Dokter William

Dokter William
Ada Apa Suster?


__ADS_3

"Biasanya jika datang masalah yang sangat berat maka jantung Daddy terasa sangat sesak dan sulit untuk bernafas. Tapi sejak Daddy meminum obat yang kamu berikan, jantung Daddy tidak lagi merasa sakit." Ucap Tuan Besar Willy.


Dokter William hanya diam dan mendengarkan kalimat selanjutnya walau sebenarnya dokter William tahu kalimat selanjutnya.


"Tapi ketika Daddy berada di perusahaan tiba - tiba dada Daddy sangat sakit dan sangat sulit untuk bernafas." Sambung Tuan Besar Willy dengan wajah bingung.


"Karena ada orang yang sengaja memberikan racun ke Daddy karena itulah dada Daddy terasa sangat sakit." Ucap dokter William terus terang.


"Apa?? Kurang aj*r, siapa yang melakukannya?" Tanya Tuan Besar Willy dengan nada kesal sekaligus dengan wajah terkejut secara bersamaan.


"William tidak tahu Dad. Tadi William meminta bantuan Paman Rey untuk mengecek rekaman cctv mansion." Jawab dokter William menjelaskan.


"Semoga saja cepat ketemu siapa dalangnya." Ucap Tuan Besar Willy penuh harap.


"Apa yang akan Daddy lakukan?" Tanya dokter William penasaran.


"Daddy akan membunuhnya." Jawab Tuan Besar Willy.


"Terlalu enak buat orang itu, Dad." Jawab dokter William dengan nada santai.


"Lalu apa hukumannya?" Tanya Tuan Besar Willy penasaran.


"Nanti Daddy akan tahu hukuman apa yang pantas di dapatkan untuk orang itu." Jawab dokter William sambil tersenyum menyeringai.


"Kalau begitu Daddy serahkan padamu." Ucap Tuan Besar Willy menyerahkan semuanya ke dokter William.


Hal itu dikarenakan Tuan Besar Willy melihat dengan jelas senyuman dokter William di mana senyuman itu tanda kalau musuh akan diberikan hukuman yang sangat menyakitkan.


"Baik Dad. Daddy tenang saja William akan memberikan pelajaran buat mereka." Ucap dokter William.


"Daddy percaya padamu, tapi..." Ucap Tuan Besar Willy menggantungkan kalimatnya.


"Tapi kenapa, Dad?" Tanya dokter William penasaran.


"Daddy ingin bertanya padamu dan Daddy harap kamu jawab dengan jujur." Ucap Tuan Besar Willy sambil menatap ke arah dokter William.


'Apakah Daddy sudah mulai mencurigaiku?' Tanya dokter William dalam hati dengan jantung berdebar - debar.


"Tanya apa, Dad?" Tanya dokter William penasaran.

__ADS_1


"Daddy merasa William yang dulu dengan William yang sekarang sangat berbeda, sebenarnya siapa kamu?" Tanya Tuan Besar Willy dengan pandangan mata menyelidik.


'Sudah Aku tebak pasti akan bertanya seperti ini dan untunglah aku sudah menyiapkan jawaban yang tepat.' Ucap dokter William dalam hati.


"Menurut Daddy?" Tanya dokter William.


Dokter William tidak menjawab pertanyaan Tuan Besar Willy melainkan memberikan pertanyaan. Karena dirinya tidak mungkin menyebutkan kalau William sudah meninggal dunia dan dirinya yang berupa jiwa bernama dokter William masuk ke dalam raga William.


"Wajahmu memang mirip William dan sifat mu sebagian mirip Daddy dan Mommy sedangkan sebagian lagi sifat mu berbeda lebih berani dan susah untuk di tebak terlebih bisa mendeteksi ada penyakit atau tidak." Jawab Tuan Besar Willy dengan jujur dan apa adanya.


"Mungkin hanya perasaan Daddy saja. Aku memang William hanya saja William yang dulu sudah meninggal dunia karena mendapatkan siksaan dari Ibu tiriku dan ke dua adik tiriku." Ucap dokter William.


"Di mana mereka berpura - pura baik sama Daddy tapi ketika Daddy tidak ada mereka menyiksaku dengan kejam. Kejadian itu tidak hanya sekali tapi berulang kali dan ketika Daddy bertanya kenapa Aku terluka maka Ibu tiriku pura - pura menangis kalau Aku berantem dengan teman sekolah." Sambung dokter William.


"Maafkan Daddy kalau selama ini Daddy lebih percaya dengan mulut manis mereka. Daddy berjanji mulai sekarang dan seterusnya Daddy akan lebih percaya dengan putra Daddy." Ucap Tuan Besar Willy sambil memeluk tubuh putra semata wayangnya dengan perasaan yang amat bersalah.


"Tidak apa - apa Daddy yang penting Daddy sudah tahu dan percaya dengan William." Ucap dokter William sambil membalas pelukan Tuan Besar  Willy.


Setelah beberapa saat Tuan Besar Willy dan dokter William melepaskan pelukannya.


"Selain itu apa yang mereka lakukan?" Tanya Tan Besar Willy.


"Awas saja kalau Daddy menemukan mereka, akan Daddy siksa sampai akhirnya mati dengan cara mengenaskan." Ucap Tuan Besar Willy menahan amarahnya.


"Daddy jangan pikirkan mereka dulu karena yang terpenting jaga kesehatan Daddy." Ucap dokter William.


"Daddy bersyukur masih diberikan kesempatan ke dua untuk memperbaiki kesalahan yang selama ini Daddy lakukan." Ucap Tuan Besar Willy yang masih merasa bersalah.


"Tidak perlu mengingat masa lalu karena masa lalu tidak bisa diperbaiki jadi mulai sekarang kita memulai dari awal dan melupakan masa lalu yang sangat menyakitkan." Ucap dokter William.


"Benar apa yang kamu katakan." Ucap Tuan Besar Willy.


"Oh ya, nanti kalau Daddy benar - benar sudah sehat. Kita pulang ke mansion De La Costa karena William ingin meracik obat buat Daddy." Ucap dokter William setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Apakah obat itu untuk menambah daya tahan tubuh? Mengingat tubuh Daddy baik - baik saja." Ucap Tuan Besar Willy.


"Bukan Daddy, obat yang akan William racik adalah obat untuk menetralisir racun yang belum semuanya keluar dari tubuh Daddy. William tadi hanya memberikan obat sementara di mana obat itu hanya bisa mengeluarkan sebagian racun yang ada di dalam tubuh Daddy. Jawab dokter William dengan wajah serius.


"Apakah racunnya sangat ganas?" Tanya Tuan Besar Willy penasaran.

__ADS_1


"Sangat ganas dan kalau di tolong tepat waktu bisa saja ...." Ucap dokter William menggantungkan kalimatnya.


Tuan besar Willy sangat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh dokter William. Dirinya sangat bersyukur dokter William menyelamatkan nyawanya dan berharap orangnya dapat segera tertangkap.


Tuan Besar Willy tidak memperdulikan nyawanya tapi lebih memperdulikan nyawa putra semata wayangnya. Karena itulah Tuan Besar Willy ingin agar Paman Rey dapat menemukan dan menangkap pelakunya lewat rekaman cctv.


Tidak berapa lama pintu ruang perawatan terbuka dengan lebar oleh seseorang membuat Tuan Besar Willy dan dokter William memalingkan wajahnya ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


"Selamat siang Tuan Besar dan Tuan Muda." Sapa dokter tersebut sambil berjalan ke arah mereka berdua dan diikuti oleh seorang perawat.


"Siang." Jawab dokter William dengan singkat.


Tuan Besar Willy hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun sedangkan dokter tersebut tidak marah karena dokter tersebut mengerti sifat Tuan Besar Willy.


"Bagaimana keadaan Tuan Besar? Apakah sudah mulai membaik?" Tanya dokter tersebut dengan nada masih ramah.


"Dadaku tidak terasa sakit dan nyeri tidak seperti waktu Aku datang." Jawab Tuan Besar Willy.


"Syukurlah, Saya ikut senang mendengarnya. Maaf Tuan Besar, Saya akan mengecek kondisi Tuan Besar." Ucap dokter tersebut.


"Silahkan dokter." Jawab dokter William yang menjawab ucapan dokter tersebut.


Dokter itupun mulai memeriksa kondisi kesehatan Tuan Besar Willy dengan di bantu oleh perawat setelah hampir sepuluh menit barulah mereka sudah selesai memeriksa kondisi Tuan Besar Willy.


"Kondisi Tuan Besar sudah membaik jadi besok Tuan Besar bisa pulang." Ucap dokter tersebut.


"Terima kasih, Dok." Jawab dokter William yang bisa menebak pasti jawabannya seperti itu.


"Sama - sama, Tuan Muda." Jawab dokter tersebut.


Tiba - tiba pintu ruang perawatan vvip terbuka membuat semua orang menatap ke arah pintu tersebut tampak seorang perawat berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah dokter tersebut.


"Maaf Tuan Besar, Tuan Muda dan dokter. Maaf kedatangan Saya telah mengganggu ketenangan." Ucap perawat tersebut sambil membungkukkan tubuhnya dengan wajah ketakutan.


"Ada apa suster?" Tanya dokter tersebut dengan nada ramah.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2