Dokter William

Dokter William
Bekerja sama


__ADS_3

Kelik dan Moko berjalan ke arah jasad yang mirip Kelik dan Moko kemudian menyentuhnya tapi mata Kelik dan Moko membulat sempurna sekaligus sangat terkejut ketika ke dua jasad tersebut tidak dapat di sentuh.


"Kenapa tidak bisa di sentuh?" Tanya Kelik dan Moko dengan serempak.


"Kak Kelik, kita ada di mana?" Tanya Moko sambil melihat sekeliling.


"Kakak juga tidak tahu." Jawab Kelik sambil mendongakkan kepalanya.


"Apa kita bermimpi?" Tanya Kelik dan Moko dengan serempak.


Tangan kanan Kelik dan Moko kemudian menyentuh tangan kirinya lalu mencubitnya tapi tidak merasakan sakit sama sekali membuat mereka sangat terkejut sekaligus sangat senang karena hanya mimpi.


"Syukurlah hanya mimpi." Ucap mereka berdua dengan serempak.


Tiba - tiba mereka mendengar suara yang sangat familiar di telinga mereka membuat mereka sangat terkejut.


"Apakah ke dua jasadnya di buang di sumur ini?" Tanya seseorang.


"Benar Tuan." Jawab anak buahnya.


"Kalian berdua dan Ibumu telah menghinaku karena wajahku yang buruk karena itulah aku sangat dendam dengan kalian." Ucap pria tersebut.


"Untuk membalaskan dendamku maka sudah sepantasnya organ kalian Aku ambil dan Aku jual. Selain itu Aku akan bertambah kaya dengan menjual organ kalian sedangkan kalian tinggal di dalam sumur ini menemani jasad - jasad yang organnya sudah Aku ambil." Sambung pria tersebut sambil tersenyum devil.


Selesai mengatakan hal itu pria tersebut pergi meninggalkan tempat tersebut dan diikuti oleh anak buahnya.


"Apa kita sudah mati? Tidakkkkkkkkkkkk ...." Teriak Kelik dan Moko bersamaan.


xxxxxxxxxx


Seminggu Kemudian


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepatnya di mana dokter William kini beratnya semakin berkurang dari hari demi hari. Hal itu dikarenakan dokter William rajin berolah raga dan minum pil pelangsing.


Sedangkan Ririn kini bekas luka sayatan pisau dekat pipinya sudah memudar walau masih terlihat sedikit. Ririn yang tidak bisa memasak setiap hari makan di rumah makan hingga suatu ketika Ririn bertemu dengan salah satu pelayan yang sedang ribut dengan suaminya di depan rumah makan membuat Ririn mendekati mereka berdua.


"Ada apa? Kenapa kalian bertengkar?" Tanya Ririn.

__ADS_1


"Nyonya besar." Panggil mereka berdua dengan serempak dengan wajah terkejut.


Istrinya bekerja sebagai pelayan sedangkan suaminya berkerja sebagai bodyguard Tuan Besar Willy. Mereka bertiga sebenarnya sahabat karib waktu mereka sekolah dari SMP hingga SMA di sekolah yang sama hanya saja Ririn yang mengalami keberuntungan menikah dengan bosnya sekaligus laki - laki yang dicintainya dalam diam waktu dirinya bekerja sebagai seorang sekretaris.


Setelah menikah Ririn mengajak ke dua sahabatnya untuk berkerja di mansion dengan gaji yang lebih tinggi dari gaji penghuni mansion. Membuat para penghuni mansion sangat iri karena gajinya lebih kecil padahal penghuni mansion rata - rata orang yang sudah bekerja lama.


"Kenapa kalian bertengkar?" Tanya Ririn mengulangi perkataannya.


" Nyonya Aku sangat lapar, bolehkan kita makan dulu nanti Aku akan cerita." Jawab pelayan tersebut.


"Baiklah, tapi panggil Aku Ririn karena Aku dan suamiku sudah bercerai." Ucap Ririn sambil menahan amarahnya terhadap suami dan anak tirinya.


"Baiklah." Jawab mereka berdua dengan serempak.


Mereka bertiga masuk ke dalam ke dalam rumah makan kemudian mereka mencari tempat yang kosong hingga Ririn melihat di sebelah pojok mejanya kosong.


Ririn menunjuk ke arah meja dan merekapun berjalan ke arah meja yang di tunjuk oleh Ririn. Ririn melambaikan tangannya ke arah pelayan dan pelayan itupun berjalan ke arah mereka bertiga.


"Kalian mau pesan apa?" Tanya Ririn sambil menatap ke arah sahabatnya.


"Kamu yang bayar ya." Bisik pelayan tersebut sekaligus sahabat lamanya.


"Terserah kamu saja." Jawab pelayan tersebut sekaligus sahabatnya.


"Kalau kamu?" Tanya Ririn pada bodyguard sekaligus sahabatnya.


"Sama terserah saja." Jawab bodyguard tersebut.


"Baiklah." Jawab Ririn dengan singkat.


Ririn memesan 3 porsi yang sama begitu pula dengan 3 minuman yang sama pula dan pelayan itupun mencatat pesanan Ririn setelah selesai pelayan itupun menyebutkan kembali pesanan Ririn setelah oke barulah pelayan itu pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Sambil menunggu, boleh Aku tahu apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Ririn mengulangi perkataan yang tadi.


"Biasanya pas waktunya gajian kamu yang membagi - bagikan gaji ke semua penghuni mansion tapi semenjak dirimu pergi Tuan Muda William di beri kepercayaan untuk memegang keuangan." Jawab pelayan tersebut.


"Karena Tuan Besar Willy memberikan kepercayaan penuh pada Tuan Muda William untuk mengurus semuanya dan salah satunya adalah mengurus semua gaji penghuni mansion dan juga berhak mengurangi atau menambahkan gaji untuk penghuni mansion." Jawab pelayan tersebut menjelaskan apa yang terjadi di mansion sepeninggal Ririn.

__ADS_1


"Kemarin semua penghuni mansion mendapatkan gaji termasuk kami namun di saat kami menerima gaji ternyata gaji kami kurang membuat kami protes." Sambung bodyguard tersebut.


"Lalu apa jawabannya?" Tanya Ririn penasaran.


"Kata Tuan Muda William, gaji kami sangat besar dan tidak sama seperti gaji pelayan dan bodyguard yang berada di mansion padahal masa kerja kami juga sama seperti pelayan dan bodyguard yang masuk bersamaan." jawab pelayan tersebut.


"Lalu kenapa kalian berdua ribut? Seharusnya ribut ke anak sia*an itu yang telah berani memotong gaji kalian." Ucap Ririn berusaha memanasi mereka berdua.


"Awalnya kami protes tapi Tuan Muda William memberikan dua pilihan tetap berkerja dengan gaji segitu atau keluar dari mansion." Ucap pelayan.


"Lalu?" Tanya Ririn penasaran.


"Kami terpaksa menerimanya dari pada kami di pecat." Ucap bodyguard tersebut.


"Aku memberikan usul ke suamiku untuk merusak rem mobil milik Tuan Besar Willy dan Tuan Muda William agar semua kekayaan milik Tuan Besar Willy bisa kami kuasai. Tapi suamiku tidak bersedia dan Aku dimarahi, karena itulah kami bertengkar." Sambung pelayan itu menjelaskan ke Ririn.


"Kenapa tidak setuju?" Tanya Ririn dengan nada kesal dengan sahabatnya.


"Di mansion di pasang cctv kalau Aku merusak mobil mereka berdua yang ada penjaga cctv akan menangkap kami." Jawab bodyguard tersebut yang tidak ingin di penjara.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Mereka berdua harus menahan amarahnya pada dokter William dan membuat mereka mengadu ke Tuan Besar Willy namun lagi - lagi mereka hanya bisa menahan amarahnya karena Tuan Besar Willy sudah memberikan kepercayaan ke dokter William.


Waktu pertama kali mereka berkerja mereka mendapatkan gaji lima belas juta tapi semenjak dokter William yang diberikan kepercayaan oleh Tuan Besar Willy untuk memegang keuangan berubah menjadi delapan juta sama seperti pelayan dan bodyguard yang berkerja di tahun yang sama.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


"Bagaimana kalau kita berkerja sama?" Tanya Ririn sambil menatap ke arah mereka berdua.


"Bekerja sama?" Tanya pelayan dan bodyguard tersebut dengan serempak mengulangi perkataan Ririn.


"Apa membunuh mereka?" Tanya pelayan tersebut yang ingin Tuan Besar Willy dan dokter William meninggal dunia.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2