Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 36


__ADS_3

"astaga, bocah ini berat banget" kesal Tyara


"Bram aku sangat mencintai kamu Bram" masih menyebut nama Braam


",renata !! " sentak tyara


"apa sii re, aku gak budeg kali"


"lagian kaya orang gak waras ajah teriak teriak gak jelas"


"kaya kamu dulu gak aja waktu pdkt sama Bryan"


"yeee, aku gak selebay kamu kali"


"hehehehe, iya juga sii"


"dasar renata Bambang"


mereka berdua menuju ke meja 08 yang sudah di pesan oleh Reni, terlihat jelas Reni sedang menangis sesegukan..


"Reni kamu gak papa?" panik tyara dan renata


langsung memeluk kedua sahabatnya..


"duduk ceritakan semuanya" mengusap lembut punggung Reni


Reni duduk mengusap air matanya..


"tarik nafas dalam dalam, keluarkan pelan pelan" ujar renata


"heeem, huufftt" Reni melakukanya hingga dirinya merasa siap untuk bercerita


"coba ceritakan apa yang terjadi"


"Rino selingkuh dia meninggalkan aku dan juga anak aku, seminggu setelah dia pergi bersama selingkuhannya mengirimkan surat cerai kepadaku"


"demi apa Rino selingkuh" geram renata


"aaaghh, aku sangat sakit ingin rasanya meninggoy saja" putus asa Reni


"ssstttt, gak boleh bilang kek gitu aku pikir mungkin kamu udah gak secantik seperti dulu dan gak selangsing dulu" ucap tyara


"iya benar apa kata kamu Ra, Rino bilang katanya aku membosankan malu kalo dia ngajak aku pergi atau nongkrong bersama teman temannya"


"keterlaluan !! gak Sadar apa kamu udah mengorbankan semuanya demi Rino !! " kesal renata


"bagiamana kalau kamu diet" usul tyara


"diet??"


"iya, ren biar kamu bisa seperti dulu lagi,,kamu juga perlu perawatan lagi biar anak kamu sepenuhnya di jaga sama suster" usul tyara lagi


"aku setuju !!" semangat renata


"kamu tau gak selingkuhan Rino?" tanya tyara penasaran


"tau, dia sangat cantik dan seksi" kembali mewek


"kamu jangan mau kalah saing dong !! jadikan selingkuhan Rino itu menjadi penyemangat kamu menjadi Reni yang dulu aku yakin Rino pasti menyesal, aku yakin itu" serius renata


"oke !! aku akan menjadi Reni yang dulu kalian mau kan ada untuk aku"


"selalu dong !! "


"kalian memang sahabat terbaikku,, aaa trimakasih"


"sama sama" mereka bertiga saling memegang tangan mereka satu sama lain..


meminum dulu yang sudah di pesan oleh Reni rasanya sangat haus setelah terkuras suaranya..

__ADS_1


"lha ini Luna mana??"


"biasa sama ayang" sinis renata


"wiih, udah lengket aja si Luna Bambang"


"iya, bucinya minta ampun sama Tama"


"maaf ya Ra,waktu kamu nikah aku gak bisa datang waktu itu aku lagi sidang bersama Rino"


"iya gak papa, yang penting kado dari kamu datang" hahahhaha "


"gak seberapa kok ren"


"tapi sangat penting buat aku"


mereka saling mengobrol hingga lupa waktu maklum kamu udah ngobrol sampe gak ingat waktu untung suami tyara lagi ada acara pulannya malam jadi agak aman..


waktu sudah mau pernah akhirnya mereka menyudahi obrolannya berpisah di parkiran tyara mengantar renata pulang..


sehabis mengantar renata pulang tyara kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kerumahnya..


"assalamualaikum"


"wa'alaikumsalam, non kok pulannya sore banget"


"iya bik, aku langsung masuk kamar ya bik bersih bersih badan"


"siap non, mau di bikinin susu?"


"boleh"


tyara masuk kedalam kamar membaringkan tubuhnya di atas kasur hari yang melelahkan ia memandang foto pernikahannya..


"kak aku berharap kamu setia terhadapku meskipun banyaknya perempuan di luar sana yang mati matian mencoba merebut hatimu" gumam tyara


"tyara aku harap kamu setia kepadaku meskipun aku jarang ada waktu untukmu karena tuntunan pekerjaan aku, menjadi dosen bukankah hall yang mudah" gumam Bryan sambil membayangi wajah cantik istrinya


melajukan mobilnya lebih kencang sudah tidak sabar bertemu istrinya bercanda ria melanjutkan adegan dewasanya..


dreeet dreeet dreeet ..


ponsel berbunyi telepon dari elfan..


Elfan [ sore menjelang malam bro ]


Bryan [ kembali bro, tumben ]


Elfan [ Reza udah keluar dari penjara belum ]


Bryan [ satu bulan lagi, kenapa emang? ]


Elfan [ gue harap dia berubah jauh lebih baik, ]


Bryan [ mimpi apa aku ]


Elfan [ hahhaha, mimipi bertemu putri kerajaan, besok besok gue mau main ke rumah baru lu ]


Bryan [ siap, aku tunggu .. dah dulu ya aku udah sampai rumah ]


Elfan [ oke bro ]


Bryan mematikan telfonya membuka pintu mobilnya membuka pintu rumah bau parfum tyara sudah tercium Bryan..


"Heeemm, wanginya istriku" berjalan menuju kamar


bibik sedang menyiapkan makan malam untuk pak scurity dan dirinya tuan sama nyonya udah dulu di siapkan di meja makan..


Gleekk ..

__ADS_1


"sayang" girang Tyara berlari langsung memeluk suaminya


"wanginya sampe ruang tivi Lo, aku suka banget" mencium kening tyara


"aaa, kakak bisa saja mandi gih abis itu makan malam"


"oke, siapkan piama untukku"


"iya, sayangnya akoh"


tyara menyiapkan piamanya Bryan masuk kedalam kamar mandi..


renata duduk termenung di cafe black sambil mengerjakan tugasnya, Luna sedang di ajak ke rumah calon mertua sedangkan tyara mana boleh keluar malam malam tanpa suaminya..


"Huufftt, malam yang membosankan !! " gerutu renata memijat keningnya


"sendirian saja" ucap seorang pria


"Bram " terkejut renata


"biasa aja kali, kek lihat hantu saja !! boleh duduk di sini"


"tentu tentu !! silahkan duduk"


"trimakasih" ucap Bram menatap renata


"sama sama, maaf Bram jangan menatapku seperti itu nanti aku bisa bisa salah paham menanggapi tatapan itu"


"Hahahha, ada ada aja kamu re, aku menatap kamu karena"


"karena??"


"boleh aku jujur padamu??"


"iya, boleh" penasaran renata


"kamu mirip sekali sama mantanku yang meninggalkan aku"


"meninggalkan karena??"


"menikah, padahal aku dan dia sama sama mencintai tapi ya gitu kadang cinta tak harus memiliki"


"jadi kamu mendekatiku karena kamu belum move on dari mantan kamu itu !! " renata mulai cemburu


"tunggu bukan gitu, aku selesaikan dulu ceritanya"


"terus" ketus renata


"dia diam diam kabur namun saat dia mau menghampiri aku, takdir berkata lain juga dia kecelakaan dan dia pergi meninggalkan aku untuk selamanya"


"rumit sekali percintaan kamu Bram"


"memang, pada waktu pertama aku melihat kamu aku sampe gak percaya kamu begitu mirip dengan mantan kekasihku yang sudah tiada, aku mencoba untuk cuek tidak merespon kamu saat kamu berbicara kepadaku, jujur sana aku tak sanggup untuk melihatmu re"


"jadi ini alasan kamu, kenapa sifat kamu begitu dingin kepadaku??"


"he'em"


"lantas kenapa sekarang kamu malah bersikap manis kepadaku?"


"aku tersadar saat kamu sudah tidak lagi chat aku? menyapa aku? duniaku terasa hampa re"


"kamu lagi bicara serius kan gak lagi ngeprenk aku Bram?"


"gak re, maafkan sikapku yang terlalu dingin kepadamu" memegang tangan renata


"bisakah kita berteman??" lirih renata


*****

__ADS_1


__ADS_2