Dokter William

Dokter William
Membalikkan Kata - Kata


__ADS_3

"Daddy hiks... hiks... Mommy bohong Daddy... Tanpa sepengetahuan Daddy kalau William setiap pagi hari di suruh Mommy untuk berlari mengelilingi hutan dengan alasan agar William langsing dan tidak ngabisin makanan." Ucap dokter William sambil menangis terisak.


"Daddy bisa melihat pakaianku yang basah karena terkena keringat begitu juga wajahku kalau Aku memang berbuat onar dan mencuri barang milik orang yang lewat pasti wajah dan tubuhku memar dipukuli orang lain." Sambung dokter William sambil mengeluarkan air mata buayanya.


"Bekas luka pada wajahku dan tubuhku itu karena kemarin Aku dipukuli oleh Mommy dan ke dua adikku ketika Aku sedangkan membersihkan mansion." Ucap dokter William sambil memperlihatkan bekas luka di tubuh dokter William.


Tuan Besar Willy menatap dari atas hingga ke bawah dan benar apa yang dikatakan dokter William membuat Tuan Besar Willy sangat marah. Tanpa menjawab ucapan dokter William, Tuan Besar Willy langsung membalikkan badannya kemudian menampar pipi kanan istrinya dengan sangat kencang hingga terlihat jelas telapak tangan Tuan Besar Willy membuat istrinya memegangi pipi kanannya yang terasa perih dan sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Buka pintu gerbangnya CEPAT!!!" Bentak Tuan Besar Willy dengan menekan kata cepat.


"Baik Tuan Besar." Jawab para bodyguard sambil melangkahkan kakinya dengan cepat kemudian membuka pintu gerbangnya.


'Rasakan Nenek lampir.' ucap dokter William dalam hati.

__ADS_1


'Akhirnya wanita ular itu kena karmanya.' ucap sebagian bodyguard Tuan Besar Willy.


"Apakah hukuman semalam masih kurang hah!!!" Bentak Tuan Besar Willy dengan suara menggelegar.


"Sayang, William berbohong. Kenapa sayang tidak percaya padaku?"" Tanya istrinya sambil ikut mengeluarkan air mata buayanya.


"Daddy hiks... hiks... Setiap hari Mommy selalu menghukum ku dengan berlari tanpa memberikan Aku makanan dan kadang memberikan makanan bekas Mommy dan ke dua adik tersayang ku." Adu dokter William sambil terisak sebelum Tuan Besar Willy bertanya padanya.


Setelah menampar istrinya Tuan Besar Willy menampar ke dua putra tirinya dengan sangat kencang membuat ke dua putra tirinya memegangi pipinya yang terasa sangat perih hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Hiks... Hiks... Hiks... Kenapa Daddy memukul Kami?" Tanya ke dua anak tirinya dengan serempak sambil terisak.


"Daddy, Kak William berbohong justru Kak William yang sering menindas kami." Ucap Moko sambil mengeluarkan air mata buayanya.

__ADS_1


"Apa yang dikatakan ke dua putra kita benar, William sering menindas ke dua adiknya padahal kami sangat tulus menyayanginya." Sambung Ibu mereka yang tidak berhenti mengeluarkan air mata buayanya.


"Daddy jangan percaya dengan apa yang mereka katakan. Selain itu Dad, setiap Daddy pergi keluar kota Mommy tiba - tiba menghukumku dengan menyuruh para bodyguard Daddy untuk tidak membuka pintu gerbang sampai - sampai Aku tidak sadarkan diri. Setelah tersadar Aku sudah diletakkan di gudang yang kotor." Ucap dokter William sebelum Tuan Besar Willy menjawab ucapan Ibu tiri dan ke dua adik tirinya.


"INGAT MULAI SEKARANG DAN SETERUSNYA JIKA SAMPAI TIDAK ADA YANG MEMBUKAKAN PINTU UNTUK PUTRAKU MAKA AKU AKAN PECAT DAN TIDAK AKAN DI TERIMA DI MANAPUN KALIAN BERKERJA!!!" Teriak Tuan Besar Willy dengan suara yang sangat menggelegar.


"Baik Tuan Besar." Jawab mereka dengan patuh.


"Antonie." Panggil Tuan Besar Willy dengan nada dingin.


"Ya Tuan Besar." Jawab Antonie.


'Si*l, kenapa anak si alan ini bisa membalikkan kata - kataku? Bukankah dulu anak si alan ini sangat bo x doh?' Tanya Ibu tirinya dokter William dalam hati sambil menahan amarahnya terhadap dokter William begitu pula dengan ke dua putranya.

__ADS_1


__ADS_2