
dua mata tersebut masih mengamati wajah tyara yang begitu mempesona sampai sampai ngeces melihat wajah tyara yang begitu cantik apalagi saat tertawa..
"hayoo !! " bentak salah satu warga
"sssstt, jangan keras keras nanti kita ketahuan"
"pasti sii bos sangat senang kalo kita bawa dia" menunjuk ke arah Tyara
"betul, buruan di foto kita kasih tau sii bos"
"yo'i"
hari semakin malam anak anak masuk kedalam hawa dingin sangat terasa sekali Mbah kanah menyiapkan makan malam kepada mereka semua..
"ingat ya nak, jangan buka pintu malam malam jika tidak ingin celaka, apalagi perempuan di Larang keras !! paham semua !!"
"paham Mbah " kompak mereka semua
Mbah kanah keluar rumah entah apa yang di lakukan yang jelas dia menyebar garam ke depan rumahnya..
semua anak anak masuk kedalam kamar meskipun rumah Mbah kanah sangat sederhana tapi di setiap kamar Mbah kanah terdapat kamar mandi di dalam kamar bahkan tidak ada kamar mandi di luar kamar..
srek srek srek..
"eeeh, Suara apa itu??" lirih Luna
"kaya orang menyeret sesuatu enggak si?" sambung renata telinganya di tempelkan ke tembok
lama kelamaan suara tersebut terdengar sangat jelas bahkan hewan malam mulai bersaut sautan menciptakan suasana sangat horor..
"Tyara bangun dong !! " Luna mengoyangkan badan tyara
"apa si? ngantuk tau !! "
"kamu dengar gak Suara aneh?"
"suara apa?"
"wadoh, sekarang kok seperti orang sedang menyapu halaman si? ini kan jam Dau belas malam lewat lima menit" takut renata
"mbak Kunti kali" lirih tyara sambil menyeret slimutnya
"tyara !! jangan bercanda Dong"
"emang benar kan, coba kalian cari di google tanda tanda kehadiran mbak Kunti"
Luna langsung membuka ponselnya di mencari di google benar apa yang di katakan tyara..
"jadi ada mbak Kunti dong di belakang tembok ini, jadi maksud Mbah kanah tidak memberi jendela kamar mungkin gara gara ini kali ya"
"mending kita tidur saja yuk re, aku takut merinding nih"
saat mereka mau memejamkan matanya samar samar terdengar langkah kaki dari depan pintu kamar suaranya sangat jelas sekali bahkan sesekali berusaha membuka pintu..
sangat jelas sekali ganggang pintunya bergerak gerak ketiga gadis sama sama ketakutan..
"tolong ... tolong... tolong .. kami .. "
"aaaaaa Suara apa itu" Luna menutup kedua kupingnya
"aaaaaa tolong aku mau pulang" huhuhu renata menangis saking takutnya
__ADS_1
tyara mengambil ponselnya ia segera menghubungi Kenzo yang berada di samping kamarnya..
Tyara [ hallo Ken, maaf menganggu tidurmu ]
Kenzo [ kami belum tidur, ada suara suara aneh ]
Tyara [ loh, kok sama ]
Kenzo [ aku rasa ada yang tidak beres di desa ini ]
Tyara [ maksut kamu? ]
Kenzo [ bukan hanya kita saja yang di ganggu suara suara aneh tapi mahasiswa lainya yang di tempatkan di rumah warga lainya ]
Tyara [ benarkah itu ]
Kenzo [ benar Ra, rasanya aku ingin keluar mengetahui apa yang terjadi tapi Tama sama Dayu melarangku ]
Tyara [ aku juga sangat penasaran, apa itu gangguan mahluk halus atau orang iseng ]
Kenzo [ yaudah kita usahakan tidur saja memakai earphone biar gak kedengaran suara yang aneh aneh itu ]
Tyara [ oke Ken ]
panggilan terputus kini suara nampak rame bak seperti di pasar tradisional bahkan Suara langkah orang makin banyak..
Renata semakin ketakutan tyara langsung memasang earphone ke telinga dua sahabatnya seakan mengerti apa yang tyara maksudkan mereka berdua merebahkan tubuhnya mencoba menutup kedua matanya..
tok tok tok ..
"Bagun Ra Bagun, Udah jam sembilan ini" teriak Dayu
"oke, abis ini kita ke balaidesa teman teman yang lainnya mau pulang minta pindah dari desa ini"
Renata langsung berlari membuka pintu kamar dia tidak percaya apa yang Dayu Katakan..
"apa !! kamu seriusan?"
"iya, katanya mereka gak mau tau mau pindah gitu "
"lha emang bisa?"
"gak tau juga"
"oke, aku siap siap dulu"
Renata segera membangunkan Luna dan tyara lagi menceritakan apa yang Dayu ceritakan Luna dan tyara pun tidak percaya begitu saja..
setelah mereka selesai mandi ganti pakian baru menuju ke ruang makan sudah kumpul semua Mbah kanah berjalan menghampiri kami semua..
"Mbah minta kalian jangan ikut pulang"
"Haaaa !! kita gak akan pulang Mbah" kekeh Kenzo
"kalian yakin? akan betah di sini?"
"yakin Mbah" kompak mereka hanya Luna yang terdiam
"aku ingin pulang" ucap Luna mengagetkan semuanya
"loh, kenapa lun?" kaget tyara
__ADS_1
"tadi malam ada yang menyebut namaku, waktu kalian tidur pulas aku ke kamar mandi saat mau tidur kembali ada yang memanggil namaku, aku takut ra aku mau pulang"
"kamu incaran mereka selanjutnya" serius Mbah kanah
"maksud mbak apa, coba jelaskan Mbah sebenarnya apa yang Mbah tau" Kenzo menatap Mbah kanah
"nanti malam Mbah akan menceritakan semuanya, untuk Luna kamu jangan ikut ke baledesa, tetap di rumah Mbah gak jadi ke kebun Mbah akan jagain kamu"
anak anak semakin di buat bingung dengan semua ini, tapi apapun itu mereka akan tetap melanjutkan KKN di desa ini..
dreet dreet dreeet ..
ponsel tyara berbunyi panggilan dari Bryan segera mengangkatnya..
Tyara [ hallo dosen kesayanganku ]
Bryan [ aku dengar hari ini teman teman kamu mau pulang minta di pindahkan ke desa lainnya, apakah benar begitu? ]
Tyara [ dengar dengar begitu kak eh pak maksudnya, hehehe.. Ini aku sama yang lainnya mau menuju ke baledesa]
Bryan [ lebih baik kamu juga pulang, biar Kaka yang bilang sama dosen pembimbing kamu ]
Tyara [ ciyeeee khawatir ciyee ]
Bryan [ tyara ini serius, Kaka sangat mengkhawatirkan kamu ]
Tyara [ aku baik baik aja kok kak, gak ada yang aneh ]
Bryan [ pokoknya kalo udah ada yang gak beres hubungi aku ]
Tyara [ syiap sayangku]
Bryan mematikan telfonya begitu saja..
"kebiasaan, gak ada romantis romantisnya" kesal tyara
"wwiiiih, abis di telfonin ayang" ledek renata
"iya dong, aku jadi punya semangat yang membara"
"preett"
tyara cs sudah sampai di aula baledesa anak anak yang akan pulang mereka sudah bersiap siap kebanyakan para perempuan yang minta pulang..
pak kades menghampiri tyara yang sedang bersama renata mengobrol dengan salah satu mahasiswa di sana..
"berhati hatilah dengan Mbah mintono dia mata keranjang sangat menyukai gadis gadis seperti kalian, contohnya mereka yang akan pulang pasti tadi malam udah di teror olehnya"
tyara hanya tersenyum kecut Hanya menganggukan kepalanya saat pak lurah menatap mata Tyara tajam Kenzo yang merasa ada yang tidak beres dengan tatapan pak lurah segera menepuk pundak tyara..
"ayok !! antar teman teman kita ke gerbang desa" lirih Kenzo
"oke"
"ren, ayok pergi" ucap tyara menepuk pipik renata yang begong melihat pak lurah
"iy-iya"
pak lurah masih melihat tyara sampai hilang dari pandangannya, ia kembali masuk ke dalam kantor desa..
******
__ADS_1