Dokter William

Dokter William
Nona Katherine Sebastian dan dokter Farel Sebastian


__ADS_3

"Maaf Dok, pasien yang bernama Nona Katherine Sebastian sudah sadar tapi...." Ucap perawat tersebut menggantungkan kalimatnya.


"Tapi kenapa?" Tanya dokter tersebut penasaran.


Sedangkan dokter William yang mendengar nama Nona Katherine Sebastian sangat terkejut karena nama marga Sebastian mirip dengan nama sahabatnya di masa lampau dokter Farel Sebastian.


Dokter William mempunyai sahabat di masa lampau yang sama - sama seorang dokter namun lebih hebat dokter William. Walau lebih hebat sahabatnya tidak pernah iri hati malah sering bertanya jika kurang mengerti.


Sedangkan pemilik tubuh waktu berumur delapan tahun pernah di ajak oleh Ibunya ke rumah sahabat lamanya pada waktu sekolah dulu. Pemilik tubuh diperkenalkan dan bermain dengan Nona Katherine Sebastian.


Hingga di usianya yang hampir dua belas tahun Nona Katherine Sebastian pergi ikut orang tuanya ke luar negri setelah itu hilang kontak. Hal itu dikarenakan mereka tinggal di pelosok yang jauh dari mana - mana karena mereka tinggal di pegunungan yang masih asri.


'Jangan - jangan Nona Katherine Sebastian keturunan dari salah satu keluarga Sebastian temanku masa lampau atau hanya kebetulan saja.' Tanya dokter William dalam hati.


"Nona Katherine Sebastian sangat shock dan menangis karena akibat kecelakaan itu Nona Katherine Sebastian mengalami kelumpuhan dan buta." Jawab perawat itu menjelaskan


"Baik. Maaf Tuan Besar dan Tuan Muda, Saya mau mengecek pasien dulu." Ucap dokter tersebut.


"Baik Dok." Jawab dokter William.


'Nanti Aku ke sana untuk memastikan.' Ucap dokter William dalam hati.


Dokter dan dua perawat itupun pergi meninggalkan Tuan Besar Willy dan dokter William bersamaan kedatangan perawat sambil membawa nampan yang berisi mangkok dan gelas kemudian berjalan ke arah meja dekat ranjang.


"Silahkan di makan Tuan Besar." Ucap perawat tersebut dengan ramah.


"Terima kasih suster." Jawab dokter William menjawab ucapan perawat tersebut.


"Sama - sama Tuan Muda." Jawab perawat tersebut.


Perawat itupun meletakkan nampan tersebut ke atas meja kemudian pergi meninggalkan ruang perawatan. Dokter William mengambil mangkok yang berisi bubur kemudian membuka plastik wrap ping yang membungkus mangkok tersebut.


"Daddy, makan dulu ya." ucap dokter William.


"Daddy belum lapar." Ucap Tuan Besar Willy.


"Makanlah sedikit, Dad." Bujuk dokter William dengan menampilkan puppy eyes nya.


"Baiklah." Jawab Tuan Besar Willy yang tidak bisa menolak permintaan dokter William terlebih melihat puppy eyesnya.


Dokter William tersenyum kemudian mulai menyuapi Tuan Besar Willy dengan telaten. Tidak membutuhkan waktu lima menit bubur yang berada di dalam mangkok habis tanpa sisa sedikitpun membuat dokter William tersenyum bahagia.


Dokter William meletakkan mangkok tersebut kemudian mengambil gelas yang berisi air mineral yang sudah ada sedotannya.


Tuan Besar Willy meminum air mineral itu dengan menggunakan sedotan hingga habis tanpa sisa bersamaan pintu ruang perawatan vvip terbuka dan tampak Paman Rey masuk ke dalam dan berjalan ke arah Tuan Besar Willy.


"Bagaimana Paman?" Tanya dokter William tanpa basa basi.


"Paman sudah menemukan dan pelakunya ada dua yaitu pelayan dan bodyguard." Jawab Paman Rey.

__ADS_1


"Apa?" Tanya Tuan Besar Willy dengan wajah terkejut sambil menahan amarahnya.


"Tuan Besar, mereka berdua yang telah berani memberikan racun melalui makanan dan minuman milik Tuan Besar." Jawab Paman Rey dengan jujur.


"Apa? Siapa yang menyuruh mereka?" Tanya Tuan Besar Willy dengan nada terkejut sekaligus marah dalam waktu bersamaan.


"Mereka tidak mau mengaku Tuan Besar." Jawab Paman Rey.


"Sekarang mereka berada di mana?" Tanya dokter William.


"Mereka berada di gudang bawah tanah Tuan Muda." Jawab Paman Rey.


"Daddy dan Paman Rey, William pulang dulu." Pamit dokter William.


"Tuan Muda William, Saya akan antar Tuan Muda ke mansion." Ucap Paman Rey.


"Tidak usah Paman, lebih baik Paman menjaga Daddy." Ucap dokter William.


"Tapi Tuan Muda..." Ucapan Paman Rey terpotong oleh dokter William.


"Paman, sebelum pergi ke mansion utama William mau pergi ke mansion yang satunya yang menyimpan obat - obatan karena racun yang di tubuh Daddy bersifat sementara jadi William ingin membuat penawarnya terlebih dahulu setelah itu baru pergi ke mansion utama setelah itu baru ke rumah sakit." Ucap dokter William.


"William, kamu pergi berbagai tempat lebih baik kamu di temani sama Paman Rey." Ucap Tuan Besar Willy yang kuatir dengan dokter William putra kandungnya satu - satunya.


"Daddy jangan kuatir, William bisa menjaga diri." Ucap dokter William.


"Baik Dad." Jawab dokter William dengan patuh.


"Kalau begitu, Paman akan mengirim pesan ke sopir untuk menunggu di lobby rumah sakit." Ucap Paman Rey sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya.


"Baik Paman." Jawab dokter William.


Dokter William membuka tasnya kemudian mengambil dua alat yang mirip testpack lalu diberikan ke Tuan Besar Willy dan Paman Rey membuat mereka berdua bingung dengan apa yang diberikan ke dokter William.


"Kenapa kami diberikan ini? Memang kami hamil jadi pakai testpack?" Tanya Tuan Besar Willy dengan nada kesal.


"Maaf Dad, itu memang testpack tapi digunakan ke makanan atau benda - benda di sekitar kita apakah beracun atau tidak." Ucap dokter William menjelaskan.


"Apa? Bagaimana bisa?" Tanya Tuan Besar Willy dengan wajah terkejut.


"Bisa dicontohkan, Tuan Muda?" Tanya Paman Rey penasaran.


"Sebentar." Ucap dokter William.


Dokter William meletakkan dua testpack tersebut karena Tuan Besar Willy dan Paman Rey tidak mau memegang testpack tersebut ke atas meja. Kemudian dokter William membuka tasnya untuk mengambil satu kotak yang berisi jarum perak.


"Buat apa jarum perak itu?" Tanya Tuan Besar Willy.


"Jika aku tusukkan ke salah satu titik syaraf Daddy dan jarum perak berubah warna menjadi hitam berarti ada racunnya." Jawab dokter William.

__ADS_1


Selesai mengatakan hal itu dokter William menusukkan jarum perak ke salah satu syaraf ke dalam tubuh Tuan Besar Willy. Belum ada lima detik jarum perak tersebut di tarik oleh dokter William kemudian diperlihatkan oleh Tuan Besar Willy dan Paman Rey.


"Warnanya hitam tanda kalau racun di dalam tubuh Daddy masih ada karena itu William akan meracik obat agar racun di dalam tubuh Daddy benar - benar hilang." Ucap dokter William.


"Lalu hubungannya dengan testpack itu?' Tanya Paman Rey.


"Daddy bisa menjawabnya pasti jarum perak itu akan ditempelkan ke testpack dan ada garis dua." Jawab Tuan Besar Willy.


"Tepat sekali." Jawab dokter William.


Dokter William menempelkan jarum perak tersebut ke testpack dan benar saja testpack tersebut terlihat ada garis dua. Dokter William memperlihatkan ke Tuan Besar Willy dan Paman Rey membuat Paman Rey terkejut.


"Hebat sekali alatnya. Tuan Muda beli di mana?" Tanya Paman Rey penasaran.


"Beli sama temanku." Jawab dokter William berbohong.


Belajar dari pengalaman di mana dulu dirinya diracuni oleh Tantenya membuat dokter William menciptakan alat canggih yang diberi nama testpack pendeteksi racun.


Dokter William membeli testpack kemudian di modifikasi dengan menggunakan alat yang juga baru dibelinya. Di mana bahan - bahan yang dibutuhkan di beli semuanya lewat online.


Tuan Besar Willy dan Paman Rey yang mendengar ucapan dokter William hanya menganggukkan kepalanya seakan percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter William.


"Temanmu sangat hebat." Ucap Tuan Besar Willy.


Tuan Besar Willy memuji kepintaran temannya dokter William tanpa mengetahui kalau dokter William lah yang pantas di sebut sangat hebat begitu pula dengan Paman Rey yang juga ikut memuji. Dokter William hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Berarti alat itu sudah tidak bisa di pakai lagi." Ucap Tuan Besar Willy.


"Bisa di pakai lagi Dad. Setelah lima menit kemudian garis dua itu menghilang." Jawab dokter William.


"Berarti Kamu tidak perlu membeli lagi ke temanmu." Ucap Tuan Besar Willy.


"Tetap beli, Dad. Karena setelah pemakaian dua belas kali maka testpack itu di buang." Jawab dokter William.


Tuan Besar Willy dan Paman Rey hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Oh ya Daddy dan Paman. William berangkat dulu." Pamit dokter William kemudian mengarahkan tangannya ke tangan Tuan Besar Willy kemudian mengecup punggung tangan Tuan Besar Willy.


"Baik, hati - hati." Jawab Tuan Besar Willy dengan perasaan kuatir dan entah kenapa perasaannya tidak enak.


Dokter William mengecup punggung tangan Paman Rey setelah itu barulah dokter William keluar dari ruang perawatan. Namun baru saja beberapa langkah menuju ke pintu lift seseorang memanggilnya membuat dokter William menghentikan langkah kakinya.


"Tunggu, jangan masuk ke dalam lift." pinta seorang gadis sambil berlari ke arah dokter Wlliam.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :


__ADS_1


__ADS_2