
Sedangkan di tempat yang berbeda setelah mengantar dokter William pulang ke mansion. Ayahnya Katherine mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion nya untuk mengantar istrinya yang bernama Mommy Elisabeth dan putri semata wayangnya yang bernama Katherine.
"Daddy, bulan depan acara keluarga besar kita berkumpulkan?" tanya Katherine memastikan.
"Ya." jawab Ayahnya Katherine dengan singkat.
"Apakah Aku boleh mengajak William?" tanya Katherine penuh harap.
"Ajak saja kalau Dia mau datang." jawab Ayahnya Katherine.
"Apakah kamu suka dengan William?" tanya Ayahnya Katherine.
"Tidak tahu, Dad. Hanya saja Katherine baru kali ini merasa nyaman jika dekat dengan William." Jawab Katherine yang masih menutup pintu hatinya.
"Apakah jantungmu berdetak kencang jika dengan dokter William?" tanya Ayahnya Katherine.
"Iya Dad. Jantung Katherine berdetak kencang terlebih ketika William menarik tubuhku hingga William berada di atas tubuhku jantungku semakin berdetak kencang." Jawab Katherine dengan jujur.
"Berarti tandanya kamu itu jatuh cinta." ucap Ayahnya Katherine.
"Kok Daddy bisa tahu?" tanya Katherine penasaran.
"Ya tahulah, dulu Daddy kan juga pernah muda dan jatuh cinta sama Mommy mu. Jawab Ayahnya Katherine sambil melirik sekilas ke arah istrinya yang sedang tersenyum malu.
"Apa yang membuat Daddy suka sama Mommy?" tanya Katherine kepo.
"Mommy mu sangat baik dan Mommy mu sangat berbeda dengan wanita lain. Daddy sangat bersyukur bisa menikah dengan Mommy mu." ucap Ayahnya Katherine dengan perasaan bangga.
"Kalau Mommy apa yang membuat Mommy suka sama Daddy?" tanya Katherine kepo.
"Daddy mu sangat baik sama Mommy dan melindungi Mommy di saat ada orang yang ingin mencelakai Mommy." jawab Mommy Elisabeth sambil melirik ke arah suaminya dan tersenyum malu seperti abg jatuh cinta.
"Selain itu apa lagi, Mom?" tanya Katherine.
"Sangat tampan dan sangat kaya." Ucap Mommy Elisabeth sambil tersenyum.
Suaminya hanya tersenyum dan sama sekali tidak marah karena suaminya tahu selama menikah istrinya tidak pernah menghamburkan uang seperti istri - istri pada umumnya.
Suaminya pernah mengatakan ke istrinya kalau dirinya tidak melarang istrinya untuk menghamburkan uang namun istrinya tidak mau dengan alasan lebih baik diberikan ke orang yang tidak mampu.
__ADS_1
"Katherine." Panggil Ayahnya Katherine.
"Iya Dad." Jawab Katherine.
"Daddy hanya ingin tahu tadi kamu bilang kalau dekat dengan William berdetak kencang lalu bagaimana dengan pria breng x sek itu?" Tanya Ayahnya Katherine yang enggan menyebut nama pria itu.
"Jujur Katherine tidak merasakan jantung Katherine berdetak dengan kencang ketika berdekatan dengannya." Jawab Katherine dengan jujur.
"Coba ceritakan sama Mommy awal pertemuan kalian? Karena ketika Mommy bertanya kamu selalu menjawabnya ada deh." Ucap Mommy Elisabeth.
"Sebenarnya Katherine dekat dengan pria itu karena pria itu menolong Katherine ketika Katherine di serang oleh segerombolan preman. Sejak kejadian itu pria itu selalu menemani Katherine hingga akhirnya pria itu menyatakan cinta sama Katherine." Jawab Katherine.
"Lalu kamu menerimanya?" Tanya Ayahnya Katherine asal tebak.
"Iya Dad." Jawab Katherine dengan jujur.
"Kamu bilang jantungmu tidak berdetak kencang ketika dekat dengan pria breng x sek itu. Tapi kenapa kamu menerima cinta dari pria breng x sek itu? Juga kenapa kamu sedih dan frustrasi ketika pria breng x sek itu selingkuh dengan wanita yang tidak tahu diri?" Tanya Ayahnya Katherine dengan beruntun.
Katherine menghembuskan nafasnya dengan perlahan sedangkan ke dua orang tuanya menunggu Katherine menjawab pertanyaan Ayahnya Katherine.
"Aku tidak tega untuk menolak cintanya sedangkan kenapa Aku sedih dan frustrasi karena sahabat baikku menikamku dari belakang." Jawab Katherine dengan jujur.
"Maaf sayang, Daddy ada urusan sebentar nanti pulang." ucap Ayahnya Katherine sambil masuk ke dalam gerbang mansion miliknya yang sudah dibukakan oleh dua orang bodyguardnya.
"Mau kemana sayang?" tanya Mommy Elisabeth.
"Katanya kantor lagi masalah makanya Daddy mau ke kantor dulu." ucap Ayahnya Katherine berbohong.
"Masalah apa, Dad?" tanya Mommy Elisabeth penasaran sambil menatap suaminya dari arah samping.
'Apa yang harus Aku katakan? Aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kalau Aku memberikan pelajaran orang-orang yang telah mengganggu keluargaku.' ucap Ayahnya Katherine dalam hati.
Istrinya dan putri semata wayangnya tidak tahu kalau dirinya adalah seorang ketua mafia yang sangat kejam. Di mana suaminya Mommy Elisabeth sekaligus Ayahnya Katherine akan menyiksa siapa saja orang yang mengusik keluarganya, hingga orang tersebut mati karena tidak tahan menerima siksaan.
"Di tanyain kok malah melamun? Aku percaya kalau suamiku tidak mungkin selingkuh." ucap Mommy Elisabeth sambil tersenyum dan menggenggam tangan suaminya.
cup
"Mana mungkin Daddy selingkuh? Bagi Daddy, Mommy adalah anugrah yang paling terindah yang Tuhan berikan untuk Daddy." ucap Ayahnya Katherine sambil memeluk istrinya kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut.
__ADS_1
"Mommy sangat percaya sama Daddy. Mommy hanya pinta sama Daddy untuk menjaga hati Daddy untuk Mommy selain itu Mommy minta agar Daddy menjaga kesehatan dan hati - hati dimanapun Daddy berada." Ucap Elisabeth sambil membalas pelukan suaminya.
cup
"Percayalah sama Daddy kalau hati Daddy hanya untuk Mommy seorang dan tidak ada wanita lain selain Mommy." ucap Ayahnya Katherine sambil mengecup kembali kening istrinya dengan lembut.
Katherine yang melihat keromantisan ke dua orang tuanya hanya bisa tersenyum bahagia dan tidak berapa lama Ayahnya Katherine dan Mommy Elisabeth melepaskan pelukannya.
"Daddy, Aku ikut ya." Pinta Katherine.
"Tidak. Lebih baik kamu temani Mommy." Ucap Ayahnya Katherine menolak permintaan putri semata wayangnya.
"Tapi Dad ..." Ucapan Katherine terpotong oleh Ayahnya Katherine.
"Daddy agak lama jadi lebih baik kamu istirahat." ucap Ayahnya Katherine dengan nada tegas.
"Apa yang dikatakan Daddy benar, lebih baik kamu minum obat serta olesi obat yang tadi diberikan oleh William setelah itu istirahat. Kamu ingin lekas sembuhkan?" Tanya Mommy Elisabeth.
"Iya Mom. Katherine ingin cepat sembuh." Jawab Katherine.
Ayahnya Katherine menjentikkan jarinya dan dua orang bodyguard membuka pintu mobil kemudian Mommy Elisabeth turun dari mobil sedangkan Katherine di gendong oleh salah satu bodyguard kemudian diletakkan di kursi roda.
"Daddy hati - hati di jalan." Sambung Katherine.
"Ok," jawab Ayahnya Katherine dengan singkat.
"Daddy hati - hati di jalan." ucap Mommy Elisabeth sambil mendorong kursi roda.
"Ok," jawab Ayahnya Katherine dengan singkat.
Ayahnya Katherine mengendarai mobil kembali menuju ke tempat markas miliknya di mana orang kepercayaannya yang bernama Arlan diikuti dua mobil berwarna hitam yang merupakan anak buahnya.
Ayahnya Katherine mengambil ponselnya dari saku jasnya kemudian menghubungi Arlan dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Arlan.
("Arlan, apakah semua sudah siap?" Tanya Ayahnya Katherine dengan nada dingin dan berwajah datar).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1