Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 45


__ADS_3

Renata mengucek kedua matanya berkali kali ia masih tidak percaya apa yang ia lihat, pesan dari elfa..


Elfan [ aku mencintaimu ]


Renata [ salah kirim kah ]


Elfan [ gak ]


Renata [ jadi ]


Elfan [ aku akan menemuimu besok ]


"Demi apa ini? dia menyukaiku?" gumam renata


pagi pagi sekali Bryan dan tyara sudah berada di rumah tengah bantu bantu bibik yang mau pulang hari ini..


barang barang bibik udah masuk kedalam bagasi mobil Bryan, sebelum pergi bibik menyiapkan sarapan terlebih dahulu takut tuan sama nyonya kelaparan..


"udah siap bik" ucap Bryan


"udah tuan"


"mari barangkat"


"mari tuan, nyonya mana?"


"lagi di kamar mandi sebentar"


bibik dan Bryan keluar terlebih dahulu, tyara nyusul di Belakang mereka, bibik nampak sangat sedih sekali mau meninggalkan majikan mudanya..


Bryan membuka pintu untuk istri tercintanya, tyara mengkedipkan sebelah matanya,


"Dasar genit" lirih Bryan


"wlleeekk, aku padamu sayang"


Bryan menggelengkan kepalanya, berjalan di depan mobil lalu membuka pintu, masuk kedalam langsung melajukan mobilnya..


"bik jangan lupa tetap hubungi aku ya?" sedih tyara


"baik non beres itu"


"ingat bik hanya satu bulan" Bryan mengingatkan bibik


"iya tuan, mana berani bibik gak ingat bisa bisa di pecat" hehehe


"yeah, satu bulan lama,Hhuufftt"


"gak papa sayang, kan masih ada aku"


"ihhh, " malas tyara


mobil berhenti di terminal bis, bibik Langung menurunkan barang barangnya, melihat nanar wajah tyara..


" masuk bik, nanti ketinggalan bisnya aku gak papa kok" seyum tyara


"yaudah, bibik pulang dulu ya tuan nyonya sampai bertemu bulan depan" .


"iya, bik daaaahhh hati hati" lantang tyara


bibik mulai memasuki bis, Bryan mengelus lembut pundak istrinya, dia tau tyara sangat sedih di tinggal bibik walaupun hanya satu bulan..


"pulang, udah jam setengah tujuh"


" bentar yang, aku mau nunggu bis bibik berangkat"


"baiklah"


tyara dan bryan menjadi pusat perhatian di sana, yang satu gantengnya minta ampun yang satunya cantik parah..


bis bibik mulai berjalan, di dalam bis bibik melambaikan tanganya mencoba tidak menangis walaupun rasanya air mata udah gak bisa di bendung lagi..


"Daaahhh, bibik !! " teriak tyara

__ADS_1


"sekarang pulang"


"iya kak"


mereka berdua masuk kedalam mobil sepanjang perjalanan Tyara menangisi bibik tercintanya..


"udah dong sayang nangisnya"


"masih gak rela aja bibik pulang"


"tukan,katanya kemarin gak papa"


nagisnya bertambah keras, Bryan jadi binggung..


"eemmm, mau beli es cream?"


"mau bikin aku pilek? nawarin es cream kok pagi pagi gini"


"lha, kamu mau apa? biar gak sedih lagi?"


"mau jajan cemilan ringan" manja tyara


"oke, nanti kalo ada supermarket kita beli"


"oke yang, tapi bibik kamu udah datang kan ke rumah?"


"seperti udah datang"


"syukurlah"


mobil mereka melaju dengan kecepatan sedang, hingga Mereka menemukan supermarket terdekat..


"Kaka mau ikut turun?"


"gak, tunggu di mobil saja"


"oke"


tyara keluar dari mobil, masuk kedalam supermarket membeli cemilan dan juga minum botolan untuk taruh di kulkas kalu ingin tinggal ambil..


"baru dari mana non"


"bersepeda di pagi hari bik"


"wiih, mulai hidup sehat sii nona" hehhee


"hehehehe"


"ini ada surat untuk non"


"dari?"


"den Dayu"


Luna membuka kertas yang di berikan oleh Dayu [ luna i love you ] terselip kalung yang selama ini Luna inginkan, diam diam Dayu memeperhatikan apa yang sedang Luna inginkan..


"di mana dia sekarang bik?"


"udah pulang non, barusan"


"barusan banget bik?"


"iya non, mungkin dia belum jauh"


"oke, trimakasih bik"


"sama sama"


Luna kembali mengontel sepedanya dengan kecepatan tinggi, ia terus mencari keberadaan Dayu..


"aku harus menemui dia, apa maksud dia memberikan itu padaku aku takut itu tanda perpisahan kami, aaaghhh aku belum siap" gerutu tyara terus mengontel sepedanya


mobil Dayu Masih terlihat di depan pintu masuk perumahan, Luna segera mengayunkan sepedanya sangat cepat..

__ADS_1


"Dayu tunggu !! kita perlu bicara" teriak Luna


Dayu menoleh kespion mobil ia melihat Luna yang berada di belakang mobilnya,


"Luna"


shiittt ..


mobil berhenti Luna langsung menuruni sepedanya, melangkah kakinya menuju pintu mobil Dayu..


"buka" lantang luna


Dayu membuka pintu mobil..


"apa apa kamu, teriak teriak kek gitu"


Luna langsung memeluk erat Dayu..


"aku mohon, jangan tinggalkan aku kita berjuang sama sama yang"


"emang siapa yang mau ninggalin kamu?"


"lah apa maksudnya ini?" menyodorkan kalung pemberian Dayu


"Hahahaha itu, aku emang sengaja memberikan itu kepadamu supaya cinta kita lebih besar, apapun rintangannya yang akan kita lalui aku harap kamu jangan menyerah" ucap Dayu tanganya memegang wajah Luna


"Huufftt syukurlah, aku kira ini tanda perpisahan kita !! aku gak mau kita putus !! aku sangat mencintai kamu"


"iya sayang, pulanglah aku mau ada urusan nanti bertemu di kampus"


"oke yang, eh bentar !! pakekan kalung ini dong"


"iya iya, sini aku pakaikan"


Dayu memakaikan kalung pemberiannya, Luna memang tampak lebih cantik memakai kalung tersebut..


"kamu suka?"


"iya dong, suka banget.. makasih ayangnya akoh"


"e'em, yaudah aku pulang dulu"


"daaaahh ayang" Luna melambaikan tanganya


mobil dayu melaju dengan kecepatan sedang, Luna mengayuh sepedanya kembali, ada rasa yang tak bisa ia jelaskan saat ini..


Bryan dan juga Tyara turun dari mobil pintu sudah terbuka itu tandanya bibik udah datang tyara langsung masuk kedalam rumah..


"aaaaghhhhh kakak ada ondel ondel" teriak tyara


Bryan langsung membuang kanebonya berlari menghampiri tyara, saat Bryan masuk kedalam rumah terlihat seseorang sedang menyapu tapi make upnya berlebihan menor sekali..


"astaga !! siapa kamu" tyara langsung memeluk suaminya


"aaahhh yaampun ada pangeran, mimpi apa aku semalam bertemu dengan pangeran di negri dongeng" syok perempuannya tersebut


"kamu siapa" sentak Bryan


"utututu, galak bener tuan !! tenang tuan tampan dan nyonya yang sangat cantik mempesona kenalkan namaku Sri aku di utuskan tuan Hans dan nyonya Evi untuk bekerja di sini"


"Oalah, kamu art penggantinya bibik bukan ondel ondel" tyara menahan tawanya


"what !! ondel ondel nyonya bilang? tega bener cantik cantik seperti ini di bilang ondel ondel" memanyunkan bibirnya


"Hahahaha, maaf Sri.. yaudah lanjutkan pekerjaan kamu kita mau sarapan"


"baik nyonya" matanya fokus menatap wajah tampan Bryan


Bryan dan tyara masuk kedalam ruang makan harum aroma masakan bibik emang tak pernah salah, segera tyara mengambilkan nasi dan juga lauk pauk untuk suaminya..


"aku harus bilang kepada teman temanku kalo Majikan aku begitu tampan dan juga cantik pasti mereka iri kepadaku, kalao majikan seperti mereka aku betah" gerutu Sri


Sri melanjutkan aktifitasnya, membersikan sofa ruang tamu, ruang keluarga, ruang televisi, setiap melihat foto foto Majikanya Sri senyam seyum sendiri..

__ADS_1


******


__ADS_2