Dokter William

Dokter William
Banyak Perubahan


__ADS_3

Setelah beberapa saat dokter William keluar dari kamar milik orang tua pemilik tubuhnya menuju ke arah kamarnya. Dokter William berjalan ke arah kamar mandi untuk menyikat gigi kemudian membasuh wajahnya setelah selesai dokter William keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah ranjang.


"Besok Aku akan membuat pil pelangsing tubuh karena Aku sangat tidak betah dengan berat badanku yang mirip gajah bengkak." Ucap dokter William sambil berbaring di ranjang untuk beristirahat.


Malam menjelang pagi dan seperti biasa dokter William bangun pagi - pagi dan kebetulan hari ini dirinya libur kuliah. Dokter William sudah mandi dan memakai pakaian santai karena dirinya bersiap - siap untuk pergi bersama Tuan Besar Willy dan Rey ke tempat mansion yang akan digunakan oleh dokter William untuk membuat ramuan obat yang sewaktu - waktu dibutuhkan dan juga bisa menjual ke orang - orang yang membutuhkannya.


Dokter William keluar dari kamarnya dan berjalan dengan santai menuju ke arah tangga dan melirik sekilas ke arah kamar ibu tirinya masih tertutup dengan rapat.


'Hukuman yang Aku berikan dengan perantaraan Tuan Besar Willy, Ayah dari pemilik tubuh ini belum seberapa dibandingkan dengan apa yang kalian lakukan pada pemilik tubuh ini jadi tunggulah balasanku selanjutnya." Ucap dokter William dalam hati sambil menuruni anak tangga.


Dokter William berjalan dengan santai menuju ke ruang keluarga dan melihat Tuan Besar Willy dan Rey sedang mengobrol dengan serius.


"Sudah bangun, ayo kita berangkat sekarang." Ajak Tuan Besar Willy menyudahi percakapannya.


"Baik Dad." Jawab dokter William.


Mereka bertiga pergi ke mansion yang ternyata tidak begitu jauh dari mansion milik Tuan Besar Willy, mereka bertiga turun dari mobil dan berjalan ke arah pintu utama.


Dua orang bodyguard langsung membuka pintu utama dan mereka pun masuk ke dalam mansion menuju ke ruangan yang sangat luas dan terdapat bermacam - macam jenis tanaman herbal kering yang di simpannya dengan rapi di dalam rak laci dan sudah ada nama - nama tanaman herbal.


"Temanmu tidak ke sini?" Tanya Tuan Besar Willy.


"Lusa dad, pulang kuliah langsung ke sini." Jawab dokter William berbohong.


"Apakah Tuan Muda tahu bermacam jenis obat?" Tanya Rey penasaran begitu pula dengan Tuan Besar Willy.


"Hanya sedikit yang tahu, memangnya kenapa Paman?" Tanya dokter William balik bertanya.


'Maaf Daddy dan Paman terpaksa William berbohong karena tidak mungkin menceritakan yang sesungguhnya.' Ucap dokter William dalam hati.


"Kami menikah sudah hampir sepuluh tahun tapi istriku sampai sekarang tidak mempunyai anak, bisakah Tuan Muda membuatkan obatnya?" Tanya Rey penuh harap.


"Rey, kenapa kamu menanyakan itu ke putraku? Memangnya putraku dokter." Protes Tuan Besar Willy dengan nada kesal.

__ADS_1


"Maaf Tuan Besar Willy." Jawab Rey sambil menundukkan kepalanya.


"Sebentar Aku siapin ramuannya." Ucap dokter William sambil membaca satu persatu nama - nama yang tertera di setiap rak laci yang lumayan luas.


Setelah menemukan dokter William mulai meracik obat membuat Tuan Besar Willy dan Rey saling memandang dengan tatapan bingung hingga sepuluh menit kemudian obat itu sudah selesai di buat.


"Ini Paman obatnya cukup di seduh sehari dua gelas selama seminggu dan tunggu hasilnya." Ucap dokter William sambil memberikan ramuan obat ke Rey yang di kemas dengan kertas khusus obat.


"Maaf Tuan Muda, nama kandungan obat ini dari bahan apa saja?" Tanya Rey penasaran karena setahunya Rey tahu siapa dokter William yang tidak bersekolah kedokteran.


"Bahannya mengandung Obat penyubur kandungan wanita yang bernama Clomiphene citrate, Metformin hydrochloride, Bromocroptine dan Gonadotrophins." Jawab dokter William.


"Apa itu Clomiphene?" Tanya Rey yang tidak mengerti artinya sedangkan Tuan Besar Willy tahu karena belajar sedikit tentang pengobatan.


"Clomiphene adalah obat yang bekerja merangsang kelenjar pituitari untuk membuat FSH (follicle stimmaulating hormone)." Jawab dokter William.


"Tuan Muda kok bisa tahu?" Tanya Rey dengan wajah bingung.


"Oh ya Daddy baru ingat, setelah Daddy menikah dengan wanita itu kenapa tiba - tiba sikap Daddy bisa berubah tidak mengenalmu dan sangat membencimu?" Tanya Tuan Besar Willy yang tiba - tiba teringat dan membuat dirinya penasaran.


"William akan cek nadi Daddy dulu." Jawab dokter William.


Dokter William mulai mengecek nadi Tuan Besar Willy dan dirinya sangat terkejut ketika mengetahui kalau Tuan Besar Willy tidak bisa mengontrol emosinya di mana emosi Tuan Besar Willy bisa meledak kapan saja. Namun racun di dalam tubuh Tuan Besar Willy hanya ditemukan tinggal sedikit.


'Aku merasa wanita ular itulah yang memberi racun tapi bagaimana caranya wanita ular itu memberikan racun? Aku akan menyelidikinya.' Ucap dokter William dalam hati.


"Tidak ada apa - apa Dad. Daddy hanya tidak bisa mengontrol emosi Daddy yang kapan saja bisa meledak mungkin karena lelah seharian bekerja." Ucap dokter William yang tidak ingin Tuan Besar Willy curiga dan menyelidikinya.


'Maaf Dad, William ingin menyelidiki sendiri dan akan membalas apa yang telah dilakukannya.' Sambung dokter William dalam hati.


"Tapi dulu emosi Daddy tidak seperti itu tapi kenapa jadi berubah sejak menikah dengan wanita itu?" Tanya Tuan Besar Willy yang masih curiga kalau istrinya ada di balik itu semua.


"William tidak tahu dad." Jawab dokter William.

__ADS_1


'Maaf Daddy, Aku tidak bisa memberitahukan yang sebenarnya karena aku tidak tahu siapa yang memberikan racun ke Tuan Besar Willy. Apakah wanita ular itu atau orang lain? Tapi yang pasti Aku berjanji akan membuat ramuan penawar obat jika ada yang berani memberikan racun ke Daddy.'  Sambung dokter William dalam hati.


"Adakah obat untuk menghilangkannya?" Tanya Tuan Besar Willy


"William akan membuat ramuan obat agar Daddy bisa mengontrol emosi." Jawab dokter William.


Tuan Besar Willy hanya tersenyum sedangkan dokter William menatap satu persatu untuk mencari bahan yang diperlukan untuk dijadikan obat karena dirinya belum hapal letak semua bahan yang akan diracik. Setelah menemukan bahan untuk dibuat obat, dokter William mulai meracik hingga sepuluh menit kemudian obat itu sudah jadi.


"Ini dad obatnya." Ucap dokter William sambil memberikan obat ke Tuan Besar Willy.


"Terima kasih sayang." Jawab Tuan Besar Willy sambil menerima obat tersebut.


"Sama - sama Dad. Oh ya obatnya di minum pagi dan malam hari jika rutin di minum selama seminggu Daddy bisa mengontrol emosi." Ucap dokter William.


"Ok." Jawab Tuan Besar Willy dengan singkat dan padat.


"Aku mau meracik obat dulu, Dad." Ucap dokter William.


"Obat untuk penyakit apa?" Tanya Tuan Besar Willy penasaran.


"Obat yang biasa di konsumsi jika sakit ringan misalnya obat pusing, mual, lambung dan lain - lainnya." Jawab dokter William yang tidak menyebutkan obat pelangsing tubuh.


"Ok, kalau begitu Daddy dan Paman Rey mau ke ruang kerja." Ucap Tuan Besar Willy.


"Baik dad." Jawab dokter William.


Tuan Besar Willy dan Rey keluar dari ruangan tersebut dan berjalan ke arah ruang kerjanya, mereka berdua masuk ke dalam ruangan tersebut dan Rey menutup pintunya dengan rapat.


"Duduklah Rey." Ucap Tuan Besar Willy sambil duduk di kursi kebesarannya.


"Baik Tuan." Jawab Rey sambil duduk di kursi berhadapan dengan Tuan Besar Willy yang hanya dibatasi oleh meja.


"Apakah kamu tidak melihat banyak perubahan yang terjadi pada putraku?" Tanya Tuan Besar Willy.

__ADS_1


__ADS_2