
Tyara membawakan tas Bryan menuju depan rumah mereka, Bryan mencium kening istrinya..
"hati hati ya sayang" tyara melambaikan tanganya
"iya, kamu juga hati hati nanti kalo berangkat ke kampus"
"siap sayang" melambaikan tangan bryan
mobil bryan keluar dari pintu gerbang tyara segera masuk kedalam rumah, duduk di dekat kolam renang memainkan ponselnya..
membuka Instagram pribadinya saat membuka pertama kali yang muncul foto Kenzo, entah kenapa kalo melihat wajah Kenzo ada rasa yang aneh di hati tyara..
"Kenzo, gak tau kenapa kamu begitu manis" gumam tyara
bibik berjalan kearah tyara, duduk di sampingnya..
"non, gak papa kan kalo bibik pulang kampung sebentar"
"gak papa bik, nanti kalo kesini bawa oleh oleh khas daerah bibik ya?"
"siap non"
"bibik pasti udah gak sabar ya mau pulang?"
"non tau aja"
"iya dong, nanti aku sama kak Bryan mengantarkan bibik Sampai terminal bis deh"
"seriusan non?"
"iya dong bik" senyum tyara
"makin sayang sama nyonya dan tuan" menatap nanar wajah cantik tyara
"aku juga bik"
"bibik keluar dulu ya non, mau membuang sampah"
"oke bik"
tyara melanjutkan lagi memainkan ponselnya seperti biasa dia menonton artis kesukaannya di YouTube..
tak terasa hampir pukul sembilan pagi tyara beranjak dari kursi melangkahkan kakinya ke kamarnya bersiap siap berangkat kuliah..
tok tok tok..
Ceklek..
"eeeh non Renata" sapa bibik
"iya bik, tyaranya ada?"
"ada, silahkan masuk non"
"siapa bik? lantang tyara dari dalam rumah
"nona renata"
tyara berlari menemui renata di ruang tamu..
"gak usah lari lari ra" ucap renata
"gak papa, yuk berangkat"
"ayok"
"bik berangkat dulu"
"baik nyonya, hati hati"
"iya, daaaahhh"
tyara dan Renata masuk kedalam mobil, renata tidak semangat, dia benar benar lesu kaya gak kasih makan satu bulan..
"re kamu kenapa?"
"gak mood mau ngapa ngapain re, hidupku hampa benar benar hampa"
"kok bisa gitu? Kan ada kedua orang tua kamu , bisa bisanya hampa?
__ADS_1
"aku butuh Seseorang yang mengisi hati yang hampa ini"
"eaak, tjah cinta"
"serius ra" manyun renata
"maaf deh maaf"
"aku gak mau kenal Bram maupun Tama dua dua resek aku benci mereka"
"lha kok gitu?" bingung tyara
"iya, mereka berdua hanya bisa nyakitin perasaan aku"
"yasudah, tinggalkan mereka yang menyakitimu, nanti juga akan datang sendiri seseorang yang bisa menerima kamu"
"amiin, trimakasih ya ra kamu selalu ada buat aku, beda banget dengan Luna dia lupa sahabatnya kalo udah bersama Dayu"
"emang, nanti kalo putus baru deh nyari kita" hahhaha
"hahahha, aku doakan dia cepat putus" kesal renata
"huuus, gak boleh gitu !! gimanapun dia sahabat kita"
"habisan dia ngeselin"
mobil berhenti di parkiran kampus, tyara dan renata keluar dari mobil masuk kedalam gedung..
terlihat Bryan sedang bercengkrama dengan Adelin dan juga dosen perempuan lainya Mereka sangat kegenitan..
"ehem" tyara berdehem saat melewati suami tampannya
Bryan langusung mengejar istri cantiknya Renata yang tau Bryan sedang berlari kearah mereka, renata pura pura pergi ke kantin..
"tyara tunggu"
"apa !! " sentak tyara
"galak amat istriku"
"dasar genit !! " cemburu tyara
"awas aja !! kalo besok aku masih melihat kakak bersama para dosen perempuan itu lagi" menatap horor Bryan
"iya, aku janji"
"kalo Kaka masih genit sama mereka, aku pastikan Kaka tidur di luar"
"wadoh, serem juga"
tyara membuang muka berjalan kearah kantin menemui renata, Bryan mengulum senyum melihat tyara yang cemburu terhadapnya..
"dasar kegenitan" menggebrak meja kantin
"kamu kenapa Ra? datang datang langsung kesurupan" binggung renata
"aku mau air, mana re?"
"belum pesan" hehehhe
"kok belum pesan? kamu ngapain ke sini?"
"hehehe, itu anu gak enak saja sama pak dosen Bryan"
"astaga !! " tyara menepuk jidatnya
jam kuliah pun mulai tyara dengan seksama mendengarkan dosen yang memberikan materi hari ini..
meskipun banyak yang mendekati Bryan, gak sembarangan orang yang bisa mendekati seorang Bryan dia terlalu dingin dan sulit di tebak..
hanya orang tertentu yang bisa melihat senyumnya, candanya, bahkan cara dia mengobrolpun hanya orang yang beruntung karena dia banyak diam saat sedang bersama dosen maupun teman temannya..
"Ra, antar aku ke perpus dulu yuks" rengek renata
"bentar aku minta izin dulu"
"oke"
tyara mengambil ponselnya segera menelfon Bryan..
__ADS_1
Tyara [ hallo kak ]
Bryan [ iya, mau pulang barang? ]
Tyara [ bukan, aku mau mengantar renata ke perpus kota ]
Bryan [ iya, jangan sore sore pulangnya ]
Tyara [ siap sayang, trimakasih ]
Bryan [ ya ]
panggilan terputus, memasukan kembali ponselnya kedalam tas..
"gimana?"
"boleh dong"
"aaaaa, senangnya"
"luna mana sii lama amat" gerutu renata
"la itu orangnya, yaelah sama Dayu fix dia pasti gak bisa ikut kita" ucap tyara membenarkan rambutnya
"pastinya, udah ayok Tinggal saja" usul renata
"ayok"
Renata dan juga Tyara berjalan dengan canda tawa khas mereka, Bram berjalan bersama Tama mereka juga saling melontarkan canda juga..
hingga renata dan Bram bertemu nertra mereka saling bertemu, renata Langsung keingat kata kata tyara jauhilah orang orang yang hanya bisa menyakiti..
renata langsung membuang muka berjalan kembali dengan mengandeng tangan tyara meskipun dalam hati renata ingin sekali menyapa Bram..
"gimana lega kan kalo kita cuek terhadap seseorang yang menyakiti kita" serasa duduk di samping renata yang siap menangkap gas
"iya kamu sangat betul, ini jauh lebih baik" melajukkan mobilnya
sesampainya di perpus kota mereka berdua masuk kedalam, tyara jadi ingat waktu itu tyara pernah mengintip Bryan di sela sela rak buku..
"tyara, aku ke sana dulu ya"
"oke re, aku tunggu kamu di sini"
"siap"
tyara memilih beberapa buku ada satu buku yang menarik perhatiannya, tyara segera berjalan untuk mengambil buku tersebut..
saat Tyara akan mengambil buku ada salah satu tangan yang akan mengambil juga buku tersebut, hingga tangan mereka saling mengambil..
"eh" reflek tyara melepaskan tangannya dari genggaman tangan asing tersebut
"maaf mbak"
saat mereka saling bertatap..
"Kenzo" kaget tyara
"tyara" Kenzo gak kalah kaget
"silahkan kalau mau ambil, aku gak jadi saja" ucap Kenzo Langsung meninggalkan tyara begitu saja
"Kenzo tunggu !! " tyara membuntuti Kenzo
"maaf aku sibuk"
"bohong !! terus saja kamu menghindar dari aku!! " lantang tyara
Kenzo gak memperdulikan perkataan tyara ia terus berjalan mengambil buku yang lainya, tyara kesal dengan sikap Kenzo yang terlalu ke kanak Kanakan..
"Dasar aneh, bisa kan gak usah kek gitu sikapnya kek anak kecil saja !! " Sindir tyara
"terserah apa kata kamu !! "
"sebenarnya kamu kenapa Ken? bisa kan kita tetap berteman gak usah kaya gini, gak dewas banget jadi orang"
"aku gak peduli" ketus Kenzo gak jadi mengambil buku ia berjalan menjauhi tyara lagi
*****
__ADS_1