Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 10


__ADS_3

"apaan sih kak !! sakit tau !! " kepala menghantam depan


"maaf maaf, Kamu gapapa?"


"sakit nih jidatku" manyun tyara


"besok lagi jangan bahas tentang hall itu, oke !! "


"lha, emang kenapa?"


"gak usah dibahas"


tyara kembali merebahkan tubuhnya mengusap jidat yang sakit Bryan kembali mengegas kendaraan..


tyara segera menelefon pak sopir..


Tyara [ hallo pak ]


mang sopir [ mau jemput sekarang non ]


Tyara [ gak pak, aku di antar sama temanku ]


mang sopir [ siap non ]


mobil berhenti di kafe black di mana elfan sudah menunggunya dengan seorang perempuan yang sangat seksi..


tyara sebagai perempuan malah malu melihat penampilan perempuan tersebut, Bryan membuang nafas kasar melihat perempuan yang duduk di samping elfan..


"maaf menunggu lama" ucap Bryan


" tak masalah" senyum Bryan


tyara duduk disamping Bryan, elfan tidak lepas memandangi tyara yang begitu memikat hatinya..


"dia kan perempuan yang bersama lu waktu di Bali itu kan?"


"iya, biasa aja kali yang mandang pacarku"


"abis pacarmu manis dan juga cantik gak bosenin mukanya"


"elfan !! " geram Bryan


"pis gue bercanda, lagian mana berani gue ngrebut pacar lu !! langgeng juga ya hub kalian"


"harus, emang kaya kamu !! pacar baru kamu lagi?" melirik kearah perempuan di samping elfan


"lupa mau kenalkan sama kamu, ini Rima tunanganku"


"Rima" berjabat tangan dengan Bryan namun tanganya gak mau lepas


"maaf mbak, ini pacarku" jutek tyara


"iya iya" kesal Rima


mereka berdua saling mengobrol tyara kesusahan membuka botol mineral tidak bisa juga membukanya udah beberapa kali mencoba namun gagal..


masih mengobrol dengan elfan Bryan melirik kearah tyara yang masih sibuk dengan botol mineralnya tangan Bryan mengambil botol dari Tyara lalu membukanya memberikan ketyara padahal dirinya masih asyik mengobrol dengan elfan..


tyara tersenyum kearah Bryan ternyata dia tidak di cuekin diam diam dia sangat memperhatikannya..


"kak pulang ayok !! ini sudah sore" membisikkan ke telinga bryan


Bryan tidak menjawab namun hanya menganggukkan kepalanya, setalah cukup lama mereka mengobrol Bryan menatap jam tangannya..


"bro aku pulang dulu, main ke rumahku?"


"besok besoknya lagi bro, kalo ada acara di Jakarta"


"Oke, trimakasih traktirannya" .


"yo'i" mereka bersalaman ala cowok


tyara menggandeng tangan Bryan sesekali melihat Keatas wajah tampan pujaan hatinya Bryan mengantarkan tyara pulang namun tidak mau masuk kerumah..


"sii non baru pulang"


"iya bik, buatkan aku jus jeruk antar kekamar"


"oke"


melangkah kakinya kekamar merebahkan tubuhnya harus menjaga tenaga supaya besok Menag dalam perlombaan..


glekk !!

__ADS_1


"minumnya non"


"trimakasih bik"


"bibik udah selesai pekerjaannya?"


"memangnya ada apa non?"


"ingin di beliin bakso" cengir tyara


"nanti bibik beliin"


"aaaa makasih bik"


"iya" bibik keluar dari kamar tyara menutup pintunya Kembali..


sesampainya di rumah Bryan langsung mandi supaya fikirkannya kembali fres, menuju lantai bawah duduk dikursi samping kolam renang..


"permisi mas mau buatkan saya minum?" Ramah tata


"boleh, es teh lemon"


"syiap mas"


tata kembali lagi kedapur membuatkan sang majikan mana ada perempuan yang melihat Bryan tidak mempunyai perasaan apa apa ia diam diam menyukai sang majikan..


"ini aku buat dengan rasa cinta" gerutu tata


bibik datang membawa beberapa piring kotor dari belakang, menatap aneh tata dia sedang ngomong sendiri..


"kamu dengan ngapain?"


"buatin minum untuk tuan muda Bryan yang sangat tampan"


"hus, jangan mimpi ketinggian kamu"


"hanya mengagumi bik, gak lebih"


"kamu harus tau diri, siapa den Bryan dan siapa kamu" jelas bibik


"iya bik tau"


dengan wajah muram tata memberikan es teh lemon untuk sang majikan tampannya mencoba mendekati bryan namun Bryan selalu cuek gak terlalu menggubris tata..


ting tong Ting Tong !!


"ta bukakkan pintu" lantang bibik


"siap"


tata Berlari kearah pintu utama membuka kunci..


Glek !!


"cari siapa mas?"


"Bryan ada?"


"tuan mudaku?"


"iya" sinis Reza


"ada, dengan mas siapa?"


"Reza" ketusnya


"silahkan masuk, saya panggilkan tuan Bryan dahulu"


"oke"


melangkah kakinya menuju Bryan yang masih menikmati udara segar di sore hari..


"mas " lirih tata


"iya ta, apa lagi?" kesal Bryan


"jangan galak galak mas,, itu ada mas Reza didepan"


"iya"


tata masih berdiri mematung Bryan melangkahkan kakinya menuju ruang tamu untuk menemui Reza..


"Hay bro, apa kabar" pelukan ala cowok

__ADS_1


"baik bro"


"kamu sendiri?"


"baik juga bro"


"kamu benar-benar ya Bryan makin tua makin cakep saja rahasianya apa?"


"aku terlahir tampan" jutek bryan


"hahaha, dasar anak om Hans tu kandang kandang"


"lha emang benar"


"percaya dah"


mereka berdua saling berbagi ceria kehidupanya Selama ini Reza yang playboy Sekarng udah insap gegara dijodohkan orang tuanya dengan anak pak ustadz..


"Hahahhaha, kaisan !! gak papa terima aja siapa tau nanti kamu jadi pendakwah satu keajaiban"


"tolong aku kek !! "


"mana bisa woy aku tolong kamu !! ya gak mampu aku berurusan dengan pak ustadz lagi bisa bisa aku Ntr di rukiyah" hahahhahah


"teman gak punya akhlak" kesal Reza


"ngopi yuk biar gak galau, aku ambil jaket dulu"


"Woke"


malam telah berlalu pagi pagi sekali tyara sudah duduk di ruang makan menunggu bibik membuat sarapan..


"pagi sayangnya mamah" mencium kening tyara


"pagi juga mah pah"


"wiih, anak mamah udah cantik dan harum !! "


"harus dong mah"


"kalung pemberian siapa itu?" selidik papah


mamah menoleh kearah tyara, Kalung berlian yang sangat cantik melingkar dileher putrinya..


"iya tyara ini kalung sangat mahal, bisa untuk membeli mobil baru"


"i-ini kak Bryan yang memberikan kepadaku" malu tyara


"Hhhaahh !! sBryan?" kompak mamah papah


"teman mah pah" wajah tyara menunduk


"hahahhaha, udah nak gak usah malu malu gitu, gurumu kan?" goda mamah


"ah mamah, sekarang dia jadi dosen mah"


"hebat kamu nak" ucap papah


"hebat? tyara menautkan alisnya


"udah sarapan dulu"


masakan bibik harum Nan lezat tersaji di meja makan segera keluarga tyara sarapan bersama sii kecil keponakan tyara menambah keceriaan di pagi hari..


mobil tyara masuk kedalam kampus sudah ramai dengan para mahasiswa yang akan lomba, Kenzo menghampiri tyara yang baru saja turun dari mobil..


"udah siap?" ucap Kenzo


"siap selalu dong" semangat tyara


tyara berjalan mendahului Kenzo ia takut kalo Bryan mengintainya lagi, dari arah samping devano melingkarkan tangannya kepundak tyara..


"pagii cantik" memainkan alisnya


"pagi juga jelek" hahahha


"hari ini kita pasti menang" semangat devano


"harus itu" berjalan menuju gedung


Renata sedang ngemil mendekati tyara dan juga devano yang asyik mengobrol Luna tari tergesa gesa takut drinya terlambat..


Bryan berjalan ditengah tengah para mahasiswa tidak ada mata yang berpaling dari wajah tampan bryan dia dia benar benar kang pelet..

__ADS_1


******


__ADS_2