Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 31


__ADS_3

masuk kedalam mobil merebahkan tubuhnya masih belum ada tanda tanda kehadiran Bryan, tyara meraih ponselnya namun tidak di angkat..


"aaaghhhh, di mana nih orang bikin males" kesal tyara


saat dirinya memejamkan matanya dari luar mendengar kericuhan segera ia membuat matanya kembali melihat apa yang terjadi..


"Hahahahhaha, Kaka Bryan hahahhaha" ketawa sampai terpingkal Pingkan


Bryan sedang di kejar orang gendut sambil memonyongkan bibirnya bukan hanya ibu ibu gendut tapi emak emak menor lainya mengejar Bryan..


"ayangku kenapa kamu ganteng sekali"


"tunggu aku mas, aku lagi hamil ingin nyidam meluk kamu"


"mas mas dari kota tolong dong jangan pergi aku masih mau menatap wajahmu"


"Oo, pangeran dari negeri dongeng akhirnya ada yang nyata juga"


"mas ganteng Merry me"


Bryan masih muter muter tyara merasa kasihan melihatnya tapi mau gimana lagi resiko orang tampan..


"buk ada artis devano si sana" teriak Bryan


"mana" mereka semua menoleh kearah yang di tunjuk oleh Bryan


saat mereka menoleh dengan sigap dia berlari menuju mobilnya, membuka pintu mobil mengusap keringatnya..


Bryan sampai tidak menyadari ada sang pujaan hatinya di samping dirinya Bryan masih syok ia mengatur nafasnya..


"Hay orang tampan Bryan Merry me" lirih tyara


"aaampun" Bryan mau membuka pintu mobil tapi dia mendengar ketawa khas tyara


"hahahahhaha, Bryan Merry me"


"tyara kamu !! astaga " Bryan menghirup oksigen dengan rakus


"hahahhaha, wajah kamu sayang sampe krigetan gitu, utututu kasian tunangan akoh" mengambil tissu mengelap tissu ke wajah Bryan


Bryan segera menancap gas mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi takut kalo emak emak mengejarnya..


"beli'in aku air mineral" ucap Bryan masih terdengar nafas dia yang ngos ngosan


"syiap kak"


shhiitt..


mobil berhenti di depan supermarket terdekat, tyara membuka mobil keluar dari mobil berjalan sambil membenarkan rambutnya..


"masih saja kemayu, dasar tyara" gerutu Bryan


tak berselang lama tyara keluar membawa plastik besar Bryan menggelengkan kepalanya melihat tunangannya menenteng plastik besar..


tidak puas dengan jajanannya dia berjalan menuju pedagang kebab dan juga minuman boba..


"anak itu !! untung saja aku udah punya kerjaan tetap kalo tidak bisa bisa tekor aku" gumam Bryan sambil melihat tyara


berjalan kearah mobil dengan bersenandung ria dia paling suka jajan itu adalah kebahagiaan tyara..


"hii sayang, ini air mineralnya"


"pajak kamu banyak juga ya" cengir Bryan


"gak ikhlas nih" menatap Bryan horor


"i-ikhlas dong" senyum kecut


"calon suami terbaikku" mencubit pipi Bryan


Bryan meneguk habis air mineralnya ia kembali melajukan mobilnya kembali menuju kota perjalan Mereka cukup panjang..

__ADS_1


"kak, aku lapar"


"apa !! lapar??"


"iya"


"apa kurang jajan yang tadi kamu beli"


"kurang kak" meringis menunjukkan gigi yang rapi


"astaga !! punya tunangan gini amat mau makan aja bawaannya" lirih Bryan


"aku dengar kak, yaudah aku gak jadi makanya" ngambek tyara


"eh, Kaka gak bilang apa apa kok"


tyara diam tidak lagi bersuara hampir setengah perjalanan tetap diam mendengar kan lagi yang di putar oleh Bryan..


"mau makan apa"


"gak"


"tuh ada mie ayam bakso"


"gak mood"


"kakak mau aah, sepertinya lezat nyam nyam" menggoda tyara


membuang muka kearah kaca jendela mobil tyara masih kesal dengan Bryan minta makan aja gak di beliin..


"ngambek beneran nih?"


tyara terdiam gak mau menoleh kearah Bryan, taunya tyara gak ngambek beneran padahal masksud dia takutnya nanti berat badannya naik..


"pelit" ketus tyara


"bukanya pelit, dari pada kamu nanti nyesel jadi gendutan gimana??"


"bukan begitu, nanti jadi gak pd, berat badan naik dua kilo aja kemarin kamu udah bingung mau nurunin"


tyara hanya melirik kearah Bryan baru kali ini tyara ngambek biasanya juga cepet sembuhnya..


"sayangku yang cantik maafin aku" bicaranya masih sangat kaku


tyara menahan tawanya melihat sang pujaan hati memangilnya dengan sebutan sayang baru kali ini tyara mendengarnya..


"belum maafin aku?" memelas Bryan


tetap diam seribu bahasa, Bryan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal melanjutkan lagi perjalanannya..


"Doh, gimana ini aku belum ada pengalaman kalo cewek ngambek gimana cara mengatasinya, oh iya elfan"


Bryan mengambil ponselnya sambil menyetir ia mengirim pesan ke elfan tyara masih di mode marah ia memakai earphone memejamkan matanya..


Bryan [ bro, kasih tau aku biar cewek gak ngambek lagi ]


Elfan [ ajak dia shopping, beliin es cream ]


Bryan [ es cream?? jangan bercanda ]


Elfan [ di coba dulu ]


Bryan [ oke, makasih bro ]


Elfan [ siap ]


Bryan menoleh tyara juga menoleh wajah mereka bertemu tyara langsung membulatkan matanya..


"aiissh, ampun tuan putri" senyum


"apa hah !! pelit" ketus tyara

__ADS_1


"iya deh, perempuan selalu benar" lirih Bryan lagi


"kalo ngomong tu yang jelas, ngapain coba kek orang bisik bisik aja"


"aku lagi nyanyi" bohong Bryan


"au ah gelap" memanyunkan bibirnya kembali


Ting !!


notifikasi pesan tyara berbunyi segera membukanya..


Kenzo [ Dosen Bryan udah jemput kamu? ]


Tyara [ udah Ken, nih aku lagi di perjalanan pulang ]


Kenzo [ baiklah ]


Tyara [ kamu udah sampai kampus? ]


Kenzo [ setengah jam lagi sampai ]


Tyara [ oke ]


shiitt ..


mobil Bryan berhenti di depan toko sebelum keluar mobil ia memakai masker terlebih dahulu biar aman dari gangguan gangguan para perempuan..


"bentar ya nak cantik"


Tyara menautkan alisnya gak cocok banget kalo Bryan bersikap romantis biasanya kaku sedingin kutup utara kini berubah menjadi pria yang sangat manis..


"hahahhaha, lucu banget sii kak Bryan berusaha mengodaku sampai bilang aku nak cantik, hahahhaha"


tyara bengek sendiri melihat tunangannya yang lagi sibuk memikirkan gimana caranya membuat dirinya tidak ngambek lagi eeh malah tyara cekikian dasar tyara..


Bryan datang membawa plastik entah berisi apa duduk terlebih dahulu menatap Tyara yang masih pura pura marah..


"ehemm, ini aku belikan kamu es cream sa-eh sayang" ilatny masih sulit sekali mengatakan sayang kepada tyara


"es cream??"


"he'em" senyum Bryan


"aaaa, makasih sayang" membuka plastik banyak es cream di dalamnya


"iya, di makan gih" menstater mobilnya kembali


"makasih ya kak" senyum tyara


"sama sama, Jagan ngambek lagi ya"


"iya"


Bryan mengelus lembut pipi tyara ia sangat senang sekali pujaan hatinya sudah tidak ngambek lagi..


"mujarab juga idenya buaya darat elfan" batin Bryan


tyara memakan es cream sambil melihat pemandangan alam yang sangat indah sekali sesekali Bryan menoleh ke tyara yang mampu membuatnya pusing..


sesampai di kampus tyara bersiap siap untuk turun dari mobil menyisir rambutnya membuka bedak sedikit memoles mukanya supaya fres..


"mau pamerin ke siapa?"


"iya biar gak berminyak banget kak muka aku, gak di pamerin ke siapa siapa kak, astaga !! "


"terserah lah, kakak turun dulu barang barang kamu biar di mobil nanti aku antar kamu pulang"


"makasih sayang"


"hhhmmm"

__ADS_1


*******


__ADS_2