Dokter William

Dokter William
Sebelum Di Usir


__ADS_3

"Kalau tidak di jual lalu untuk membayar orang itu bagaimana? Apakah kamu mau setiap hari di siksa oleh Daddy? Mommy meminta kalian menjualnya selain untuk membayar orang itu juga untuk berjaga - jaga kalau kita di usir dari mansion ini." Ucap Ririn yang mengetahui kalau ke dua putranya sangat matre dan menyukai bermacam - macam bentuk perhiasan atau sejenisnya yang bisa di jual jika Kelik dan Moko membutuhkan uang.


Kelik dan Moko menghembuskan nafasnya dengan kasar sesungguhnya mereka tidak rela jika sebagian perhiasan milik ibunya diberikan ke orang tersebut. Tapi apa yang dikatakan oleh Mommy ada benarnya juga membuat Kelik dan Moko memasukkan kotak yang berisi perhiasan ke dalam tasnya untuk di jual.


"Kalian berdua berangkatlah sekarang dam ingat pesan Mommy, jangan coba - coba kamu mengambil salah satu perhiasan milik Mommy karena orang itu tidak mau jika uangnya kurang." Ucap Ririn dengan nada tegas.


"Baik Mom." Jawab Kelik dan Moko dengan patuh.


Kelik dan Moko keluar dari kamar Mommynya tanpa memberikan salam ataupun mengecup punggung tangan Mommynya karena Mommynya tidak pernah mengajarkan hal itu. Kelik dan Moko menuruni anak tangga dan berjalan ke arah pintu utama.


"Pelayan, panggil sopir untuk mengantarku pergi keluar!" Perintah Moko dengan nada sombong.


"Maaf Tuan Muda Kelik dan Tuan Muda Moko, sesuai perintah Tuan Besar Willy jika Tuan Muda Kelik dan Tuan Muda Moko ataupun Nyonya Besar Willy ingin pergi silahkan memesan taksi sendiri." Jawab kepala pelayan kemudian pergi meninggalkan Moko tanpa memperdulikannya.

__ADS_1


"Si*l, awas kalian semuanya jika rencana kami berhasil kalian semua akan aku usir dari mansion ini!!" Teriak Moko dengan nada kesal.


"Sebelum di usir, Aku ingin menyiksanya agar mereka menyadari siapa pemilik mansion ini.' Sambung Kelik sambil menahan amarahnya.


Moko mengutak atik ponselnya untuk memesan taksi online sambil mulutnya tidak berhenti mengomel sedangkan penghuni mansion tidak satupun yang perduli hingga sepuluh menit kemudian pesanan taksi online datang dan Moko pun keluar dari pintu utama menuju ke pintu gerbang sambil ke dua kakinya di hentak - hentak. Sedangkan Kelik hanya diam mengikuti langkah Moko sambil menahan amarahnya terhadap dokter William.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


"Sayang, kalau masih lama? dilanjutkan besok saja." Ucap Tuan Besar Willy.


"Sebentar lagi Dad." Jawab dokter William.


Setelah lima menit kemudian dokter William sudah selesai membuat beberapa jenis obat kemudian memasukkan ke dalam kotak satu persatu.

__ADS_1


"Kok obatnya hanya di tulis satu huruf, apa nanti tidak pusing untuk tahu ini obat apa?" Tanya Tuan Besar Willy penasaran.


"Tidak Dad, contohnya huruf P berarti obat pusing, huruf E berarti obat encok, huruf D berarti obat diare, huruf J berarti obat jantung." Ucap dokter William sambil memasukkan ke dalam tas yang berbentuk kotak juga.


"Apa kamu yakin obat itu tidak ada efek sampingnya?" Tanya Tuan Besar Willy penasaran.


"Tidak ada Dad." Ucap dokter William dengan nada yakin.


'Obat yang Aku buat lebih ampuh dari pada punya Tuan Besar Willy karena Aku adalah dokter genius di mana orang - orang mencari ku untuk membeli obatku.' Ucap dokter William dalam hati.


"Sudah selesai Dad, kita pulang yuk?" Ajak dokter William.


"Ok." Jawab Tuan Besar Willy singkat.

__ADS_1


__ADS_2