampus kalau kamu mendapat nilai 100 ketika mengejar soal - soal dari dosen dalam waktu 10 menit, ke tiga kamu bisa menguasai beberapa senjata seperti orang profesional dan bisa mengalahkan Paman Rey dalam waktu singkat dan yang terakhir kamu bisa meracik obat." Jawab Tuan Besar Willy menjelaskan.
"Maaf Daddy, sebenarnya waktu itu William sangat membenci wanita ular itu yang sering menyiksa William di tambah Daddy lebih percaya dengan wanita ular itu. Karena itulah William menjadi pribadi pembangkang dan malas belajar agar Daddy lebih memperhatikan William tapi hal itu membuat Daddy marah dan sering menghukum ku." Ucap dokter Willam.
"Kini Aku sadar kalau Aku tidak boleh begitu dan ingin berubah agar Daddy bangga padaku dengan menunjukkan semua bakat yang aku miliki." Sambung dokter William menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
Tuan Besar Willy langsung memeluk dokter William sambil mengeluarkan air mata penyesalan, hatinya semakin bertambah bersalah ketika dokter William menceritakan semua yang dipendamnya selama ini.
"Maafkan Daddy karena tidak bisa menjadi Daddy yang baik, Daddy berjanji mulai sekarang dan seterusnya menjadi Daddy yang baik dan bertanggung jawab terhadapmu." Ucap Tuan Besar Willy.
"Sudahlah, Dad. Lupakan masa lalu dan anggap saja ini suatu pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama." Ucap dokter William sambil membalas pelukan Tuan Besar Willy.
Dokter William melihat roh William yang sedang tersenyum sambil memeluk seorang wanita cantik yang juga memeluk William sambil ikut tersenyum. Dokter William bisa memastikan jika wanita cantik itu adalah Mommynya William ,pemilik tubuhnya dengan memakai gaun putih sama seperti dokter William.
Dokter William pun membalas senyuman mereka berdua dan tidak berapa lama dua roh tersebut menghilang dari pandangannya.
"Terima kasih sudah mau memaafkan Daddy." Ucap Tuan Besar Willy sambil melepaskan pelukannya begitu pula dengan dokter William.
"Sama - sama dad." Ucap dokter William.
"Baiklah, Daddy akan mengobrol dengan Paman Rey." Ucap Tuan Besar Willy.
"Baik, Dad." Ucap dokter William sambil berdiri.
Dokter William kembali lagi ke tempat ruang obat - obatan untuk meracik obat sedangkan Tuan Besar Willy dan Rey melanjutkan obrolan yang sempat tertunda.
__ADS_1
Di tempat yang sama namun berbeda ruangan di mana Moko berada di kamar ibunya yang bernama Ririn dan Kakaknya yang bernama Kelik..
"Moko ambilkan kotak hitam yang berada di lemari Mommy." Ucap Ririn.
"Baik, Mom." Jawab Moko dengan patuh.
Moko berdiri dan berjalan ke arah lemari dan membuka pintu lemari kemudian Moko melihat kotak hitam yang tersimpan di tengah lemari kemudian mengambilnya lalu memberikannya ke Ririn.
"Ini mom." Ucap Moko.
"Apa itu Mom?" Tanya Kelik penasaran begitu pula dengan Moko.
"Kamu masukkan kotak hitam itu ke dalam tasmu lalu kamu pergilah ke toko mas dan jual semua perhiasan milik Mommy." Ucap Ririn tanpa mau menerima kotak hitam pemberian Moko.
"Setelah kamu jual kamu tunggulah di toko mas itu nanti Mommy akan menyuruh teman Mommy untuk menemui mu dan memberikan semua uang hasil penjualan emasnya." Sambung Ririn.
Moko yang penasaran membuka kotak tersebut dan melihat perhiasan milik Mommynya sangat banyak membuat matanya membulat sempurna dan tersenyum bahagia.
Kelik yang penasaran dengan perubahan wajah Moko membuat Kelik menatap ke arah kotak yang di lihat oleh Moko.
__ADS_1
"Mommy pasti ini mahal lebih baik jangan di jual." Ucap Moko yang tidak rela perhiasan itu di jual.
"Aku juga sependapat dengan Moko, lebih baik jangan di jual." Sambung Kelik.