
bibik mengusap lembut rambut tyara yang menutupi wajahnya menatap tyara seakan ada kasih sayang yang mendalam..
"non, bibik lama lama juga tenaga bibik gak segesit dulu, bibik udah lama berkerja di keluarga non dari tuan Faris masih kecil sekarang kalian sudah pada berumah tangga semua"
"iya bik, waktu cepat sekali berlalu"
"iya non"
"udah aah, sedih sedihnya kita belanja yuk bik"
"oke non, ayok"
mobil tyara kembali melaju..
"akhirnya sampai juga, sat ser ya bik renata dan Luna mau main kerumah"
"siap non, ayo turun"
"oke bik"
tyara dan bibik memasuki swalayan membeli semua kebutuhan pokok dari arah kejauhan terlihat Tania bersama Sandra..
"itu kan Sandra yang bersama Tania, udah lama sekali aku gak bertemu Sandra apakah mereka berteman??" penasaran tyara
"non kenapa?"
"gpp kok bik, ayo kita belanja lagi"
"siap non"
sehabis mengajar Bryan duduk di meja para dosen Adelin menghampiri Bryan yang sedang memainkan ponselnya..
"hii bryan, ciyee pengantin baru yang udah sebulan aja"
"Hhmmm"
"masih bisa kan kita mengobrol??"
"tentu"
"kok dari kemarin sikap kamu dingin gitu sama aku?"
"aku hanya menjaga hari istriku"
"ya ya ya ya" kesal Adelin
meskipun Adelin menatap Bryan tapi dirinya tidak sama sekali menatap wajah Adelin Bryan sibuk dengan ponselnya..
"susah amat naklukin hati Bryan, apalagi sekarang Udah menjadi seorang suami lebih gak bisa aku menyentuh hatinya" batin Adelin
dengan wajah yang cool Bryan berdiri dari duduknya pergi meninggalkan ruangan para dosen..
Adelin mengikuti langkah Bryan para mahasiswa masih saja menggoda Bryan padahal mereka tahu Bryan udah mempunyai istri..
"pagi menjelang siang pak dosen Bryan"
"meskipun udah nikah kok masih tampan aja pak dosen yang satu ini"
"aku rela loh pak dosen jadi yang kedua"
"siang pak dosen Bryan cakep pisan"
adelin membulatkan matanya kepada mahasiswa yang menggoda Bryan, Adelin merasa gak suka aja ada yang menggoda Bryan..
"mau kemana?" ketus Bryan
"ikut kamu"
"aku ada kelas lagi, mau ikut masuk??"
"hehhe, enggak"
Bryan langsung masuk kedalam kelas Adelin memanyunkan bibirnya menghentakkan kakinya berputar balik..
kurang lebih satu jam tyara berada di dalam swalayan barang bawaannya juga sangat banyak hingga dirinya kewalahan saat mau membawa masuk kedalam mobil..
"apakah bisa aku bantu" tawar seorang laki laki
"tidak terima kasih"
tyara mengangkat kepalanya..
__ADS_1
"tyara??"
"Kenzo, Hay apa kabar??"
"Alhamdulillah baik"
"kenapa kamu pindah universitas??"
"gak kuat saja melihat kamu udah milik pak dosen Bryan" jujurnya
"maksut kamu?"
"aku menyukaimu Tyara"
"haaaaa??"
"udah gak usah di bahas, aku bantu kamu oke"
"oke Ken, maaf ya jadi ngrepotin"
"gak kok" senyum kepada tyara
semua barang belanjaan di masukan Bryan kedalam bagasi mobil tyara mengukir senyum kearah Kenzo..
"siapa dia non, ganteng banget"
"kenzo bik"
"Oalah nak Kenzo, bibik kira siapa pangling"
Kenzo berjalan kerah aku dan juga bibik yang berdiri didepan mobil..
"udah beres, ee ada bibik"
"iya nak Kenzo, gimana kabarnya?"
"Alhamdulillah baik bik"
"trimakasih ya Ken"
"sama sama" Kenzo pergi begitu saja
tyara merasakan ada yang aneh dengan Kenzo gak biasanya dia sedingin ini mungkin karena dia mencintai Tyara lebih baik menjauhi dari pada sakit hati..
bibik menatap Tyara yang kebingungan dengan sikap Kenzo, sampe sampe dia pindah kampus segala..
"Kenzo tunggu" teriak tyara berlari menuju mobil Kenzo
bibik yang paham mereka tidak memperdulikannya biarkan masalah tyara dan juga Kenzo terselesaikan terlebih dahulu..
tok tok tok ..
tyara mengetuk kaca jendekan mobil Kenzo..
"kita harus bicara Ken !! aku mohon keluar" seru tyara
Kenzo membuka pintu mobil..
"apa yang perlu kita bicarakan?"
"apa kamu menyukaiku?"
"iya"
"apa gara gara persaan ini kamu pindah kampus?"
"iya"
"loh, kenapa Ken?? kamu bisa kan pindah jam kelas yang beda denganku tak harus pindah segala"
"gak semudah itu"
"maafkan aku Kenzo"
"bukan salah kamu, aku yang salah tyara tidak bisa melupakan perasaan ini semoga kamu dan dosen Bryan bahagia selalu"
Kenzo kembali masuk kedalam mobil langsung melajukan mobilnya tyara merasa tidak enak kepada Kenzo..
"ayo non, udah siang"
"iya bik"
__ADS_1
tyara berlari masuk kedalam mobil menstater mobilnya melaju dengan kecepatan sedang fikirannya masih tentang Kenzo..
"apakah dia sesakit itu" batin tyara
sesampainya di rumah tyara duduk di depan rumah bibi pembawa semua barang belanjaan yang masuk ke dalam..
tak berselang lama Renata dan juga Luna sudah sampai di rumah tyara mobil mereka terpakir di halaman rumah..
"busyet rumahnya mantap betul" ucap renata mematikan mobilnya
"beruntung ya teman kita yang satu ini"
"iyes"
"Ayo keluar"
Renata dan Luna keluar dari mobil berjalan kearah tyara yang melamun,
"dorr !! " renata menggebrak meja
"woy !! " kaget tyara
"hahahhaha, rasain lagian ngapain melamun"
"iya, melamunin siapa kamu Ra?
"Kenzo"
Renata dan Luna saling bertatapan..
"Kenzo??" kaget Luna
"sumpah kamu mikirin Kenzo??" binggung renata
"iya"
"kok bisa"
"dia pindah kampus semua gara-gara aku"
"kok gara gara kamu?? emang kamu kenapa bro??"
"kenzo ternyata menyukaiku, jadi dia gak mau melihatku dengan kak Bryan"
"wiih, berarti cinta Kenzo kekamu besar juga ya, Ampe sebegitunya" ucap renata
"betyul" sambung Luna
"kita masuk ajh yuk, biarkan Kenzo pergi toh itu mau dia" timpal Renata
tyara renata Luna masuk kedalam rumah bibik sedang memasak untuk makan siang sebelum berangkat ke kampus..
"wih, rumah kamu bagus bagus Ra jadi iri aku"
"buruan dong ajak nikah Dayu" goda tyara
"aaaa jangan dong nanti aku jomblo sendirian gak kasian sama aku" sedih renata
"hahahah, lagian udah kita jodohin sama Tama kamu gak mau" ledek Luna
"ya kali aku sama dia, amit amit" kesal renata
"lha, apa salahnya sii sama Tama dia juga anak orang kaya loh anak satu satu lagi apa gak cocok itu namanya, jadi nyonya Tama kamu nanti re"
"aku gak Mandang harta woy !! Gila kamu lun yang penting itu kenyamanan" dengan gaya songongnya
"wiiihhh, Renata tjah mengejar cinta bukan harta" hahhaha
"iya dong kudu itu"
"iya deh terserah kamu aja re" Luna memutar bola matanya
"hahahha, udah udah hayuk ke belakang ada tempat untuk kita santuy santuy" tyara merangkul kedua sahabatnya
"asyek, bawa cemilan juga dong Ra"
"ambil sana di kulkas, aku ganti pakian dulu"
"siap"
harum aroma masakan bibik mampu membawa kedua teman tyara seperti terhipnotis mengendus ngendus duduk di kursi meja makan..
__ADS_1
******