Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 39


__ADS_3

"seperti ada orang mulai gak waras ini" ucap Luna


"benar kamu lun, jangan jangan dia depresot karena dosen Bryan udah menikah" hahahhaha ledek renata


"waduh, kasian ya dia !! turut prihatin aku" wajah tyara pura pura memelas


Sandra mulai emosi nafanya naik turun gak beraturan..


"Heh !! anak bauk kencur !! " teriak Sandra


"siapa yang bauk kencur mbak?" bengek Luna


"kita baru wangie loh" sambung tyara


"mungkin mbaknya yang tadi masak ayam jadi aromanya masih nempel tuh di baju" hahahhaha Renata tak kalah bengek


"kalian !! " geram Sandra


"apa mbak Sandra yang cantik" kompak Merkea bertiga


"males ngomong sama orang yang tak berpendidikan"


"lah kalo kita gak berpendidikan Ngapain kita ada di kampus"


"ente kadang kadang ente"


Sandra membuang muka ia berjalan menuju mobilnya yang berada di parkiran mobil..


"Hahahhaha, puas banget ngerjain tuh orang" puas renata


"masuk yuk, takut telat" usul tyara


"lest go"


mereka bertiga masuk kedalam kelas menunggu desen kesayangan mereka tak banyak yang tau kalo Bryan sudah menikah dengan tyara..


yang di undang waktu itu hanya teman terdekat tyara sesama dosen Bryan saja lainya rekan kerja dari mamah papah bryan dan juga Tyara tak lupa sanak saudara mereka berdua..


"siang semuanya" sapa Bryan


"siang juga pak dosen Bryan paling tamvan" seru mahasiswa


tyara juga ikut ikutan dulu saja tyara tidak pernah memamerkan terpesona kepada Bryan sejak menikah tyara sama seperti Mahasiswa lainya yang terlalu lebay kalo menyapa Bryan..


pelajaran di mulai para Mahasiswa sangat antusias mendengarkan dosen kesayangannya..


"suamiku emang jos" batin tyara sambil memainkan alisnya kearah suaminya


"awas aja kamu nanti tyara" batin Bryan membulatkan matanya


semua mahasiswa mengerjakan tugas yang di berikan oleh Bryan, jam terus berputar pelajaranpun selesai..


"untuk Luna dan renata aku tambahin tugasnya"


"ba-baik pak dosen" pasrah mereka


"udah tenang saja Lin, ada Kenzo" bisik renata


semua mahasiswa keluar dari ruangan Bryan masih membereskan barang bawaan di atas meja..


"mau di bantuin gak pak dosen sayang" manja tyara


"jangan seperti ini, ingat ini di kampus bukan di rumah"


"la, gak ada siapa siapa?"


"tuh cctv"


"doh, lupa aku"


"dah sana pulang, mau nambah uang jajannya?"


"masih kok yang, tapi aku sama teman teman mau nyalon boleh gak?"


"boleh, asal pulangnya jangan malam malam"


"aaa syiap, makasih sayang"

__ADS_1


"Hhmm"


tyara keluar dari kelas mengejar kedua sahabatnya yang sudah jauh di depan sana,


"tyara" teriak devano


"Hay Van"


"widiihh, makin cantik saja kamu sesudah nikah"


"iya dong, mana nih janjinya mau ngasih aku kado pernikahan"


"iya, nih untuk kamu sama Bryan"


"wow, apa ini?"


"buka saja di rumah, maaf ya kadonya telat"


"gak papa lagi"


"eeemm ra" lirih devano


"iya"


"ada gak ya kira kira perempuan yang mirip kaya kamu"


"Hhhaaa??"


"iya, aku ingin perempuan seperti kamu yang jadi kekasihku"


"idihh, aku gak sebaik yang kamu fikir kali"


"selalu gitu kamu mah sukanya merendah" kesal devano


"habis mau jawab apa" hehehhe


mereka berdua jalan santai melewati beberapa kelas, Bryan berjalan di belakang mereka cemburu sii jelas tapi mau gimana lagi tyara sama Devano hanya sebatas sahabat gak lebih..


"Ehem" dehem Bryan


"wadoh !! ketahuan aku" devano menggaruk kepalanya


"maaf pak dosen pinjam sebentar" cengir devano


"apa sii yang, noh di lihatin para penggemarmu"


"pulang" kerus Bryan


"iya iya, Van aku duluan ya?"


"iya" devano langusung berlari ke kelasnya


tyara menghampiri renata yang sendiri menunggu Luna sedang mengobrol dengan kekasihnya..


"Dorr !! " menepuk pundak renata


"gini amat nasip jomblo" sedih Renata


"udah trimakasih saja" hahahha


"bahagia amat ngeliat aku sedih, Hufft"


Bram berjalan kearah renata dan juga Tyara baru saja sampai ke kampus..


"Hay re" sapa renata


"hii Bram, baru datang?"


"iya, kamu dah mau pulang?"


belum juga renata menjawab ada seseorang perempuan yang menghampiri Bram langsung mengandeng tangan Bram..


"hayuk masuk Bram" ucap perempuan itu


Renata memalingkan wajahnya tidak bisa di tutupi rasanya sangat sakit sekali, tyara yang tau sahabat sedih langsung mengajak dia menghindar dari Bram..


"re, aku masuk dulu" senyum kearah renata

__ADS_1


namun renata tidak menjawab ia hanya menganggukkan kepalanya mengikut arah Tyara mau membawa Renata kemana..


"duduk sini, jangan lihat sii Bram itu"


"iya Ra"


"aku heran sama kamu re, percintaan kamu salah sulit, sabar !! masih ada aku dan Luna yang sayang sama kamu"


"makasih ya Ra"


"iya, nah gitu senyum dong"


Luna berlari mengahmpiri renata dan tyara duduk di depan mereka, meringis menunjukkan gigi yang sedikit tidak rata..


"jadi kan bertemu Kenzo?"


"jadi dong"


"tunggu bertemu Kenzo??"


"iya, maaf ya gak jadi nyalon Reni juga gak jadi dia lagi ffitnes" jelas Luna


"yeah, aku pulang aja deh" mogok tyara


"kenapa emang kalo bertemu Kenzo" binggung renata


"gak papa, gak nyaman aja"


"yaudah aku anterin kamu pulang"


"ya oke"


mereka bertiga masuk kedalam mobil dalam hati tyara sii pengen bertemu dengan Kenzo tapi lebih baik jangan itu jauh lebih baik..


"sampe sini saja ya Ra"


"gak masuk dulu?"


"gak ra,kasihan Kenzo kalo lama menunggu"


"oke, eeemm salam ya untuk Kenzo"


"iya, nanti aku sampaikan" ucap Luna menstater mobilnya


mobil Luna melaju..


"nah kan gak jadi di traktir Luna" gerutu tyara


sedari tadi renata banyak diam wajahnya sedih, gara gara bertemu tadi dengan Bram di gandeng perempuan lain..


"re kamu kenapa? sedih gitu mukanya?" sambil fokus menyetir


"Bram"


"yaelah, Bram lagi Bram lagi !! lupakan dia re"


"sulit lun"


"iya aku tau itu, kamu tau sendiri kan aku sama Dayu dulu gak punya perasaan apa apa, tapi berjalannya waktu aku sedikit sedikit bisa mencintai Dayu itu semua perlu proses re"


"lha kan Dayu suka sama kamu, sedangkan aku? gak ada seorangpun yang mencintai aku lun, apakah wajahku seburuk itu ya sampai gak ada pria yang mau menyukai aku" sedih Renata


"jangan gitu dong re, aku kan jadi sedih"


"ya habis gimana dong lun, andai aku punya wajah kek tyara udah pasti banyak yang menyukai aku tinggal pilih saja !!"


"mungkin belum bertemu jodohnya doang re, kamu cantik kok, jangan sedih gitu ih semangat" menghentikan mobilnya


"gak terasa sudah sampai saja"


"hapus gih air matanya, nanti dikira Kenzo aku nakal lagi sama kamu" bengek Luna


"ya gak lah" renata mengambil bedak ia sedikit memoles wajahnya


"wiih, cantik nih pake sekalian lipcreamnya biar tambah fres"


"trimakasih Luna Bambang" senyum renata

__ADS_1


"iya, Sama sama renata Bambang"


******


__ADS_2