
Dokter William berlari selama sepuluh menit kemudian melatih tubuhnya yang gendut agar bisa lincah seperti kehidupan dahulu. Jika ada orang yang ingin berbuat jahat pada pemilik tubuhnya dirinya bisa melawan.
Hingga tiga puluh menit kemudian dokter William berhenti karena nafasnya sudah tersengal-sengal. Dokter William duduk dengan ke dua kakinya diselonjorkan sambil mengatur nafasnya.
"Hah... Hah... Hah... Tubuh gendut ini membuatku lekas cape. Aku rasa sudah cukup olah raganya karena Aku seperti orang kehabisan nafas." Ucap dokter William sambil mengatur nafasnya yang memburu karena habis berolah raga terlebih detak jantungnya berdetak kencang.
"Hari ini Aku akan meminta Daddy untuk dibuatkan tempat khusus meracik obat - obatan. Karena Aku tidak betah dengan berat tubuhku yang sangat mirip dengan gajah bengkak." Ucap dokter William.
"Selain itu Aku juga ingin menjual obat - obatan yang telah Aku buat untuk menambahkan uang saku mengingat pemilik tubuh tidak pernah di kasih uang saku." sambung dokter William.
Setelah nafasnya sudah mulai teratur dokter William berlari kecil menuju ke mansion setelah lima belas menit dokter William berjalan dengan perlahan agar tidak ada yang mencurigai dirinya habis berolahraga.
Hingga dokter William sampai di depan gerbang tapi tidak ada yang membuka pintu gerbangnya membuat dokter William melihat sekeliling tempat tersebut dan tidak melihat bodyguard yang setia tidak ada di tempat tersebut.
__ADS_1
"Paman, tolong buka gerbangnya." Pinta dokter William.
"Maaf Tuan Muda, Saya tidak berani." Jawab salah satu bodyguard tersebut yang tidak ingin di pecat.
"Apakah kalian semua di larang oleh wanita ular itu?" Tanya dokter William sambil menahan amarahnya.
"Wanita ular?" Tanya bodyguard mengulangi perkataan dokter William.
"Ibu tiri ku." Jawab dokter William.
Dokter William menghembuskan nafasnya dengan perlahan dengan perlahan untuk mengurangi emosinya setelah mulai berkurang dokter William mempunyai ide cemerlang.
'Sebenarnya Aku bisa mendobrak pagar tinggi ini sampai roboh tapi yang ada orang - orang akan curiga karena mereka tahunya Aku bodoh dan tenagaku lemah.' Ucap dokter William dalam hati.
__ADS_1
"Daddy!!!!.... Daddy!!.... Daddy!!!" Teriak dokter William.
Tuan Besar Willy yang sedang berjalan ke arah pintu utama mendengar teriakan dokter William membuat Tuan Besar Willy melangkahkan kakinya dengan cepat diikuti oleh istri dan ke dua anak tirinya dari arah belakang.
Kepala pelayan yang melihat majikannya sedang berjalan ke arah pintu utama dengan langkah cepat membuka pintu utama. Tuan Besar Willy berjalan hingga mendekati pintu gerbang dan matanya langsung membulat sempurna melihat putranya berada di luar gerbang tanpa ada yang membukakan pintu membuatnya menatap tajam ke arah para bodyguardnya.
"Kenapa gerbangnya tidak di buka hah!!"" Bentak Tuan Besar Willy sambil melanjutkan langkahnya mendekati pintu gerbang.
"Mommy yang menyuruhnya karena William pagi - pagi selalu berbuat onar dan mencuri barang milik orang yang lewat. Mommy sudah sering menasehatinya untuk tidak mencuri milik orang lain dan tidak berbuat onar tapi William susah untuk dibilangin malah Mommy sering di maki." Ucap ibu tirinya dengan wajah pura - pura sedih.
"Iya Dad. Kak William juga sering mencuri barang - barang kami padahal Kak William punya barangnya." Sambung Kelik.
"Bahkan di kampus suka merebut barang milik teman - temannya sampai kami berdua malu dan mengganti dengan uang jajan kami." Sambung Moko.
__ADS_1
"Benar begitu William?" Tanya Tuan Besar Willy sambil matanya menatap tajam ke arah putra sulungnya.