Dokter William

Dokter William
Dokter Bela Kurniawan dan Belia Kurniawan


__ADS_3

"Maksud Saya, kenapa Tuan Muda bisa tahu kalau Tuan Besar Willy terkena racun dengan hanya mengecek nadi Tuan Besar?" Tanya dokter tersebut memperjelas ucapannya.


"Kebetulan Aku mengerti sedikit tentang racun." Jawab dokter William berbohong.


Dokter William tidak mungkin mengatakan siapa Dia sebenarnya kalau dirinya adalah seorang dokter genius yang mengerti tentang segala macam penyakit dengan cara mengecek nadi seseorang.


Selain itu dokter William sangat pintar meracik obat untuk menyembuhkan segala macam penyakit tapi untuk saat ini dokter William masih ingin menutupi identitasnya.


"Oh ya dokter, Aku minta kejadian ini jangan sampai diketahui oleh orang lain." Pinta dokter William.


"Baik tapi dengan satu syarat." Pinta dokter itu.


"Syarat apa?" Tanya dokter William sambil menatap ke arah dokter tersebut.


"Saya sangat sedih jika tidak bisa mengobati pasien apalagi hatiku sangat sakit jika tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien jadi bolehkah kita melakukan kerja sama?" Tanya dokter tersebut penuh harap.


"Kerja sama dalam bentuk apa?" Tanya dokter William sambil menaikkan salah satu alis matanya.


"Menjadi asistenku di mana Tuan Muda membantu menyembuhkan pasien yang mengalami penyakit berat." Jawab dokter tersebut menjelaskan.


"Dari mana dokter tahu? Kalau Aku bisa menyembuhkan penyakit berat?" Tanya dokter William penasaran.

__ADS_1


"Perasaanku mengatakan kalau Tuan Muda sangat hebat dan bisa menyembuhkan penyakit lain selain jantung. Jadi apakah Tuan Muda bersedia?" Tanya dokter tersebut.


Dokter William hanya terdiam sambil berfikir antara menerima tawaran dokter tersebut atau tidak. Sedangkan dokter tersebut sangat berharap agar dokter William mau menerima tawarannya.


Dokter William menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menatap wajah Tuan Besar Willy yang sudah tidak pucat lagi kemudian menatap kembali ke arah dokter tersebut.


"Aku setuju asalkan dengan satu syarat." Jawab dokter William.


"Apa itu syaratnya?" Tanya dokter itu sambil tersenyum bahagia.


"Aku hanya ingin jika ada pasien yang tidak mampu membayar maka dokter harus melayaninya tanpa perlu meminta bayaran sedangkan bagi orang yang mampu jangan meminta bayaran yang tinggi." Jawab dokter William.


"Intinya bayarlah sesuai kemampuan mereka, jika ada yang membayar dalam jumlah besar terima saja tapi jika ada yang tidak mampu membayar biaya pengobatan tidak apa - apa. Apakah dokter bersedia?" Tanya dokter William.


"Masalah gajiku dan obat - obatan dokter jangan merasa kuatir karena Aku melakukannya secara gratis." Jawab dokter William.


Orang tua pemilik tubuh sangat kaya di mana banyak perusahaan baik dalam negri maupun luar negri. Belum lagi aset berharga lainnya karena itulah dokter William mengatakan tidak perlu membayar sepeserpun.


"Baiklah kalau begitu saya setuju, mulai sekarang kita berkerja sama." Ucap dokter tersebut sambil mengulurkan tangannya ke arah dokter William.


"Ok." Jawab dokter William singkat sambil membalas uluran tangan dokter tersebut.

__ADS_1


"Oh ya hampir lupa, namaku Bela Kurniawan dan panggil saja Bela tanpa perlu menyebutkan dokter." Ucap dokter Bela memperkenalkan dirinya.


"Ok. Namaku William panggil saja William tanpa perlu menyebutkan Tuan Muda." Ucap dokter William sambil melepaskan tangannya begitu pula dengan dokter Bela.


Dokter William mendapatkan penglihatan tentang dokter Bela Kurniawan dan dirinya sangat terkejut. Hal itu dikarenakan ternyata dokter Bela Kurniawan ada hubungan keluarga dengan tantenya yang meracuni dirinya hingga dokter William meninggal dunia.


Dokter William berusaha bersikap biasa saja karena saat ini dirinya tidak ingin membuka identitasnya di depan dokter Bela Kurniawan.


"Apakah kenal dengan Belia Kurniawan?" Tanya dokter William penasaran.


Belia Kurniawan adalah nama Tantenya yang mempunyai ide jahat untuk meracuni dokter William di masa lampau. Di mana di saat dokter William sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dokter William berjanji akan membalas semua perbuatan mereka termasuk keluarga besarnya.


Dokter William tidak perduli kalau ada hubungan keluarga karena mereka menguasai hartanya padahal dokter William sering membantu keluarganya.


'Sungguh menyesal Aku mau bekerjasama dengan dokter Bela Kurniawan.' Ucap dokter William dalam hati.


'Aku sangat yakin kalau dokter Bela Kurniawan pasti sifatnya tidak berbeda jauh dengan Tante Belia Kurniawan yaitu tamak akan harta.' sambung dokter William dalam hati.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :

__ADS_1



__ADS_2