Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 33


__ADS_3

satu bulan sesudah pernikahannya kehidupan tyara kini sudah berubah dia sudah menjadi istri dari seorang dosen kesayangannya tak pernah dia sangka akan secepat ini menjadi seorang istri dirinya masih sangat muda..


meskipun Bryan sudah berkepala tiga tapi tidak memudarkan wajah tampannya semakin usianya bertambah semakin tampan tidak malah semakin keriput..


Bryan sedang menggunakan jas kebanggaannya tyara keluar dari kamar mandi rambutnya yang basah di balut oleh handuk..


"coba pakekan aku dasi ini bisa?"


"aku kak??"


"iya siapa lagi? bibik?"


"hehhehe, kakak ini tapi aku gak bisa kak"


"sini Kakak ajarin"


tyara berdiri di depan Bryan, Bryan mulai mengajari dimana cara memakai dasi tidak perlu lama tyara langsung bisa..


"istriku memang sangat pintar"


"tyara gitu loh"


"mulai mulai"


"kakak dulu kan yang mulai"


"iya iya, perempuan selalu benar"


"kudu dan harus" hahhahaha


tyara mengambil pakian hari ini masuk siang jadi bisa nyante dahulu, Bryan gak boleh cuti lama lama dia tetap mengajar meskipun masih terbilang pengantin baru..


"aku tunggu di meja makan" seru bryan


"oke siap"


kalo di rumah tyara sudah terbiasa memakai kaos oblong dan celana pendek yang simpel simpel saja tidak suka berpakaian yang ribet..


"loh bik kok hanya roti doang?" ucap Bryan


"maaf tuan, tapi bahan dapur kemarin baru beli sedikit hanya tersisa roti"


"Oo, iya aku lupa bik" hahhahaha


"ada apa kok ketawa kak?"


"ini kita kan belum belanja kebutuhan dapur, nanti kamu beli ya??"


"siap kak, mana vulusnya"


Bryan membuka dompet mengambil satu kartu dan uang untuk membeli keperluan dapur dan juga kebutuhan lainya..


"aaa makasih sayang"


"belajarlah hemat, jangan belanja yang mahal mahal sebagai aku tanggung jawabmu gak mempunyai uang sebanyak papah kamu"


"iya sayangnya akoh" hehhe


"aku berangkat dulu sarapan diluar aja, aku tidak terbiasa sarapan hanya makan roti bisa bisa kelaparan belum mengajar"


"wiidiihh, nanti aku langsung otw dah kalo kakak udah berangkat"


"hati hati bawa mobilnya"


"siap komandan"


sebelum berangkat Bryan mengecup kening tyara terlebih dahulu bibik berasa jadi nyamuk saat ini melihat keromantisan pasutri baru ini..


tyara mengantar Bryan sampe didepan rumah Bryan masuk kedalam mobil hingga mobil Bryan keluar dari pintu gerbang..


"jadi kaya gini ya jadi mamah sibuk kalo pagi pagi" gumam tyara

__ADS_1


ia masuk kedalam rumah bersiap siap untuk pergi ke swalayan untuk membeli beberapa kebutuhan dapur dan juga kamar mandi..


"bik ayo berangkat sekarang, nanti takut kesiangan"


"siap nyonya"


"nyonya kita kepasar tradisional dulu ya, bibik gak terbiasa belanja di swalayan kalo soal urusan beli sayur mayur dan juga seafood daging ayam sapi maupun kambing"


"oke bik siap"


mobil melaju dengan kecepatan sedang aku sangat menikmati hari hariku menjadi seorang istri sangat menyenangkan apalagi Bryan Sekarang sangat manis..


"nyonya, kalo udah lulus aku kerja bantu papah atau di rumah??"


"aku ingin di rumah bik jadi ibu rumah tangga saja aku gak mau seperti mamah yang sibuk gak ada waktu untuk anak anaknya"


"bibik sangat setuju non"


"harus itu bik" hehhee


mobil tyara kini sudah memasuki area pasar tradisional sangat rame sekali baru kali ini dia pergi kepasar tradisional..


"aku tunggu di dalam aja ya mbok, malu pake pakian kaya gini"


"oke, nanti bibik beliin kupat tahu non di jamin pasti ketagihan"


"apa itu kupat tahu?? baru dengar aku bik?"


"nanti aku beliin, bibik turun dulu"


"oke"


bibi keluar dari mobil tyara merebahkan tubuhnya memutar musik kesukaannya ia sambil memainkan ponselnya..


Ting !!


notifikasi pesan masuk dari renata tyara segera membukanya


Tyara [ jam ]


Renata [ sebelum berangkat ke kampus]


Tyara [ ajak juga Luna Bambang ]


Renata [ siap, kirimin dong alamat rumah kamu ]


Tyara [ iya iya ]


tyara mengirimkan alamat baru rumahnya..


Renata [ wiiihh, perumahan elit ]


Tyara [ hehehe ]


Renata [ nyonya Bryan ]


Tyara [ iyes ]


Renata [ aku mandi dulu yes ]


Tyara [ okok ]


ada pedagang cilok yang melintas di depan mobilnya tyara keluar dari mobil ingin membeli cilok yang sudah lama ia tidak memakannya..


"bang beli bang" teriak tyara


seketika orang-orang yang sedang melintasi didekat arah tyara mereka memandang takjub dirinya yang begitu cantik dan juga seksi..


"matek aku, sampe lupa kalo aku memakai celana sependek ini" gerutu tyara


"mau beli berapa mbak?"

__ADS_1


"dua puluh ribu"


"sebentar"


terasa tidak nyaman sekali berada di tengah-tengah para pejalan kaki menoleh ke arah Tyara..


"ini Mbak"


"makasih bang, kembalinya untuk Abang saja"


"ini kebanyakan mbak"


tyara tidak peduli lagi yang terpenting dirinya bisa segera masuk ke dalam mobil apalagi cuaca panas padahal jam baru menunjukkan pukul sembilan pagi tapi sudah panas sekali..


"aman, dari mata mata yang menatapku"


ia menikmati cilok yang begitu lezat tak berselang lama bibi berjalan ke arah mobil Tyara belanjaannya cukup banyak..


membuka bagasi mobil belakang bibik berjalan kearah depan membuka pintu masuk kedalam mobil..


"ini non yang namanya kupat tahu"


"Oalah ini toh"


"iya non, kalo di kampung bibik ini sangat terfavorit ini aja yang jual satu kabupaten dengan bibik"


"di buka rumah aja, sekarang kita swalayan"


"siap"


mobil kembali melaju kearah swalayan tak jauh dari pasar tradisional namun mobil tyara berhenti di toko pakaian..


"bik, tolong belikan aku celana panjang yah yang ukuran M"


"pasti non malu ya?"


"iya bik, aku lupa tadi gak ganti celana panjang"


"tunggu bentar"


bibik turun dari mobil masuk kedalam toko pakaian tersebut tidak membutuhkan waktu lama bibik keluar Menenteng plastik..


"ini non, pake dulu"


"sebentar aku pake"


tyara memakai celana di dalam mobil bibik udah gak kaget lagi melihat tubuh indahnya majikanya sejak dulu bibik sudah terbiasa melihat kadang sedang berganti pakian lebih parahnya lupa gak memakai handuk kalo habis mandi..


"hahahha, non tu ya gak berubah sama sekali tetap saja masih seperti dulu"


"ih aku mah udah nggak malu kalau sama bibik orang dari kecil aku apa-apa sama bibik bukan mamah, tapi kalau sama Mama tuh ya bi bawaannya malah malu"


"moso tho non?"


"serius"


"mungkin anda nggak terbiasa kali"


"lah itu bi jadi canggung kan, kalau sama bibik mah bebas curhat aja aku enakan sama bibik"


"makasih ya non sudah mempercayai bibi begitu dalamnya"


"iya dong bi kalau bibi udah anggap seperti keluarga aku sendiri, jangan ninggalin aku ya bik??"


"insyaallah non, bibik kan udah tua kalo bibik memutuskan berhenti bekerja gimana non?"


"Lo, jangan bik aku udah dari kecil di urus bibik nyaman sekali kalo di rumah ada bibik"


Tyara menatap bibi nanar dia belum sanggup bila bibik berhenti bekerja denganya..


*****

__ADS_1


__ADS_2