Dokter William

Dokter William
Ada Apa?


__ADS_3

"Aku ingin pindah jurusan kedokteran karena William tidak cocok dengan jurusannya." Jawab dokter William berbohong.


'Karena Aku ingin menjadi dokter terkenal di negara ini sehingga Aku bisa mencari pembunuh Ibu dari pemilik tubuh dan menemukan Paman dan Tanteku yang telah membuatku meninggal dunia.' Sambung dokter William dalam hati.


"Apa jurusan dokter? Apa Daddy tidak salah dengar?" Tanya Tuan Besar Willy dengan wajah terkejut.


"Iya Dad." Jawab dokter William dengan nada yakin.


"Baiklah nanti Daddy akan menyuruh orang kepercayaan Daddy untuk mengurus semuanya." Ucap Tuan Besar Willy yang tidak bisa menolak permintaan dokter William.


"Oh ya Daddy, bagaimana kalau kita ke mall?" Ajak dokter William mengalihkan pembicaraan.


"Baik, ayo kita berangkat sekarang." Ajak Tuan Besar Willy.


"Baik Dad." Jawab dokter William.


Mereka pun langsung berangkat menuju ke mall dan membeli beberapa steel pakaian untuk kuliah, pakaian tidur dan pakaian santai karena pakaian milik dokter William sudah sangat lama dan usang terlebih terlalu kebesaran.


Dokter William langsung mengganti pakaiannya di butik langganan almarhumah Ibu dari pemilik tubuhnya kemudian berlanjut ke salon agar wajah dokter William tidak kusam.


Hampir satu jam lebih Tuan Besar Willy menunggu putra sulungnya di salon dan akhirnya selesai karena lapar dan haus mereka pergi ke restoran sambil berbincang - bincang.


"Putraku sekarang menjadi tampan." Puji Tuan Besar Willy.


"Akh ... Daddy meledek William." Ucap dokter William.


"Siapa yang meledek? Daddy bicara jujur kok. Maafkan Daddy karena tidak pernah memperdulikan mu dan mulai sekarang apapun yang kamu minta Daddy akan memberikan semuanya." Ucap Tuan Besar Willy.


"Benar Daddy?" Tanya dokter William sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Benar, apa lagi yang kamu minta?" Tanya Tuan Besar Willy.


"Ini dad, teman William ingin membuka usaha obat - obatan tapi terbentur biaya jadi bisakah Daddy meminjamkan uang untukku?" Tanya dokter William penuh harap.


"Pffftttt..." Tuan Besar Willy tertawa ketika mendengar ucapan dokter William.


"Kok Daddy menertawakan William." tanya dokter William dengan wajah cemberut.


"Iya... Iya maaf, habis kamu lucu." Ucap Tuan Besar Willy sambil menahan tawa.


"Memang William badut." Ucap dokter William.


" Aduh Daddy, kenapa keningku di sentil?" Tanya dokter William sambil mengelus keningnya.


"William, uang Daddy adalah uang milikmu jadi tidak perlu meminjam ke Daddy." Ucap Tuan Besar Willy menjelaskan kenapa dirinya menyentil kening dokter William.


"Nomer rekeningnya berapa nanti Daddy transfer?" Tanya Tuan Besar Willy.


"Dia tidak punya rekening dad." Jawab dokter William berbohong karena dirinya tidak mempunyai teman.


"Lalu bagaimana cara membeli obat - obatan?" Tanya Tuan Besar Willy dengan wajah bingung.


"Daddy, punya kenalan yang menjual obat - obatan dari negara Tiongkok?" Tanya dokter William tanpa menjawab pertanyaan Daddynya.


"Punya, kenapa?" Tanya Tuan Besar Willy penasaran.


"Kalau begitu kirimkan semua obat - obatan tapi kemana ya dad?" Tanya dokter William sambil berfikir.


"Apakah temanmu juga tidak ada tempat untuk penampungan obat?" Tanya Tuan Besar Willy penasaran.

__ADS_1


"Maaf Dad, tidak ada." Jawab dokter William sambil menundukkan wajahnya dengan wajah sangat sedih.


Dokter William merasa sangat bersedih dan bersalah karena berbohong dengan Tuan Besar Willy tapi dirinya tidak ingin rahasianya terbongkar walau itu Tuan Besar Willy sekalipun.


"Sstttt... Sudah... Sudah jangan bersedih kebetulan Daddy punya mansion yang jarang di pakai dan bisa digunakan sebagai tempat obat - obatan." Ucap Tuan Besar Willy.


"Terima kasih dad." Jawab dokter William.


"Sama - sama. Oh ya kapan kamu dan temanmu mau mulai?" Tanya Tuan Besar Willy.


"Besok Dad, pulang kuliah William langsung ke sana bersama temanku." Jawab dokter William.


"Ok. Jawab Tuan Besar Willy dengan singkat.


Dokter William hanya tersenyum kemudian mereka makan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


"Ada yang dibeli lagi?" Tanya Tuan Besar Willy yang ingin membelikan semua kebutuhan dokter William.


"Tas, sepatu dan buku - buku tentang medis pengobatan." Ucap dokter William.


Dokter William sengaja ingin membeli buku tentang medis pengobatan untuk menutupi identitasnya di mana dokter William sangat ahli dalam bidang pengobatan.


"Ok." Jawab Tuan Besar Willy dengan singkat tanpa banyak bertanya.


Merekapun keluar dari restoran dan berjalan ke arah toko untuk membeli sepatu, tas dan buku - buku tentang medis pengobatan. Setelah selesai mereka pulang ke mansion hingga dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di mansion.


Tuan Besar Willy dan dokter William berjalan ke arah kamarnya masing - masing untuk istirahat. Baru saja sampai di atas tangga dokter William melihat Kelik dan Moko menatap mereka dengan tatapan sendu membuat Tuan Besar Willy dan dokter William memutar bolanya dengan malas.


"Ada apa?"Tanya Tuan Besar Willy dengan nada dingin.

__ADS_1


__ADS_2