Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 16


__ADS_3

dengan hati yang masih terbakar cemburu ia dan kedua temannya masuk kedalam mobil tyara mau ikut bibik ke swalayan..


belum juga mereka masuk kedalam rumah bibik udah menunggu di depan gerbang langsung saja mereka menuju swalayan..


"wwihh, buahnya segar segar buat salat buah ya bik nanti"


"syiap non"


"Luna !! renata !! sini " teriak tyara


"benar oh, lagi beli cemilan"


"terserah kalian aja dah" kesal tyara


memilih beberapa roti selei dan juga susu untuk ia sarapan di waktu yang genting kalo bangunya kesingan gak sempat sarapan nasi..


"eeh" kaget tyara karena tangannya mengambil mie instan bersama dengan telapak tangan orang lain


saat Tyara menoleh ternyata mamahnya Bryan ia tersenyum sangat cantik nan anggun sekali, namun di sampingnya ada perempuan yang begitu cantik dan juga anggun


"mamah" ramah Tyara


"sebentar kamu bukanya tyara"


"iya mah, apa kabar mah?"


"Alhamdulillah baik, kamu sendiri?"


"baik juga mah, lama gak ketemu"


"iya nak tyara, bertemu cuma satu kali di bandara" mengelus lembut pundak tyara


"benar mah, itu siapa mah yang di samping mamah adek kak Bryan ya?"


Degh !!


mamah Evi terdiam dia tidak mungkin berkata jujur kepada tyara siapa perempuan ini pasti tyara akan marah kepada Bryan..


mamah benar benar tidak mengerti harus jawab apa, mamah tau Bryan sangat mencintai gadis cantik yang berada di depanya ..


"kenalkan aku ... !! " ucap Tania


"kami pulang dulu ya nak, lain kali kita ngobrol lagi mamah buru buru" bohong mamah


"ba-baik mah, hati Hati"


"iya nak"


Tania menatap sinis Tyara..


"idiihh, judes amat !! " gerutu tyara


tyara memalingkan wajahnya tidak ada urusan sama tania yang terpenting dia sama ibu mertuanya baik baik saja..


"siapa perempuan itu, dia cantik sekali" batin Tania


mamah Evi dan Tania masuk kedalam mobil melajukan mobilnya,mamah menutup matanya dia tidak bisa membayangkan jika Tania mengatakan hal yang aneh aneh..


"Tante" lirih Tania


"iya nak?"


"kenapa tadi Tante memotong pembicaraan aku?"


"Oo itu, Tante benar benar ada acara nak"


"aku harap Tante tidak membohongiku"


"tentu tidak, mari pulang"


Tyara masih menatap dari kaca swalayan ia sangat penasaran siapa perempuan yang bersama mamah Evi..


"dorr !! " mengagetkan tyara


"Luna !! " geram tyara


"ngapain kamu melamun pamali"


"njeh ndoro Luna" hahahhahaha ledek tyara


bibik udah selesai belanjanya mereka langsung pulang ke rumah, hari ini mereka mau belajar bareng kalo mengerjakan sendiri tidak bersemangat..


"kamu kenapa, dari tadi kok gak konsen gitu?" kompak Luna dan Renata


"kalian tau tidak pak Bryan berapa bersaudara?"

__ADS_1


"enggak tau !! " mengangkat bahu


"coba kamu tanya Bryan aja"


"benar juga ya,.sebantar aku kirim pesan"


"oke, kita ambil minum di kulkas ya Ra?"


"sana ambil"


mengirim pesan ke Bryan


Tyara [ kakak udah pulang? ]


Bryan [ belum ]


Tyara [ eemm, aku mau tanya boleh? ]


Bryan [ nanti ]


Tyara [ oke ,]


ponsel letakkan kembali di atas meja dekat laptop, merasa kesulitan Tyara menelfon Kenzo tidak terangkat ia menelfon devano..


Tyara [ hallo artis papan atas ]


devano [ mau apa? ]


Tyara [ tau ajah ]


devano [ ya dong ]


Tyara [ mau nanya materi ]


devano [ kita gak satu jurusan ]


Tyara [ aiishh, lupa aing ]


deavano [ pelupa, udah ya aku lagi mau syuting lagi ]


Tyara [ iya iya ]


merebahkan tubuhnya di sofa memijit keningnya, kedua sahabatnya datang membawa beberapa minuman kemasan..


"gimana, udah tanya Kenzo?" ucap Renata


"jadi gimana dong !! " sedih Luna


"coba aku telfon Kenzo lagi" usul tyara


"benar siapa tau tadi lagi keluar sebentar"


kembali menelepon Kenzo tapi tidak terangkat mereka mulai kesal dengan Kenzo mau gak mau mereka mengerjakan sendiri..


mobil Bryan berhenti di halaman rumahnya ia keluar dari mobil menenteng tas ngampusnya membuka jasnya nampak sekali badan yang kekar..


Gleekk !!


"assalamualaikum" ucap Bryan


tidak ada jawaban


"pasti bibik lagi sibuk" gumam Bryan


ia melangkahkan kakinya menuju ruang makan ia mendengar suara mamah sendag mengobrol dengan seseorang betapa terkejutnya Bryan ia melihat Tania sudah berada di rumahnya..


"Hay Bryan udah pulang?" sapa Tania


"ta-tania" gugup Bryan


"iya, makan yuk aku udah masakin sesuatu untukmu"


"nanti saja !! " memaksakan bersikap manis


"sinii loh nak, Tania udah capek capek masakin untuk kamu"


"gak lapar mah" bohong Bryan


"yaudah mandi dulu abis itu kita makan bareng" usul tania


"gak janji" memutar badan berjalan menuju kamar


kriieet !!


blleeek !! menutup kembali pintu kamar

__ADS_1


menghempaskan tubuhnya di atas kasur memejamkan matanya, ia tidak tau harus berbuat apa sekarang ini benar benar sulit..


ia mengambil ponselnya menatap wallpaper wajah cantik tyara, perempuan satu satunya yang ia cintai setelah kedua orang tuanya..


"tyara i love you, kata itu sangat sulit aku ucapkan untukmu percayalah aku sangat mencintai kamu !! " mencium foto tyara


capeknya sudah menghilang mandi terlebih dahulu perutnya sudah sangat lapar minta jatah tapi dia belum siap jika harus selalu bersikap manis kepada Tania itu sangat sulit..


"udah cakep anak mamah, hayuk makan" mamah menyentingkan nasi untuk Bryan


"makasih mah"


"wwiih, udah wangie" ucap Tania dari arah belakang


"iya"


"mari makan" canggung Bryan


mereka bertiga makan bersama bibik menyiapkan air putih menatap Bryan mulut bibik berkata siapa perempuan itu den, Bryan nanti bik..


"ada apa bryan? kepo Tania


"gak papa" melanjutkan makannya


abis ini kalian ngobrol ngobrol dahulu mamah mau arisan sebentar..


"iya mah"


"Hmmm" kesal Bryan


mamah Evi pergi arisan Bryan duduk di samping kolam ikan memberikan makan Tania berdiri disamping Bryan menatap wajah tampan Bryan..


"Bryan !! " lirih Tania


"iya"


"maaf?"


"untuk?"


"mendiang papahku"


"Hhhhaaaa !! "


"Bryan sebenarnya aku gak enak sekali dengan apa yang papah harapkan dari kamu"


"Hmmmm"


"tapi aku menyukai kamu Bryan?"


"apa !! "


"maaf Bryan tapi aku menyukaimu sejak pandangan pertama kita di rumah sakit !! maaf jika aku berharap lebih padamu"


"aku sudah mempunyai pilihanku"


"ya aku tau itu, gak mungkin orang tampan, baik hati, kaya raya seperti kamu belum punya kekasih"


"lalu?"


"aku berharap kamu mau menerimaku?"


"meninggalkan kekasihku?"


"enggak, pasti itu gak akan terjadi aku tau itu Bryan"


"apa yang kamu harapkan dari aku?"


"ijinkan aku untuk mendekati kamu Bryan"


"asal kamu jangan menginginkan lebih dari aku"


"apa kamu sangat mencintai kekasihmu?"


"tidak perlu aku jelaskan"


"baiklah, apa perempuan beruntung itu Sandra?"


"bukan, dia gadis cantik pintar dan juga ceria"


"bolehkah aku mengenalnya?"


"gak perlu, maaf saya masuk dulu"


Bryan meninggalkan Tania yang masih berdiri mematung,

__ADS_1


"Tuhan kenapa mempertemukan aku dengan Bryan, perasaan ini tumbuh begitu saja apa , aku salah jika aku berusaha untuk merebut hatinya?? " lirih Tania menatap senja yang begitu indah


********


__ADS_2