
"Maafkan Aku. Aku berjanji akan merubahnya dan menjadi ibu yang baik untuk putra kita William, Kelik dan Moko." Ucap Ririn sambil berlutut.
"Rey, usir mereka." Ucap Tuan Besar Willy sambil berjalan meninggalkan mereka dengan diikuti dokter William.
"Baik Tuan Besar Willy." Jawab Rey dengan patuh.
"Jika mereka naik lift bawa apa yang ada di badan mereka sedangkan kopernya di tinggal!! Lakukan seperti yang mereka lakukan pada putraku William jika mereka berhenti beristirahat!" Perintah Tuan Besar Willy sambil membuka pintu kamarnya.
"Baik Tuan Besar Willy." Jawab Rey kembali.
"Silahkan Nyonya, Tuan Muda Kelik dan Tuan Muda Moko turun lewat tangga." Ucap Rey sambil tersenyum menyeringai.
"Brengs*k." Umpat Ririn.
Sambil menggerutu mereka bertiga menuruni anak tangga sambil membawa kopernya. Setelah sampai di bawah koper yang super Besar diletakkan di samping tangga kemudian mereka menaiki anak tangga kembali untuk mengambil koper ke dua namun di pertengahan tangga mereka berhenti karena mereka bertiga sangat lelah.
"Akhhhhh." Teriak Ririn ketika tubuhnya di tendang oleh Rey.
"Akhhhhh." Teriak Kelik dan Moko ketika tubuhnya di tendang oleh kepala pelayan dan Albert.
"Jalan!!" Perintah Rey, Albert dan kepala pelayan dengan serempak.
"Awas saja kalian! Aku akan membalasnya berkali - kali lipat." Ancam Ririn.
"Aku tunggu balasanmu, sekarang jalan!!" Perintah Rey, Albert dan kepala pelayan dengan serempak.
Ririn, Kelik dan Moko hanya bisa menahan amarahnya sambil masing - masing membawa koper mereka. Mereka tidak menyadari akan kesalahannya kalau mereka pernah melakukan hal itu terhadap dokter William.
Setiap mereka berhenti untuk istirahat maka Rey, Albert dan kepala pelayan menendang tubuh Ririn, Kelik dan Moko. Karena dulu mereka melihat bagaimana dokter William diperlakukan seperti itu oleh mereka bertiga dan mereka tidak bisa melakukan apa - apa.
"Sakit tahu!!!" Bentak Ririn, Kelik dan Moko dengan serempak.
"Sakit? Itu yang dirasakan oleh Tuan Muda William ketika Tuan Muda William membawa koper milik kalian bertiga. Padahal saat itu Tuan Muda William ingin istirahat tapi kalian menendangnya tanpa punya perasaaan." Ucap Albert.
"Padahal di saat itu kami ingin sekali membantunya tapi kalian bertiga sama sekali tidak memperbolehkannya." Sambung Rey sambil menahan amarahnya begitupula dengan Albert dan kepala pelayan.
__ADS_1
"William pantas mendapatkannya karena Dia anak dari wanita murahan." Ucap Ririn tanpa menyadari perkataannya menjadi bumerang buatnya.
Sretttttttttttttt
"Akhhhhhhhh!!!" Teriak Ririn kesakitan.
Tuan Besar Willy yang sejak tadi mendengar percakapan Ririn dengan Rey berusaha menahan emosinya ketika mengetahui kalau Ririn dan ke dua anak tirinya sangat jahat terhadap dokter William.
Namun emosinya tidak dapat ditahan lagi ketika Ririn mengatakan kalau dokter William anak dari wanita murahan membuat Tuan Besar Willy mengambil pisau lipat yang di simpan di saku jasnya kemudian merobek mulut Ririn hingga darah segar keluar dari mulutnya.
"Itu akibatnya jika mulutmu bicara sembarangan. Justru kamulah wanita murahan yang berpura - pura baik pada putraku dan merayu Aku agar dijadikan istriku." Ucap Tuan Besar Willy sambil mengatur nafasnya yang naik turun karena menahan emosinya.
"Rey, tarik mereka bertiga keluar dari mansionku dan buang mereka di tempat pembuangan sampah setelah itu mobil yang digunakan mengangkut mereka bertiga berikan ke siapa saja orang yang mau menerima mobil itu karena Aku tidak sudi memakai mobil bekas mereka." Ucap Tuan Besar Willy.
"Baik Tuan Besar Willy." Jawab Rey
Rey, Albert dan kepala pelayan langsung menarik tangan mereka dengan kasar hingga ke lantai satu kemudian menaiki anak tangga untuk mengambil koper milik mereka.
Rey, Albert dan kepala pelayan terpaksa membawa koper - koper milik mereka bertiga dengan menggunakan lift. Setelah selesai Rey dan kepala pelayan meletakkan koper milik mereka di bagasi mobil.
Rey, Albert dan kepala pelayan menarik kembali tangan Ririn, Kelik dan Moko agar masuk ke dalam mobil sedangkan Ririn hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa bisa berteriak karena mulutnya sangat sakit sedangkan Kelik dan Moko hanya diam karena mereka sangat shock ketika melihat kejadian tersebut di depan mata mereka.
"Hampir lupa, hari ini Aku mau meminum pil pelangsing agar tubuhku tidak berat lagi." Ucap dokter William sambil membalikkan badannya dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Dokter William mengambil obat buatannya dan meminumnya, setelah selesai meminum obat dokter William berjalan ke arah ranjang untuk istirahat.
Di tempat yang berbeda di mana sesuai permintaan Tuan Besar Willy kalau Ririn, Kelik dan Moko diletakkan ditempat pembuangan sampah yang sepi bersama koper milik mereka membuat Kelik dan Moko memberontak karena tempatnya sangat bau.
"Kami tidak mau ditinggalkan di tempat ini, bawa kami kembali!!" Perintah Kelik dan Moko sambil berjalan ke arah mobil.
Tanpa punya perasaan Rey dan Albertmendorong tubuh Kelik dan Moko membuat Kelik dan Moko terjatuh di tempat pembuangan sampah.
"Hoek.... Hoek... Si*lan kamu Rey / Albert!!" Bentak Kelik dan Moko dengan serempak sambil mengeluarkan isi di dalam perutnya.
"Kelakuan dan mulut kalian sama seperti sampah jadi sudah sepantasnya sampah di buang di tempat pembuangan sampah." Ucap Rey sambil tersenyum menyeringai.
__ADS_1
Setelah selesai berbicara mereka pergi meninggalkan Kelik dan Moko serta Ririn di tempat pembuangan sampah tanpa memperdulikan teriakan Kelik dan Moko.
"Si*l... Si*l." Umpat Kelik dan Moko sambil menarik kopernya
"Sa...kit... an..tar.. Mom ... my ke... ru....mah.... s...sa...kit." Ucap Ririn dengan nada terbata - bata.
"Sudah mommy diam, Aku lagi pusing." Ucap Kelik dan Moko dengan serempak yang tidak mengerti ucapan Ririn.
Bruk
Darah segar yang keluar dari mulutnya tidak berhenti keluar membuat Ririn kekurangan banyak darah dan langsung tidak sadarkan diri membuat Kelik dan Moko kesal karena telah menyusahkan mereka berdua.
"Akhhh... Ngeselin pakai pingsan lagi." Umpat Kelik dan Moko dengan serempak sambil kakinya menendang angin.
"Maaf Mom. Aku tidak mau mengurusi Mommy karena merepotkan Aku jadi lebih baik Aku pergi meninggalkan Mommy sendirian di tempat pembuangan sampah." Ucap Kelik tanpa punya rasa bersalah sedikitpun.
"Apa yang dikatakan Kak Kelik memang benar, jadi maafkan Kami." Sambung Moko tanpa punya rasa iba sedikitpun.
"Apa lagi obatnya Aku yang menyimpannya jadi biar Aku saja yang menggunakannya untuk meracuni Daddy." Ucap Kelik sambil tersenyum devil.
"Aku juga akan membantu Kakak." Sambung Moko.
"Mommy sudah tua jadi biarkan Kami ini yang akan menikmati semua kekayaan milik Daddy." Sambung Kelik dan Moko dengan serempak.
Kelik dan Moko pergi meninggalkan tempat pembuangan sampah hingga dirinya berada di tempat orang jualan atau di kenal dengan pasar. Kelik dan Moko yang merasa ribet membawa barang banyak menjual setengah barang miliknya dengan harga murah. Uang hasil penjualan digunakan untuk menyewa rumah untuk mereka tinggalin.
Di tempat yang berbeda Ririn tersadar dari pingsannya sambil menatap ke arah sekelilingnya untuk mencari Kelik dan Moko yang sangat disayanginya.
'Dasar kalian berdua anak kurang aj*r, sia - sia saja Aku merawatnya dari bayi. Seandainya saja Aku tahu sifatnya seperti itu sudah kubunuh waktu Kelik dan Moko masih bayi." Ucap Ririn dalam hati.
Ririn yang merasa berat membawa koper akhirnya koper yang berisi hiasan makeup yang harganya sangat mahal dan tas branded terpaksa di tinggal hanya membawa koper ukuran Besar Willy yang berisi pakaian dan koper kecil yang berisi barang berharga miliknya yang dibelinya secara diam - diam tanpa sepengetahuan suaminya.
'Kebetulan daerah ini Aku kenal, aku akan tinggal di rumah yang waktu itu Aku beli walau jaraknya lumayan jauh tapi tidak apa - apa. Aku akan meninggalkan koperku di rumahku kemudian aku akan pergi ke dokter untuk mengobati lukaku setelah itu Aku akan membalas dendam ke mereka.' Ucap Ririn dalam hati sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :