
Wajahnya yang tadi tersenyum ke arah orang tuanya Katherine dan juga Katherine dengan cepat langsung mengubah wajahnya.
Di mana wajahnya menjadi sangat dingin dan tidak ada senyuman di wajahnya ketika bodyguard milik Tuan Besar Willy memberikan hormat pada dirinya.
"Di ruang bawah tanah Tuan Muda." Jawab salah satu bodyguard tersebut.
"Antar kan Aku ke sana!" Perintah dokter William.
"Baik Tuan Muda." Jawab bodyguard tersebut.
Mereka pun berjalan ke arah samping mansion hingga empat menit kemudian mereka sudah berada di ruang bawah tanah.
Dokter William melihat sepasang suami istri di mana ke dua tangan dan ke dua kakinya di ikat dengan erat. Sepasang suami itu berkerja di mansion dan dokter William mengenali mereka berdua membuat dokter William menahan amarahnya karena mereka berani memberikan racun ke Tuan Besar Willy.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya dokter William dengan nada setengah oktaf.
Hening Hening
"Aku katakan sekali lagi, siapa yang menyuruh kalian? Hah!!!!" bentak dokter William dari naik setengah oktaf menjadi satu oktaf.
Hening Hening
Dokter William yang sangat kesal membuka tas ukuran sedang yang selalu di bawanya kemudian mengambil salah satu botol tersebut.
Dokter William berjalan ke arah pelayan wanita tersebut kemudian dokter William mencengkram ke dua sudut pipinya agar mulutnya terbuka dengan menggunakan tangan kirinya karena tangan kanannya memegang botol.
Dokter William memasukkan botol itu ke dalam mulut pelayan tersebut. Pelayan itupun berusaha menggeleng - geleng kan kepalanya agar obat tersebut tidak masuk ke dalam mulutnya tapi tenaga dokter William lebih kuat.
Setelah isi botol yang berisi obat beracun masuk ke dalam mulut pelayan tersebut dokter William langsung menarik botol obat tersebut.
Dokter William kemudian langsung menutup mulut pelayan tersebut dengan menggunakan tangannya agar racunnya tidak dikeluarkan.
"Obat yang Aku berikan adalah obat beracun lima belas menit lagi obat itu akan bereaksi. Di mana tubuhmu seperti akan terasa terbakar dan merasakan haus yang teramat sangat secara bersamaan." Ucap dokter William dengan nada dingin.
"Jadi terserah padamu tetap bungkam tapi tubuhmu terasa terbakar dan merasakan kehausan atau mengaku siapa yang memerintahkan kalian." Sambung dokter William.
Hening Hening
"Jika kamu mengatakan mungkin Aku berubah pikiran." Ucap dokter William setelah beberapa saat terdiam.
__ADS_1
Dokter William kembali terdiam sambil menatap pelayan tersebut sedangkan pelayan tersebut menatap dokter William dengan tatapan sinis.
"Awalnya Aku mau berbaik hati tapi karena kamu bersikeras maka jangan salahkan Aku jika aku tidak akan memberikan penawar buatmu." Ucap dokter William dengan nada kesal karena di tatap sinis.
Hening Hening
"Baiklah, sekarang giliranmu." Ucap dokter William sambil mengeluarkan satu botol dari dalam tasnya karena kesal pelayan itu tidak mau mengatakannya.
Sama seperti yang di lakukan oleh istrinya, dokter William melakukan juga terhadap suami pelayan tersebut dengan memberikan racun ke dalam mulutnya tapi berbeda jenis racun dengan istrinya.
Di mana racun untuk suaminya dosisnya lebih besar yaitu dua kali yang diberikan untuk istrinya. Hingga tujuh menit tiga puluh detik kemudian obat tersebut menunjukkan reaksinya membuat dokter William tersenyum menyeringai.
"Bagaimana? Tersiksa bukan?" Tanya dokter William sambil tersenyum menyeringai.
Dokter William tiba - tiba mendapatkan penglihatan kalau sepasang suami istri berkerja sama dengan ibu tiri dan ke dua adik tirinya.
Di mana mereka berlima sering menyiksa pemilik tubuh dan juga mereka sering menyuruh pemilik tubuh untuk membersihkan seluruh mansion.
Bukan itu saja mereka berlima melakukan perbuatan semena - mena terhadap penghuni mansion yang setia dengan ibu kandung pemilik tubuh hal itu membuat mereka keluar satu demi satu.
Sepasang suami istri tersebut mulai merasakan tubuhnya terasa terbakar dan juga merasakan kehausan secara bersamaan.
Tapi mereka berusaha untuk menahannya namun lama kelamaan sepasang suami istri tersebut tidak dapat menahannya lagi.
"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya dokter William sambil tersenyum devil.
"Berikan kami obat penawarnya baru kami akan memberikan informasinya." Jawab pelayan tersebut.
"Benar kata istriku, berikan dulu obat penawarnya nanti kami akan memberitahukannya." Sambung bodyguard tersebut.
"Kalian berdua tidak berhak untuk mengaturku, siapa yang menyuruh kalian?" Tanya dokter William mengulangi perkataannya.
"Nyonya Ririn." Jawab mereka berdua dengan serempak.
"Apa ibu tiri ku? Eh salah wanita ular itu yang meracuni Daddy ku?" Tanya dokter William sambil menahan amarahnya.
"Benar Tuan Muda." Jawab pelayan tersebut.
"Tuan Muda kami sudah mengatakan siapa yang menyuruh kami jadi Aku minta sekarang berikan kami penawarnya." sambung bodyguardnya.
__ADS_1
"Ceritakan yang lebih lengkap!" Perintah dokter William yang tidak memperdulikan permohonan bodyguard milik Tuan Besar Willy.
Bodyguard itupun dengan susah payah menahan tubuhnya yang sudah terasa terbakar dan juga merasakan kehausan secara bersamaan hingga tidak berapa lama bodyguard sudah selesai menceritakan tanpa ada yang di tutupinya.
"Tuan Muda, Aku sangat tersiksa .... Haus .... Air ... Air .... Tolong berikan Aku air ... Aku mohon ...." Mohon pelayan tersebut sambil tubuhnya digerakkan ke kanan dan ke kiri.
"Benar kata istriku Tuan Muda, kami sudah memberitahukan semuanya tanpa ada yang kami tutupi .... Aku mohon Tuan berikan penawarnya ... Aku sangat kehausan dan kepanasan ..." Mohon bodyguard tersebut.
Dokter William hanya berdiri dan berjalan ke arah pintu tanpa mengeluarkan kata sedikitpun membuat sepasang suami istri terpaksa memanggil dokter William
"Tuan Muda tunggu!!!" Teriak sepasang suami istri tersebut secara bersamaan.
"Aku haus .... Panas!!! Aku mohon berikan penawarnya!" Teriak sepasang suami istri tersebut dengan serempak.
Dokter William menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya dan menunggu apa yang akan mereka katakan walau dirinya sudah tahu apa yang ingin mereka katakan.
"Ada apa?" tanya dokter William dengan nada dingin.
"Tuan Muda, kami sudah mengatakan yang sebenarnya jadi tolong berikan kami obat penawarnya." mohon pelayan tersebut mengulangi perkataannya.
"Apa yang dikatakan oleh istriku benar Tuan Muda, kami sudah mengatakannya jadi kami mohon berikan kami penawarnya." mohon bodyguard tersebut.
'Cih, baru kali ini aku memohon seperti ini. Awas saja kalau Aku sudah di kasih obat penawar, giliran mu yang akan kami racun dan tidak usah mahal - mahal akan Aku berikan racun tikus biar kamu langsung mati." ucap bodyguard itu dalam hati sambil menahan amarahnya sekaligus menahan tubuhnya yang sangat tersiksa karena tubuhnya terasa terbakar dan juga merasakan kehausan secara bersamaan.
'Si*lan baru kali ini aku merendahkan diriku di depan anak si x alan ini. Awas saja Aku akan membunuhmu bagaimanapun caranya." ucap pelayan itu dalam hati sambil menahan amarahnya sekaligus menahan tubuhnya yang tersiksa karena tubuhnya terasa terbakar dan juga merasakan kehausan secara bersamaan.
"Sejak dulu kalian sering menyiksaku dan Aku berusaha untuk memaafkan semua kesalahan kalian dan melupakannya tapi kali ini Aku tidak bisa memaafkan kalian lagi jadi terimalah hukuman yang pantas kalian dapatkan." ucap dokter William dengan nada dingin.
Dokter William melangkahkan kakinya kembali tanpa memperdulikan teriakan dan caci maki sepasang suami istri tersebut.
"AKU MEMBENCIMU! AKAN AKU BALAS PERBUATANMU!" Teriak sepasang suami istri dengan serempak dan suara menggelegar.
"AKHHHHHHHHHHHH..... TOLONG ... HAUSSSSSSSS .... PANAS!" Teriak mereka berdua sambil berusaha melepaskan ikatan ke dua tangan dan kedua kakinya.
Ikatannya yang kuat membuat tangan dan kakinya memerah tapi sepasang suami tersebut tidak memperdulikannya. Tanpa sepengetahuan mereka sepasang mata menatapnya dengan tatapan tidak tega tapi dirinya tidak bisa berbuat apa - apa.
'Maafkan Aku tapi kalian tenang saja akan Aku balas perbuatan anak si x alan itu.' ucap salah satu pria tersebut yang bekerja sebagai bodyguard.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :