Dokter William

Dokter William
Ada apa ini?


__ADS_3

"Untuk diberikan ke suamiku Nyonya." Jawab bibi tersebut.


"Tidak boleh, letakkan di atas meja!!" Perintah Nyonya Ririn.


"Maaf Nyonya, ini perintah Tuan Besar Willy jadi jika Nyonya protes silahkan protes dengan Tuan Besar Willy." Ucap bibi tersebut dengan nada santai.


"Bibi ini semakin hari semakin berani ya!!" Bentak Nyonya Ririn.


"Ada apa ini?" Tanya Dokter William tiba - tiba datang.


"Kamu tidak usah ikut campur." Ucap Nyonya Ririn dengan nada ketus.


"Apa hukuman kemarin masih kurang?" Tanya Dokter William sambil sepasang matanya menatapnya dengan tatapan tajam ke arah ibu tirinya.


"Bibi, berikan makanan itu ke Paman." Sambung Dokter William.


"Baik Tuan Muda." Jawab bibi tersebut sambil tersenyum menyeringai ke arah Ririn membuat Ririn mengepalkan ke dua tangannya dengan erat karena menahan amarahnya.


"Kamu memang benar - benar breng..." Ucapan Nyonya Ririn terpotong karena mendapatkan tamparan dari suaminya Tuan Besar Willy.


Plak


Plak


"Bawa semua barang - barang milikmu dan juga barang - barang milik ke dua anakmu kemudian angkat kaki dari mansion ku!!" Bentak Tuan Besar Willy.


"Sayang, Aku mohon jangan mengusirku dan juga ke dua putra kita." Mohon Nyonya Ririn dengan wajah terkejut seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Kelik dan Moko itu anakmu bukan putraku jadi kamu harus ingat putraku hanya ada satu yaitu William." Ucap Tuan Besar Willy sambil memeluk Dokter William dari arah samping.


"Bukankah dulu sayangku menganggap ke dua putraku juga putramu?" Tanya Nyonya Ririn dengan wajah sedih dan tidak lama mengeluarkan air mata buayanya.


"Dulu Aku begitu karena kamu menganggap putraku sebagai putramu tapi ternyata kamu dan ke dua putramu malah memperbudak putraku. Jadi kamu dan ke dua putramu pergi dari mansion ku!" Usir Tuan Besar Willy dengan nada tegas.


"Ada apa ini, Dad?" Tanya Kelik dan Moko dengan serempak sambil menuruni anak tangga.


"Aku bukan Daddy kalian dan mulai sekarang kalian berdua keluar dari mansion ini bersama ibu kalian!" Perintah Tuan Besar Willy.


"Tapi Dad..." Ucapan Kelik dan Moko terpotong oleh Tuan Besar Willy.


"Pelayan!!" Teriak Tuan Besar Willy.


"Ya Tuan Besar." Jawab kepala pelayan.


"Temani mereka bertiga ketika mempacking barang dan kamu harus melihat apa yang dilakukannya. Jangan sampai mereka bertiga mengambil barang berharga milikku, setelah itu usir mereka bertiga." Ucap Tuan Besar Willy kemudian menarik tangan Dokter William dan meninggalkan mereka menuju ke kamarnya masing - masing.


"Sayang.... Sayang.." Panggil Nyonya Ririn.


"Daddy... Daddy..." Panggil Kelik dan Moko dengan serempak.


"Silahkan Nyonya dan Tuan - tuan Muda." Ucap kepala pelayan dengan nada sopan tapi dalam hatinya sangat bahagia.


"Si*l." Ucap Nyonya Ririn, Kelik dan Moko dengan serempak sambil menahan amarahnya.


Mereka bertiga menaiki anak tangga menuju ke kamarnya masing - masing sambil menahan amarahnya. Sedangkan kepala pelayan memanggil Rey dan orang kepercayaan Rey yang kebetulan melewati anak tangga sambil mengobrol.

__ADS_1


"Tuan Besar Rey dan Tuan Albert." Panggil kepala pelayan.


"Ada apa?" Tanya Rey dan Albert dengan serempak.


"Nyonya Ririn, Tuan Muda Kelik dan Tuan Muda Moko di usir oleh Tuan Besar Willy." Jawab kepala pelayan melaporkan apa yang telah terjadi.


"Syukurlah." Jawab Rey dan Albert dengan serempak.


"Apa yang bisa Kami bantu?" Tanya Rey.


"Tuan Besar Rey mengikuti Nyonya Ririn, Tuan Albert mengikuti Tuan Muda Kelik sedangkan Aku mengikuti Tuan Muda Moko." Jawab kepala pelayan.


"Memang kenapa?" Tanya Rey dan Albert dengan serempak.


"Kata Tuan Besar jangan sampai mereka membawa barang berharga." jawab kepala pelayan sambil melangkahkan kakinya dengan semangat karena ketiga orang jahat berhasil di usir oleh Tuan Besar Willy.


"Ok." Jawab Rey dan Albert dengan serempak dan singkat.


Rey melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke arah kamar Nyonya Ririn, Albert menuju ke arah kamar Kelik sedangkan kepala pelayan menuju ke arah kamar Moko.


Ririn membuka pintu kamarnya sambil menahan kesal namun ketika dirinya masuk ke dalam kamarnya tiba - tiba Rey masuk ke dalam kamarnya membuat Ririn sangat kesal.


"Ngapain kamu ke sini? Pergi!!!" Usir Nyonya Ririn.


"Saya di suruh Tuan Besar untuk mengawasi Nyonya jadi silahkan ambil barang seperlunya." Ucap Rey dengan nada tegas tanpa perduli dengan ucapan Nyonya Ririn.


Nyonya Ririn hanya bisa menatap Rey dengan tatapan tajam sambil menahan amarahnya kemudian mengambil kopernya yang super besar dan memasukkan barang - barang miliknya.


Sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan di mana kepala pelayan membuka pintu kamar Moko tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Buka pintu itu ketuk pintu!!!" Bentak Moko.


"Kau..." Ucapan Moko terpotong oleh kepala pelayan.


"Jika masih ngomel silahkan angkat kaki dari sini." ucap kepala pelayan tanpa memperdulikan tatapan tajam Moko.


Moko hanya bisa menatap Rey dengan tatapan tajam sambil menahan amarahnya kemudian mengambil kopernya yang super besar dan memasukkan barang - barang miliknya.


Ternyata tidak cukup karena baik Ririn, Kelik dan Moko sangat suka belanja dan sering menghamburkan uang milik Tuan Besar Willy dan membelikan barang murah untuk dokter William.


Jika suaminya bertanya mereka akan menjawab itu keinginan dari Dokter William yang memintanya pakaian dan barang - barang murah. Mereka melakukan hal itu karena uang pemberian suaminya kurang dan memakai jatah uang dokter William.


Moko mengambil koper yang besar dan memasukkan barang - barang yang belum dimasukkan setelah terbawa semua, Moko mendorong 3 koper ukuran super besar, besar dan sedang sama seperti Nyonya Ririn dan Kelik Kakaknya Moko, tidak semua barang di bawa karena barangnya tidak muat dimasukkan ke dalam koper.


Mereka berdua sering berpergian ke luar negri dengan membawa tiga koper untuk belanja pakaian dan barang mewah lainnya tapi kini mereka membawa tiga koper karena di usir bukan karena jalan - jalan keluar negri.


"Bantuin!!!" Perintah Moko dengan nada membentak.


"Jangan mau Paman, biarkan Dia bawa sendiri!" Perintah dokter William sambil ke dua tangannya di lipat ke depan.


"Kau.." Ucapan Moko terpotong oleh dokter William.


"Apa mulutmu perlu aku jahit?" Tanya Dokter William sambil menatap tajam ke arah adik tirinya.


Moko hanya menggerutu tidak jelas sambil mendorong satu koper ke arah pintu lift namun tiba - tiba dokter William mendapat penglihatan dulu pemilik tubuhnya sering di suruh membawa koper mereka dengan menggunakan anak tangga dengan alasan takut liftnya rusak.

__ADS_1


"Jangan pakai lift nanti liftnya rusak." Ucap Dokter William.


"Kamu gi*a ya, menyuruhku menuruni anak tangga sambil membawa koper super besar!!" Bentak Moko


Plak


"Kamu baru sadar kalau kamu itu gi*a." Ucap dokter William kemudian menampar Moko


"Apa maksudmu?" Tanya Moko sambil memegangi pipinya yang terasa nyeri.


"Hei wanita ular jangan pakai lift nanti liftnya rusak!!" Teriak Dokter William ketika melihat Nyonya Ririn sedang mendorong koper super besar tanpa memperdulikan ucapan Moko.


"Kamu juga jangan pakai lift." Sambung dokter William sambil menunjuk ke arah Kelik.


"Kamu bicara denganku?" Tanya Nyonya Ririn dan Kelik dengan serempak dan dengan nada cuek.


"Siapa lagi, kalian bertiga jangan pakai lift gunakan tangga!" Perintah dokter William.


"Kamu benar - benar ya." Ucap Ririn sambil menahan amarahnya.


"Apa kalian bertiga amnesia? Ketika Daddy pergi ke luar kota kalian bertiga menyuruhku membawa koper super besar milik kalian dengan menuruni anak tangga dengan alasan takut lift rusak." Ucap dokter William sambil menatap tajam ke arah mereka bertiga.


"Apa???" Teriak Tuan Besar Willy yang sejak tadi mengintip dan mendengarkan percakapan dokter William dengan Nyonya Ririn dan Moko.


"Sayang, William berbohong." Ucap Nyonya Ririn dengan wajah pucat pasi.


"Iya, Dad. Kakak William berbohong kami tidak mungkin melakukan itu." sambung Kelik dan Moko dengan serempak dengan wajah pucat pasi.


"Rey, Albert dan pelayan!!!" Teriak Tuan Besar Willy.


"Ya Tuan Besar." Jawab mereka bertiga dengan serempak.


"Apa yang dikatakan putraku benar?" Tanya Tuan Besar Willy.


"Benar Tuan Besar, di saat Tuan Besar sedang pergi keluar kota Nyonya Ririn, Tuan Muda Kelik dan Tuan Muda Moko juga pergi ke luar negri dan menyuruh Tuan Muda William membawa koper dengan menuruni anak tangga." Ucap Rey menjelaskan.


"Benar Tuan Besar, Nyonya Ririn, Tuan Muda Kelik dan Tuan Muda Moko sering menindas Tuan Muda William." sambung kepala pelayan yang sangat membenci ke dua wanita ular itu begitu pula dengan Rey.


"Benar Tuan." Jawab Albert.


Plak


Plak


Plak


Tuan Besar Willy yang mendengar ucapan Rey, Albert dan kepala pelayan sangat marah dan langsung menampar pipi Nyonya Ririn, Kelik dan Moko membuat Nyonya Ririn dan Moko langsung memalingkan wajahnya ke arah samping karena kerasnya Tuan Besar Willy menampar mereka.


"Tadi Aku ingin memberikan rumah minimalis untuk kalian tinggal dan uang dua ratus juta untuk biaya hidup kalian tapi ketika Aku mendengar hal ini Aku membatalkannya." Ucap Tuan Besar Willy.


"Aku mohon jangan lakukan i ..." Ucapan Ririn terpotong oleh Tuan Besar Willy.


"Aku sudah mengurus surat perceraian kita dan kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun uang dariku. Sekarang pergilah dan turun menggunakan tangga." Ucap Tuan Besar Willy dengan nada dingin.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :



__ADS_2