Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 9


__ADS_3

"Hahh !! " aku menoleh kesamping


bryan hanya melirik melangkahkan kakinya Tyara menarik nafasnya dalam dalam memanggil Bryan namun Bryan pura pura tidak mendengar..


"benar benar kamu ya !! " teriak tyara


Luna dan Renata menepuk pundak tyara sontak saja membuat tyara kaget menoleh kearah dua sahabatnya..


"kalian !! kirain siapa" cemberut tyara


"Hahahahaha, manyun Kek ikan lohan !! jelek amat" ledek Renata


"biarin ih"


Luna menatap kalung berlian yang melingkar di leher tyara tidak bisa di pungkiri membuat tyara tambah cantik nan anggun..


"kalung kamu baru Ra?" selidik Luna


"wiidiihh !! ini kan kalung yang limited edition itu, beliin devano ya?" kepo Renata


"iiis, ngawur kamu re aku di kasih kak Bryan" senyam senyum memegangi kalung


"serius !! " kompak mereka berdua


"iya dong, meskipun kadang kadang dia mode dingin aku yakin dia sangat menyukaiku"


"gayamu"


"helleh, ayo masuk nanti telat..


mereka bertiga masuk kedalam gedung sambil bercanda ria hingga di papan informasi beberapa mahasiswa sedang berkerumun..


Luna yang kepo segera menyingkirkan orang-orang yang menghadangnya hingga dia membaca informasi yang ditempelkan oleh dosen..


"Ra sini !! " menoleh kearah tyara


"apaan sih?"


"coba sini kamu lihat, kamu di pilih lomba maraton"


"Hhhaahh !! aku?"


"iya" hahahahha


"siapa sii yang milih aku" kesal tyara


"udah trima aja !! kamu sama Kenzo loh" goda Luna


"eehh, devano lewat kasih jalan" ucap beberapa mahasiswa


wajah tyara menahan tawanya melihat wajah tampan devano yang tertutup oleh makser dan topi bahkan sampai netranya gak kelihatan..


"Derita menjadi artis" ejekku


devano menoleh kearah tyara melepas topinya membulatkan matanya,


"idiih sok garang, lihat noh para pengemar kamu mau minta foto" hahhahaha


"aish sial" gerutu devano berlari menuju tempat parkir


Luna Renata dan tyara tertawa terbahak bahak melihat devano lari terbirit-birit seperti di kejar hantu..


sesudah selesai pelajaran Tiara Luna dan juga Renata mendekati Kenzo dan teman temannya yang duduk di kursi halaman kampus..


"hii ken" sapa Renata


"Hhii juga re" ramah Kenzo


"bro kita duluan ya" ucap teman teman Kenzo


"gak papa lagi !! kalo masih mau ngobrol sama kenzo" tyara merasa gak enak


"gabung aja" Renata juga merasa tak enak hati


"gak papa, kita juga ada kelas kok" ucap mereka


"baiklah"


tyara duduk didepan kenzo di susul oleh Luna dan Renata, mereka berdua menatap wajah Kenzo yang tampan..


"kita mau bahas apa?" ucap Kenzo yang membuat ketiga gadis saling bertatapan


"mau belajar sama kama Ken" cengir Luna


"oke !! "

__ADS_1


"mau belajar sekarang apa nanti?"


"sekarang aja gimana Ken mumpung masih siang" usul tyara


"oke tak masalah"


mereka bertiga belajar dengan Kenzo dia tampak sangat cerdas sekilas mirip dengan Bryan, luna tak henti hentinya menatap kenzo yang sedang menjelaskan materi yang mereka belum terlalu paham..


Dari kejauhan tampak Bryan memandangi Kenzo, ada rasa cemburu di hati Bryan melihat kedekatan Kenzo dan juga Tyara..


"apa kamu udah tau sekarang?" menatap Tyara


"sudah dong, ini jadi sangat mudah !! makasih ya Ken " mendongkakkan kepalanya Kenzo masih menatap Tyara


Luna dan renata saling tatap melihat sahabatnya, Bryan semakin dibuat panas ia membenarkan dassynya yang sama sekali tidak berantakan..


"ehemb !! " Luna berdehem


membuat tyara memalingkan wajahnya membulatkan matanya ke arah dua sahabatnya yang bermuka datar..


"yang di tanya tyara doang ya Ken?" dengan mode cemberut


"pilih kasih" Renata gak mau kalah


"Oo, iya sampe lupa ada kalian berdua juga" merasa tidak bersalah


hidung Luna kembang kempis menahan kesalnya dengan Kenzo, Renata menggelengkan kepalanya..


Kenzo mengajari materi hingga Luna dan Renata juga mengerti, tyara membuka ponsel dari tadi ponselnya bergetar..


Bryan [ pulang sekarang ]


Tyara [ bentar ]


Bryan [ pulang atau masih mau dua dua'an dengan Kenzo ]


"kenapa dia bisa tau !! di mana Kaka Bryan" batin Tyara


netra tyara melihat sekeliling tidak ada Bryan hanya mahasiswa yang berada di sana Tyara kembali menatap ponselnya..


Tyara [ kenapa Kaka tau ]


Bryan [ aku berada didekat pohon sebelah kiri]


Tyara [ ciyeee, cembukur ]


"aku balik dulu ya besti"


"loh, kenapa?"


"kasihan mang mamang udah menunggu di parkiran" bohong tyara


"baiklah, hati hati"


"jangan lupa besok lomba maraton" ucap Kenzo


"iya"


membenarkan buku yang berserakan di meja memasukan kedalam tas,.membawa ponselnya tidak lupa merapikan rambut..


melangkah kakinya menuju pohon yang bryan katakan tadi, di sana Bryan masih duduk menunggu tyara..


"dosen kesayanganku" lirih tyara


"aku antar pulang sekarang" memegang tangan tyara


"ta-tapi"


"gak ada tapi tapian, telfon supir kamu !! "


"iya pak dosen, jangan galak galak nanti cepat tua" ledek tyara


mereka berdua jalan beriringan Bryan menyamar memakai pakaian mahasiswa tidak lupa memakai masker..


sesampainya di parkiran bryan membuka pintu mobil untuk Tyara, dengan tersenyum tyara masuk kedalam mobil..


"kakak kenapa berpakaian seperti ini?"


"supaya tidak ada yang mengenali aku"


"Oo, demi aku kak"


"gak usah ge'er" mode dingin


"kakak besok aku maraton, kakak lihat aku ya? biar menang"

__ADS_1


"apa hubungannya denganku?"


"kakak kan penyemangatku" cengir tyara


"Heellh" tetap fokus kedepan


tyara membuka bukunya ia kembali mempelajari apa yang tadi Kenzo jelaskan..


"mau makan?"


"boleh"


"mau makan apa?"


"bakso"


"oke, kamu tau bakso dimana yang paling enak?"


"tau dong kak !! "


"kearah mana nih?"


"lurus dulu aja kak, nanti kalo ada bangjo terus belok kanan, Sampai deh" namun masih menatap buku buku


"oke"


dreet dreet dreet !!


ponsel Bryan berbunyi ternyata telfon dari elfan segera mengangkatnya..


"siapa kak?" menoleh kearah Bryan


"ssstt !! elfan"


"Oo"


elfan [ masih ngajar gak ]


Bryan [ hallo kek atau ucap salam gitu ]


elfan [ eh iya gue lupa !! maklum orang kaya gue mah gak ada sopan satunya ]


Bryan [ di biasakan bro ]


elfan [ baik dosen tampan ]


Bryan [ aku tau itu, ada apa ]


elfan [ kalo udah gak ada kelas temui aku di cafe black sekarang?]


Bryan [ kamu di Jakarta]


elfan [ iya, sini gih ada yang ingin kenalan sama kamu ]


Bryan [ mantap, otw kesitu ]


elfan [ oke ]


Bryan meletakkan kembali ponselnya, menatap kearah tyara yang masih sibuk mempelajari materi..


"tyara makan bakso besok lagi bisa kan?"


"loh?"


"aku mau bertemu dengan elfan"


"kak elfan yang waktu itu di Bali ya?"


"he'em"


"oke gpp"


"makasih" mengusap lembut rambut tyara


kembali fokus menyetir.. .


"udah telfon sopir kamu?"


"hampir ajah aku lupa"


"dasar belum jadi seorang ibu aja udah lupa"


"aku siap kalo jadi seorang ibu sekarang kak !! kakak udah siap ya jadi seorang ayah"


shiiitt !!

__ADS_1


mobil berhenti mendengar kata tyara barusan..


******


__ADS_2