
malam harinya tyara udah bersiap siap untuk ke cafe black belajar bareng teman teman dan juga menyiapkan apa aja yang akan di bawa saat KKN tiba..
di sana sudah ada Luna renata Kenzo yang sudah memesan cemilan dan juga minum untuk menjadi teman belajar mereka..
"hay gaes !! maaf ya menunggu lama"
"Hay Ra, tak masalah"
"kita langsung aja" ucap Kenzo melirik ke arah Tyara
"ngapain Ken? melirik aku kek gitu" menautkan alisnya
"gak bisa saja memandang kamu lama lama"
"takut naksir tunangan orang ya? hahahhaa" ejek Luna
"tau aja kamu lun" ketus Kenzo
"udah udah, ayo belajar" malu malu tyara
Renata terlihat diam ia serius mendengarkan apa yang Kenzo ajarkan dia tidak mau ketinggalan jauh dari kedua sahabatnya.
"Ken, kamu terlihat sangat tampan" goda Luna
"aku tau itu"
"apa kamu udah punya pacar?"
"single"
"mau dong jadi pacar kamu kita sama sama single loh" Luna memainkan alisnya
"hahahhahah, busyet temanku" renata menggelengkan kepalanya
"PD banget kamu lun" sambung tyara
"hahahhaha, gak gak aku bercanda mana mau Kenzo melirik aku !! selera dia tinggi kek kamu Ra" hahahha
"brisik woy !! aku masih gak tau nih" kesal renata
"otak kamu itu yang gak beres, kita ajah udah selesai" ejek Luna
"biar aku bantu ngejelasin lagi" timpal Kenzo
Kenzo dengan sabar membantu Renata untuk mengerjakan tugasnya tyara dan juga Luna mereka juga asik mengobrol karena tugas matematika sudah selesai..
"ra, sepertinya aku kenal dengan perempuan sang duduk di meja nomor lima" telunjuk Luna mengarah kearah meja nomor lima
"Sandra Lun !! "
"iya dia Sandra, perempuan gatel itu" hahahha
"ssssttt, jangan keras keras ini gak di rumah"
"kebiasaan" kesal renata
"eeeh, dia nyambung !! kamu pasti udah gak sabar ya pengen ngrumpi bareng kita" hahhaha
"lunaaa !! " kesal tyara dan renata
"hehheh, piss !! " cengir Luna
Kenzo menghabiskan minumannya ia segera merapikan buku miliknya..
"aku pulang dulu, mau ke tempat Bayu"
"oke, trimkasih ya Ken" kompak mereka bertiga
"oke, byeee !! "
__ADS_1
membayar terlebih dahulu sebelum pulang gak enak jika dia harus di bayarkan oleh tiga perempuan yang cerewet crewet..
"kalian dari tadi ngeliat apa sii? tegang amat"
"tu, Sandra" lirih tyara
"ada yang datang gaes, itu perempuan yang bersama Bryan kemari"
"iya, ngapain dia menemui Sandra"
"jangan jangan mereka merebutkan tunangan kamu Ra"
"biarkan saja, toh kak Bryan hanya miliku"
"helleh"
"besok kita nyalon yuk? sebelum berangkat KKN biar fres gitu"
"boleh"
mereka bertiga masih mengintai gerak gerik Tania dan juga Sandra namun tidak ada yang mencurigakan mereka ngobrol layaknya seorang bestie..
tak terasa hari semakin malam ketiga gadis pulang ke rumahnya masing masing untuk mengistirahatkan badan mereka..
seminggu Kemudian tyara cs udah berkumpul di aula kampus dosen bimbingan mereka sedang menjelaskan program program dalam KKN..
tyara nampak tidak suka karena dirinya akan bejauhan dengan Bryan dalam satu satu bulan lamanya apalagi akhir akhir ini tyara sering di cuekin oleh Bryan karena kerjaan yang menumpuk..
"ikut aku" lirih Bryan mengandeng tangan tyara
"mau ke mana kak?"
"kita harus bicara sebentar"
"oke kak"
"sini aja, aman"
"Kaka mau bicara apa sih?"
"jadi gini aku sangat khawatirkan kamu tyara, desa yang akan kamu datangi terkenal masih meyakini hal hal mistis !! kata temanku di sana harus jaga perkataan"
"serius kak, aku jadi takut"
"yang penting kamu harus kuat jangan lemah apapun yang terjadi, itu hanya kata temanku jangan terlalu percaya juga"
"lah, Kaka sendiri percaya kan?"
"karena dulu temanku KKN di desa itu juga Ra"
"gak papa kak, semoga semua baik baik saja"
"eemm, gini aja aku nanti antar sampai sana"
"mana bisa kak, gak enak sama yang lain"
"ya udah, kamu hati hati !! "
"syiap sayangku"
"lebay"
"biarin ih, aku gak di kasih apa gitu kak untung menyemangati aku" hehehe
"mau kamu apa?"
"cium" hehehhe
"jangan harap, udah sana bareng teman temanmu nanti tertinggal"
__ADS_1
"oke, daaaahh sayangnya aku dosen ku paling tampan"
saat Tyara sudah bersama rombongan Bryan mencari keberadaan Kenzo ia ingin menitipkan sang pujaan hati kepadanya..
devano gak jadi satu tim dengan tyara ada rasa kesal di hati bryan yang bisa di andalkan menjaga tyara cuman satu yaitu Kenzo..
"Kenzo !! "
"iya pak dosen Bryan"
"aku nitip tyara jagain dia"
"itu pasti pak dosen Bryan, aku akan menjaga kekasih anda saat jauh dari pantoan anda pak dosen"
"trimakasih Kenzo, aku percayakan kepadamu"
"iya pak, aku permisi dulu mau bergabung dengan yang lain"
"silahkan silahkan"
Bryan bisa bernafas lega akhirnya ada yang menjaga tyara, mahasiswa mulai memasuki bis yang akan membawa mereka ke kecamatan desa tersebut..
dari dalam bis, tyara bisa melihat jelas wajah khawatir Bryan kepadanya tyara melambaikan tanganya memberi kiss memakai tangan..
"hati hati sayang, aku akan selalu merindukanmu, satu bulan bagiku itu cukup lama" batin Bryan
sepanjang perjalanan Tyara banyak diam ia tidak bercerita kepada siapa pun termasuk kedua sahabatnya tentang desa yang akan mereka datangi..
"Ra, kamu tau tidak desa yang akan kita datangi?" tanya Luna
"gak tau lun"
"lha, emang tadi pak Bryan bilang apa kepdamu"
"tyara aku sangat mencintai kamu"
"gak percaya aku !! " memutar bola matanya
"lha, emang gitu"
"preett !! "
"beneran lun, aku enggak bohong" hehe
"tau lah"
bis sudah berhenti di depan kecamatan para mahasiswa KKN menuruni bis dan membawa barang barang mereka..
sambutan demi sambutan dari kecamatan pun selesai waktunya para mahasiswa untuk pergi ke desa mereka masing masing yang sudah di tetapkan..
angkot yang mereka pesan akhirnya datang juga di sini tidak ada Taxi online yang ada hanya angkutan umum..
awalnya semua menolak belum pernah namun karena keadaan akhirnya mereka mau tyara ingin menangis baru awal berangkat aja udah kelihatan desa yang akan mereka tempati..
Luna dan renata saling tatap Kenzo juga gak nyaman berada di angkot bersama kawan Kawan lainya..
setelah beberapa jam berada di jalan besar tiba saatnya mereka tiba di jalanan yang cukup sepi hanya terdapat satu satu dua pengendara lainya yang lewat..
sepanjang perjalanan kanan kirinya hanya terdapat hutan belantara desapun hanya ada satu yang mereka jumpai sehabis itu tidak ada lagi desa yang mereka jumpa..
"ini serius pak jalannya?" ucap kenzo Kepada sopir angkot yang sudah di pesan oleh mereka
"benaran cah bagus"
"kok serem gini sii? merinding renata
"mungkin salah jalan kali pak" timpal Luna yang juga mulai takut ..
******
__ADS_1