Dokter William

Dokter William
Pil Pehilang Lemak


__ADS_3

"Taraaa.. Sudah selesai masakan Daddy." Ucap Tuan Besar Willy sambil meletakkan mangkok yang berisi salad sayur.


Dokter William yang sedang melamun memikirkan kilas balik pemilik tubuh membuatnya terkejut tapi langsung bisa merubah ekspresi dengan cepat.


"Terima kasih Daddy." Jawab dokter William.


"Sama-sama sayang." Jawab Tuan Besar Willy.


Dokter William hanya tersenyum kemudian mulai memakannya dengan lahap membuat Tuan Besar Willy tersenyum bahagia selesai makan mereka kembali ke kamar masing-masing.


Tuan Besar Willy berjalan ke arah kamarnya dan membuka pintunya, Tuan Besar Willy melihat istrinya sedang menatapnya dengan tatapan sendu.


"Ada apa?" Tanya Tuan Besar Willy dengan nada dingin.


"Kenapa suamiku membela William? Biasanya suamiku selalu percaya dengan apa yang Aku katakan." Jawab istrinya sambil mengeluarkan air matanya.


"Aku percaya dengan apa yang Aku lihat." Ucap Tuan Besar Willy dengan nada masih dingin.


"Selama bertahun-tahun kita menikah kenapa kita tidak di kamar utama?" Tanya istrinya penuh harap mengalihkan pembicaraan.


"Bukankah sudah Aku bilang kamar utama adalah kamar khusus kami dan tidak boleh dimasuki oleh siapapun kecuali Aku dan putraku William." Jawab Tuan Besar Willy.


"Aku tahu, tapikan kamar itu sangat luas." Ucap istrinya bersikeras menginginkan kamar utama.

__ADS_1


Hal itu dikarenakan dirinya tahu pasti banyak uang dan harta berharga milik istri pertamanya yang bisa dimilikinya.


"Aku bilang tidak ya tidak. Sudah Aku mau tidur dan jangan bahas itu lagi." Ucap Tuan Besar Willy sambil berbaring di ranjang dan tidur membelakangi istrinya.


'Walau kita sudah lama menikah tapi Aku tidak bisa mencintaimu karena Aku sangat mencintai istriku yang sudah bertahun - tahun meninggal dunia. Karena itulah Aku tidak mau kenangan istriku dimasuki oleh wanita lain walau kamu sudah menjadi istriku. Aku menikah denganmu karena Aku melihat kamu sangat baik dengan putraku William.' Sambung Tuan Besar Willy dalam hati.


'Si*l padahal kami sudah lama menikah tapi aku tidak diijinkan masuk ke kamar mereka, Cinta kamu itu sudah lama ma*i tapi bikin Aku kesel.' Ucap istrinya dalam hati.


Istriku sangat kesal dan membenci Cinta di mana Cinta merupakan istri pertama suaminya yang sudah lama meninggal dunia.


Hingga merekapun tidak lama tertidur dengan pulas sedangkan dokter William selesai makan masuk ke dalam kamar kemudian langsung berolahraga.


"Tubuhku sangat gendut membuatku harus setiap hari berolah raga dengan cara berlari, berenang dan melatih bela diri secara diam - diam tanpa sepengetahuan ibu tiri dan ke dua adik tiri ku.'' Ucap dokter William.


"Besok Aku akan melakukan berenang dan melatih bela diriku karena tubuhku terasa berat jika Aku bergerak sedikit saja belum lagi nafasku ngos-ngosan jika bergerak." Sambung dokter William dengan wajah penuh keringat.


Setelah berolah raga selama hampir satu jam dokter William istirahat sebentar sampai keringatnya berkurang. Setelah hampir lima belas menit barulah dokter William berjalan ke arah kamar mandi karena tubuh dan wajahnya penuh dengan keringat membuat pakaiannya basah kuyup.


Dokter William membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Dokter William membuka kran shower kemudian mandi hingga lima belas menit kemudian dokter William sudah selesai mandi dan memakai pakaian tidur.


"Ahhhh... segarnya." Ucap dokter William sambil berbaring di ranjang.


Tidak membutuhkan waktu lama dokter William tertidur dengan pulas hingga menjelang pagi dokter William baru membuka matanya dengan perlahan. Dokter William menggeliatkan tubuhnya kemudian turun dari ranjangnya menuju ke arah kamar mandi untuk mencuci wajah dan dilanjutkan dengan menyikat giginya. Setelah selesai dokter William keluar dari kamar mandi menuju ke arah pintu kamarnya.

__ADS_1


Dokter William membuka pintu kamarnya dan berjalan keluar menuruni anak tangga tanpa memperdulikan ke dua adik tirinya yang menatapnya penuh kebencian. Dokter William berjalan dengan santai hingga dokter William sudah sampai di lantai dasar.


Dokter William berjalan ke pintu utama sambil membalas sapaan para pelayan dan tersenyum manis hingga kepala pelayan membuka pintu utama.


"Terima kasih paman." Jawab dokter William sambil tersenyum ramah.


"Sama - sama Tuan Muda." Jawab kepala pelayan dengan sopan.


Dokter William berjalan keluar pintu utama menuju ke arah gerbang dan hanya satu orang yang mau membuka pintu gerbangnya karena hanya satu bodyguard yang masih menghormati dokter William sedangkan sebagian masih menghormatinya tapi takut di pecat dan sisanya orang - orang suruhan ibu tirinya membuat dokter William menahan amarahnya dan ingin membalas perbuatan ibu tirinya.


"Terima kasih paman." Ucap dokter William dengan nada sopan.


"Sama - sama Tuan Muda." Jawab bodyguard tersebut yang telah membantu memapah tubuh dokter William kemarin sore.


"Siap - siap saja kamu di pecat sama Nyonya Besar karena sudah dua kali membantu Tuan Muda William." Ucap bodyguard lainnya ketika dokter William berjalan meninggalkan pintu gerbang.


"Aku tidak perduli jika Aku di pecat." Ucap bodyguard tersebut dengan nada tegas..


"Terserah kamulah, yang penting Aku sebagai temanmu sudah memberitahukan dirimu." Ucap temannya.


"Benar kata Anto, kamu tidak ingat dengan Paijo? Dia di pecat gara - gara selalu membantu Tuan Muda William." Ucap temannya berusaha menasehati temannya.


"Aku ingat dan Aku tidak perduli." Ucap bodyguard tersebut bersikeras.

__ADS_1


Ke dua temannya langsung terdiam karena dirinya tahu sifat keras kepala temannya dan tanpa sepengetahuan mereka kalau salah satu temannya berkhianat sedangkan dokter William berjalan menuju ke sebuah hutan yang tidak jauh dari mansion nya.


'Aku akan laporkan ke Nyonya Besar.' Ucap pria tersebut dalam hati yang bekerja sebagai bodyguard sambil tersenyum menyeringai.


__ADS_2