Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
Bab 43


__ADS_3

Kenzo keluar dari perpus dia tidak jadi membaca buku atau meminjam buku kalo lihat tyara dia masih terbawa perasaan..


"maafkan sikapku tyara, tidak ada maksud apa apa, hanya saja biar aku bisa bernafas tanpamu, trimkasih kamu sudah mengisi hari hari sebelum kamu sah menjadi istri dosen Bryan" gumam Kenzo fokus menyetir


tyara duduk di kursi ia juga tidak jadi membaca buku udah di buat kesal dengan Kenzo..


"sebentarnya aku salah apa coba, aneh banget tu orang" gerutu tyara sampai monyong monyong tuh bibir


"hayoo ada apa?" renata memainkan alisnya


"tadi aku ngeliat Kenzo, dia malah pergi gitu saja, lebih parahnya waktu aku tanya dia apa salahku eee dianya jawabnya cuman aku gak peduli" menirukan gaya bicara Kenzo


"Hahahha, kamu galau Kenzo nyuekin kamu?"


"bukan gitu, apa salahnya masih berteman meskipun aku udah punya suami, mana mungkin juga aku selingkuh !! dapetin kak Bryan susahnya minta ampun"


"betul kamu ra, jangan lepaskan dosen Bryan aku tau perjuanganmu mendapatkan hati seorang Dosen tampan Bryan Rahardian"


"iyes"


"tiba tiba aku kok pengen makan telur gulung, ayo beli re?"


"bentar dong"


"Gak mau !! harus sekarang!! " cemberut tyara


"sekarang banget nih? gak bisa nanti nanti?"


"no no no,. sekarang !! ayo re"


"iya iya ayok"


Renata memasukan buku yang dia pinjam kedalam tas, berjalan beriringan menuju mobil Renata..


"sebentar lagi kita lulus" girang Renata


"benar, rencananya kamu mau langsung daftar kerja atau lanjutkan lagi?"


"iya dong lanjutkan lagi, jadi psikolog harus benar-benar menguasai ilmunya, kalo kamu gimana mau nerusin atau jadi psikolog pribadi dosen Bryan? melirik kearahku tapi tetap fokus menyetir


"aku sepertinya mau jadi ibu rumah tangga aja deh, ngurus anak sama suami, gak ada niatan untuk ngelanjutin, kamu yang semangat ya re"


"wow, kamu benar benar perempuan sejati kebanyakan di luaran sana ingin menjadi wnaita karier loh"


"aku si lihat dari pengalaman pribadi, gak mau anak anakku kurang kasih sayang dari aku kalo papahnya biarin bekerja cari duit" hahahhaha


"lah kamu enak, uangnya banyak la aku"


"kamu sama aja kan re"


"iya juga sii" hahahhaha


"hahahhaha, dasar Renata Bambang"


"stop stop, itu pedagang telur gulungnya" ucap tyara menunjuk penjual telur gulung


shiiitt ..


"aku tunggu sini"


"oke"


tyara turun dari mobil Renata menatap sahabatnya dengan nanar..


"tyara kita udah lama menjalin pertemanan ini aku harap jika aku meneruskan kuliahku di London kamu masih mau menjalin persahabatan ini, aku mencintai persahabatan kita kamu perempuan yang cantik baik hati ceria tidak pernah marah kepadaku, aaa aku jadi ingin nangis"


tak berselang lama tyara membuka pintu mobil duduk di sebelah renata, mobil kembali melaju mereka berdua saling bercanda ria..

__ADS_1


mobil berhenti di depan gerbang rumah tyara, Renata menatap sendu wajah tyara, tak terasa air matanya jatuh juga..


"kamu sebenarnya kenapa re?"


"aku gak siap berpisah dengan kamu dan juga Luna" renata nangis sesenggukan


"emang kamu mau kemana?"


"setelah kelulusan nanti aku langsung terbang ke London"


"aaaa renata kenapa kamu harus ke London seperti kak Bryan saja" kesal tyara


Renata mengusap air matanya ia kembali tersenyum kearah tyara, memeluk sahabatnya..


"dua hari lagi kita udah selesai skripsi, aku harap waktu yang tersisa bisa selalu bersama" bisik renata


"aku setuju, apapun keputusan aku akan selalu mendukungmu karena itu semua untuk masa depanmu"


"trimakasih ra"


"iya, sama sama.. masuk dulu?"


"gak perlu, aku langsung pulang"


"oke, daaahh" membuka pintu mobil


mobil renata melaju kembali, dari arah berlawanan mobil Bryan pulang kerumah., tyara bergegas masuk kedalam rumah bersih bersih badan terlebih dahulu..


setelah memakirkan mobilnya, Bryan langsung masuk kedalam rumah bibi sedang beres beres untuk packing besok..


Ceklek ..


pintu kamar terbuka, terdengar guyuran di dalam kamar mandi Bryan langsung tersenyum membuka semua pakianya berjalan kearah kamar mandi...


krieett ..


Bryan menutup pintu kembali dengan sangat hati hati takut ketahuan oleh istrinya, merasa aman Bryan kembali melnahkan kakinya dengan sangat hati hati langusung memeluk istrinya yang masih berdiri di bawah shower..


"aaaasggghhh" jerit tyara reflek menolah dan menampak Bryan


"apa sii yang sakit tau" kesal Bryan


"eeeh maaf sayang, aku kira siapa lagian ngapain sii diam diam"


"hehehe, mau bikin kamu terkejut"


Bryan menatap badan istri otaknya kembali mesum, Langung saja melahap tyara tanpa ampun..


Renata berhenti di cafe ia ingin menghabiskan waktunya di cafe sebelum pulang ke rumah..


duduk sendirian mengaduk aduk minuman yang ia pesan pikiranya bercabang kemana mana..


"sendirian" ucap Bram


"lah kok kamu bisa di sini?" binggung renata


"aku lagi banyak fikiran jadi memutuskan untuk ke sini, kamu juga ngapain minumnya hanya di lihatin doang"


"gak papa"


"boleh aku duduk di sini"


"gak" ketus renata


"galak amat"


"bodok" membuang muka

__ADS_1


"aiissh" Bram mengusap wajahnya


Renata jadi gak mood di cafe gara gara kedatangan Bram, ia berdiri mengambil tasnya berjalan keluar dari cafe..


"eiiitss, hampir saja" ucap elfan yang hampir saja menabrak renata


"kamu !! " ucap renata


"kita bertemu lagi" senyum elfan


"iya" renata Langung berjalan


"tunggu !! " seru elfan


Renata menoleh kearah elfan, ternyata di belakang elfan ada Bram yang berdiri mematung melihat renata dan juga elfan..


"aku lupa namamu" teriak elfan


"Renata"


"Oo, iya Renata" elfan berjalan menuju renata


"kamu masih ingat namaku?"


"eemm, elfan kalo gak salah"


"benar, iq kamu bagus juga ya" hehehhe puji elfan


"trimakasih pujianya"


Renata melihat Bram masuk kembali kedalam cafe,tatapan Renata masih memandang pria yang sangat ia cintai..


"hey kamu ngliatin apa? aku di sini loh"


"eeh iya, itu tadi kirain temanku ternyata bukan" bohong renata


"mau pulang?"


"iya, aku permisi dulu"


"iya"


dalam hati elfan dia ingin mengenal sosok perempuan yang sangat manis, tapi yang elfan lihat Renata tidak terlalu peduli dengannya..


tyara dan Bryan sudah selesai melakukan hubungan dewasa dan juga sudah mandi mereka berdua masih asyik bercanda..


Bryan memang pria idaman kalo di depan umum ia terlihat cuek, dingin dan juga pendiam tapi kalo dengan orang tercinta ia akan bersikap sangat manis dan juga Romantis perhatian lagi..


tok tok tok..


"tuan nyonya, makannya udah siap" lantang bibik


"iya" seru tyara


mereka menyudahi canda tawanya membuka pintu kamar, berjalan menuju ruang makan bibik udah menyiapkan semuanya..


"ehemmm, kesukaan" ucap Bryan


Tyara mengambilkan nasi dan juga lauk pauk untuk suaminya,


"bik, ayo makan bersama.. besok malam bibik udah di kampung halaman loh" sedih tyara


"baik tuan nyonya, gak papa nih"


"iya gak papa"


Bryan, tyara dan juga bibik mereka makan bersama karena besok pagi bibik akan pulang kampung..

__ADS_1


******


__ADS_2