Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 30


__ADS_3

sebulan sudah tyara melaksanakan KKN hari ini Bryan rencananya akan menjemput sang pujaan hati kangen sekali tidak melihat satu bulan terakhir ini..


dreeet dreet dreet ..


ponsel Bryan berbunyi..


Tyara [ hallo kak ]


Bryan [ udah siap belum? ]


Tyara [ udah dong kak ]


Bryan [ tunggu Kaka di kecamatan ]


Tyara [ siap ]


Bryan mematikan teleponnya ia segera membereskan laptopnya di atas meja ia segera untuk bersiap siap..


"kamu mau ke mana Bryan?" kepo Adelin


"jemput tyara"


"boleh aku ikut?"


"tentu boleh"


"benarkah" girang Adelin


"tuh numpang bis mumpung belum berangkat"


"apa !! bis ?? aku kira nebeng mobil kamu Bryan" cemberut Adelin


"ya gak lah, tyara mana mau satu mobil denganmu"


"posesif amat tunangan kamu"


"bukan posesif gak nyaman aja dia" Bryan berjalan mendahului Adelin


Adelin masih memanyunkan bibirnya ia mengikuti langkah Bryan yang menuju mobil pribadinya..


"apa kamu akan segera menikahi tyara?"


"dalam waktu dekat ini"


"serius??"


"ya, tunggu aja undangannya"


Adelin tidak lagi menjawab ia terdiam berdiri termenung gak ada lagi kesempatan untuk mendekati bryan..


mobil Bryan melaju dengan kecepatan sedang jalanan cukup ramai ia tidak ingin ngebut-ngebutan satai asal selamat sampai tujuan..


tyara dan teman temannya sedang berpamitan kepada sang pemilik rumah mobil angkot yang mereka pesan udah datang..


"hati hati ya kalian semua, jangan lupa kalau ada waktu main ke sini lagi" ucap ibu pemilik rumah


"iya ibuk" kompak mereka


"sukses untuk kalian"


"trimakasih ibuk untuk semuanya, daaahhh ibuk" Merkea semua melambaikan tanganya kearah ibuk pemilik rumah


mobil angkot berjalan keluar dari desa tempat Tyara KKN di dalam mobil tyara renata dan Luna masih menangis sedih saja meninggalkan ibuk dan keluarga pemilik rumah sangat baik sekali..


"aku harap kita bisa cepat menyelesaikan sekripsi biar kita lulus" ucap Kenzo


"iya aku juga berharap begitu" timpal renata

__ADS_1


"Kenzo, kamu mau nerusin S2 di sini atau luar negri?" ucap Tama


"kalo aku inginnya ke London, kalo kamu keman tam?"


"aku si langsung mo daftar kerja biar cepat cepat nikahin Luna, iya gak Lun?" menatap Luna


"haah !! nikah?? " terkejut Luna


"iya dong sayang, kan kamu bilang gak mau pacaran, maunya Langsung nikah"


"wiiih, cinlok kalian akan berujung ke pelaminan juga" hahhahah ledek renaata


"udah kalian berdua jadian aja Dayu renata?" tyara memainkan alisnya


"aku ?? " telunjuk Renata ke arah dirinya


"Oo tidak bisa, perempuan galak kek dia mana ada yang mau"


"hih, gr amat emang aku mau sama kamu lekai jelek item lagi, bukan levelku banget" sinis renata


"gini gini juga aku idola persis kaya dosen bryan yang gantengnuya kelewatan"


"uuuu, ngarep !! " sorak renata


"emang iya, kamu aja yang belum lihat muka asliku"


"muka aslimu? lha terus sekarang muka siapa ? monyet!! hahahhahaha


"wah ngajak berantem nih anak"


"kalo ia kenapa?" tantang renata


"ayo !! " Dayu menarik tangan renata


"lah, siapa takut" menghempaskan tangan Dayu


"mbak udah sampai" ucap sang sopir


"iya pak, maafkan kebisingan teman kami" ucap Kenzo melirik renata dan juga Dayu


"iya tidak apa apa"


semua turun menurunkan barang bawaannya bis dari kampus sudah datang para mahasiswa pun sudah berdatangan upacara terlebih dahulu di kecaman abis itu para mahasiswa kembali ke kampus..


upacarapun selesai teman teman tyara sudah naik ke bis tinggal tyara yang masih menunggu kedatangan Bryan datang..


"Ra kamu serius mau nunggu Bryan?" teriak Luna dari dalam bis


"iya, kalian hati hati ya"


"lha itu mobil calon suamimu datang"


tyara menoleh kearah mobil Bryan..


"iya ayangku datang"


"ciyeee ciyeee, fitfiu !! " ledek Kenzo dari dalam mobil


"apaa sihh" malu tyara


Ting ..


notifikasi ponsel tyara berbunyi


Devano [ pulang barang aku gak Ra ]


Tyara [ gak van ]

__ADS_1


Devano [ ya sudah, aku pulang dulu ]


Tyara [ oke siap, emang kamu bawa mobil sendiri? ]


Devano [ hehhehe, iya ]


Tyara [ gayamu ]


Devano [ artis kok ]


Tyara [ helleehh, lha di sana apa gak satu kampung minta foto ke kamu ]


Devano [ tiap hari, sampe aku pusing di sana kebanyakan emak emak yang kegenitan sama aku ]


Tyara [ hahahaha, gak papa van mumpung mereka bertemu kamu mana mungkin mereka bisa bertemu artis papan atas kalo gak lagi KKN ]


Devano [ iya juga ya ] .


Tyara [ uuuuu ]


devano tak lagi membalas pesan tyara bis bis udah keluar dari halaman kecamatan tyara menghampiri mobil Bryan yang tak tau orangnya ada di mana..


Gleek ..


"Lo, kok gak di kunci pintunya?? orangnya kemana?"


tyara menoleh ke kanan kekiri tak dapati bau bau Bryan berada, tyara membuka bagasi belakang memasukan barang barangnya ke dalam bagasi..


berat si tapi mau tidak mau harus kuat mengangkat koper besarnya dan barang barang lainya gak ada orang yang bisa di mintain tolong kalau tadi ada Kenzo yang bantuin..


selama KKN berlangsung Kenzo selalu bersikap manis sekali kepada tyara perhatian menjaga tyara dengan sebaik baiknya..


tak terasa tyara mengukir senyum kalo keingat kelakuan Kenzo kepadanya Kenzo bisa menghibur jika dirinya sedang rindu dengan Bryan dan juga kedua orang tuanya..


gak bisa mencuci piring maupun baju Kenzo yang mengajari tyara mencuci baju Kenzo juga yang mencucikan piring Tyara kalo sehabis makan..


kadang hati tyara oleng dengan sikap manis Kenzo namun tetap Bryan yang bisa menempati di hatinya..


"kenapa begong" lantang seseorang di belakang dirinya


tyara menoleh ke belakang


"Bu dosen Adelin"


"Hhmm" senyum miring


"kamu jangan senang dulu bisa menaklukan hari seorang Bryan"


"aku senang lah Bu dosen masak gak senang bisa menaklukan pria setampan pak Bryan !! pasti bu dosen punya perasaan ya ke pak bryan?" senyum ledek untuk Adelin si perempuan sok cantik


"iya !! aku sangat menyukai tunangan kamu itu" membulatkan matanya


"mending di hapus aja Bu pak Bryan dari hati ibu, karena akan percumah pak Bryan tetap milikku"


"gak usah kepedean, kita bersaing secara sehat !! "


"uuppss, mau siangan sama aku buk?? boleh banget bahkan bukan hanya ibuk yang ingin merebut Bryan dari aku tapi banyak yang ngantri juga tapi pak Bryan tetap memilih aku"


"kita buktikan !! "


"iya buk, dengan senang hati"


Adelin menghempaskan rambutnya ke wajah tyara ia berjalan meninggalkan tyara dengan gaya bak model jalannya oleng kekiri oleng kekanan..


"gini nih, susah dah kalo punya pacar setampan kak bryan ada aja yang mau saingan sama aku, untung aku gak jelek jelak amat" gerutu tyara membuka pintu mobil bryan yang masih gak tau keberadaan Bryan di mana..


******

__ADS_1


__ADS_2