Dokter William

Dokter William
Mencari mie instan


__ADS_3

"Ada apa?" Tanya Ririn penasaran begitu pula dengan Kelik.


"Kepala pelayan mengatakan mulai sekarang kalau Mommy, Kak Kelik dan Aku mau makan silahkan ambil sendiri." Ucap Moko mengulangi perkataan kepala pelayan.


"Apa???" Teriak Ririn dan Kelik dengan serempak.


"Ini pasti ulah anak wanita murahan itu, kalau Daddy sudah meninggal Mommy punya rencana selain menyiksanya Mommy akan menjadikan anak si alan itu sebagai pelayan." Ucap Ririn sambil menahan amarahnya.


"Benar mom, kalau hanya di siksa keenakan si gendut." Ucap Moko.


"Aku setuju." Sambung Kelik.


Tiba - tiba perut Ririn, Kelik dan Moko berbunyi nyaring membuat Kelik dan Moko dengan enggan turun dari ranjang Ririn dan berjalan ke arah pintu kamar Ririn.


"Kalian mau kemana?" Tanya Ririn penasaran.


"Mau makan, lapar." Jawab Kelik dan Moko dengan serempak.


" Mommy ambilkan juga." Pinta Ririn.


"Baik Mom." Jawab Kelik dan Moko dengan serempak sambil membuka pintu kamar Ririn.


Kelik dan Moko berjalan menuruni anak tangga dengan perlahan karena tubuh mereka masih sakit waktu dokter Katarina menendang tubuh mereka di tambah perutnya yang juga lapar.


Sampai di lantai satu Kelik dan Moko berjalan ke arah ruang makan tapi matanya langsung membulat sempurna karena tidak ada satupun makanan di atas meja.


"Pelayan!!!!" Teriak Kelik dan Moko dengan serempak dengan suara menggelegar.


" Ada apa Tuan Muda Kelik dan Tuan Moko?" Tanya kepala pelayan dengan wajah sinis.


Sebenarnya penghuni mansion sangat membenci Ririn, Kelik dan Moko tapi karena mereka takut jika di pecat membuat mereka tidak berani melawan tapi semenjak Tuan Besar Willy mengumumkan apapun yang di minta dokter William harus dituruti.


Dokter William yang mendengar hal itu tentu saja sangat senang sekali karena rencananya berjalan dengan sangat lancar. Dokter William langsung meminta di mana semua penghuni mansion untuk tidak mematuhi apapun permintaan atau perintah dari Ririn, Kelik dan Moko.

__ADS_1


"Ada apa?.... Ada apa? Apa matamu buta hah!!! Makanan tidak ada satupun di atas meja!!!" Bentak Moko.


"Siapkan makanannya sekarang!" Perintah Kelik dengan nada satu oktaf.


"Aku yang menyuruhnya untuk tidak menyiapkan makanan untuk kalian. Jadi kalau kalian mau makan silahkan masak sendiri kalau tidak mau beli saja di luar." Ucap dokter William tiba - tiba datang bersama Tuan Besar Willy sedangkan Rey kembali ke kamarnya.


Kepala pelayan yang melihat kedatangan Tuan Besar Willy dan dokter William langsung menunduk hormat kemudian meninggalkan tempat tersebut.


"Daddy." panggil Kelik dan Moko dengan wajah pura - pura sendu.


'Sial Aku tidak bisa melawannya karena jika Aku melawannya yang ada Aku akan terkena hukuman." Ucap Kelik dalam hati.


'Si*l, Aku harus memasang wajah sesedih mungkin agar pria tua ini tidak tega menghukum kami lalu menghukum si gendut.' Ucap Moko dalam hati.


"Lakukan apa yang dikatakan oleh putraku." Ucap Tuan Besar Willy dengan wajah datarnya.


"Kamu dengarkan apa kata Daddy, jadi mulai sekarang dan seterusnya masak sendiri kalau tidak mau beli di luar atau pergi dari mansion ini." Ucap dokter William sambil tesenyum manis.


"Daddy, Kak William ingin mengusir Mommy dan Kami." Adu Moko sambil menampilkan wajah sendu dan mengeluarkan air mata buayanya.


"Daddy sudah tahu, sudahlah jangan urusi mereka lebih baik kamu mandi biar segar karena Daddy juga mau mandi." Ucap Tuan Besar Willy sambil menarik tangan dokter William dan merekapun berjalan menaiki anak tangga tanpa memperdulikan Kelik dan Moko.


"Hiks... Hiks... Kenapa Daddy tidak sayang sama Mommy dan kami berdua?" Tanya Moko sambil terisak.


"Kalian berdua dan ibumu harusnya berfikir kenapa sikap Daddy berubah." Ucap Tuan Besar Willy sambil berjalan tanpa membalikkan badannya.


Kelik dan Moko hanya memandang Tuan Besar Willy dan dokter William yang sedang menaiki anak tangga tanpa memperdulikan keberadaan Mereka.


Hal itu membuat Kelik dan Moko semakin benci dan dendam terhadap mereka berdua. Kelik dan Moko akhirnya berjalan ke arah kulkas untuk mencari apa yang bisa di makan hingga dirinya melihat bermacam buah - buahan.


Karena lapar Kelik dan Moko terpaksa memakan buah - buahan untuk mengganjal perut mereka untuk sementara waktu setelah selesai Kelik dan Moko mencari mie instan.


"Akhirnya ketemu." Ucap Moko dan Kelik dengan serempak setelah lama mencari.

__ADS_1


"Tolong buatkan Kakak dan Mommy." Pinta Kelik.


"Baik Kak." Jawab Moko.


Moko menyalakan kompor gas kemudian meletakkan panci dan di isi air hampir penuh selanjutnya membuka bungkusan mie instan dan memasukkannya ke dalam panci sebanyak tiga bungkus.


Lima menit kemudian Moko mematikan kompor tersebut kemudian memindahkannya ke dalam mangkok anti panas. Kelik membawa nampan yang berisi tiga mangkok mie rebus kemudian berjalan dengan hati - hati menaiki anak tangga menuju ke kamar Ririn.


Moko membuka pintu dengan lebar agar Kelik bisa masuk ke dalam kamar kemudian Kelik berjalan ke arah ranjang di mana Ririn terbaring dengan posisi terlentang diikuti oleh Moko.


Kelik kemudian meletakkan mangkok di atas meja dekat ranjang sedangkan Ririn yang melihat ke dua anaknya menatapnya dengan tatapan kesal.


"Kok lama banget sih." Ucap Ririn dengan nada kesal.


"Aku masak sendiri makanya lama." Jawab Moko dengan nada ketus.


Sambil berbicara Moko mengambil mangkok di atas meja dekat ranjang kemudian memakannya dengan lahap karena dirinya sangat lapar begitu pula dengan Kelik.


"Kenapa kamu yang masak? Apakah anak murahan itu bikin masalah lagi?" Tanya Ririn dengan nada kesal.


"Iya mom katanya mulai sekarang dan seterusnya masak sendiri kalau tidak mau silahkan beli sendiri atau keluar dari mansion." Jawab Moko mengulangi perkataan dokter William.


"Kamu kenapa tidak bilang sama Daddy?" Tanya Ririn sambil menahan amarahnya.


"Sudah tapi Daddy memihak si gendut itu." Jawab Moko sambil masih memakan mie.


"Sudahlah Mommy lapar ngga bisa buat mikir, suapi Mommy." perintah Ririn karena perutnya terasa perih.


"Baik mom, tapi tunggu Moko selesai makan." Jawab Moko sambil melanjutkan makanannya.


Ririn hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian melihat Kelik yang asyik menikmati makan mie rebus. Setelah hampir limat menit menunggu, akhirnya Moko sudah selesai makan kemudian mengambil mangkok yang berisi mie instan untuk menyuapi Ririn.


"Kamu tidak salah bikin?" Tanya Ririn yang melihat mie instan buatan Moko.

__ADS_1


"Memang kenapa mom?" Tanya Moko dengan wajah polosnya.


__ADS_2