Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 29


__ADS_3

tyara masuk kedalam melihat sahabatnya udah siuman membuatnya sangat lega sekali Luna sudah membereskan semua yang ada di kamar..


"Lun, maaf jadi merepotkan"


"tidak masalah Ra, kamu udah kembali aja aku udah senang sekali"


"iya lun, Kenzo maafkan aku ya kamu jadi kek gini"


"gak apa apa kok ra, loh ini kita mau kemana?"


"iya, kok semua barang udah di packing?" sambung Renata


"pihak kampus memperbolehkan kita untuk pindah ke desa lainnya, masih di kecamatan sini kok" sahut Dayu


"iya Ken, re !! tadi dosen Bryan kemari loh dia yang menyelamatkan kita" di benarkan Tama


"lalu di mana dosen Bryan?" kepo Kenzo


"lagi ke kantor polisi"


mereka berenam membereskan barang bawaan mereka untuk pindah ke desa lainnya Luna memeluk dua sahabatnya..


"jangan membuatku khawatir seperti tadi ya, hatiku gak tenang sama sekali" lirih Luna


"aku gak akan seperti tadi lagi Luna bambang" kompak mereka berdua


Dayu mendekati ketiga perempuan yang sedang saling berpelukan..


"hubungan kamu sama dosen Bryan itu apa ya?"


"eeemm, mau tau aja"


"kalian pacaran ya?? lantang Dayu


"gak usah keras keras kali" kesal tyara


"hehehhehe, buruan ngaku"


"gak akan aku jawab" hahahhaha


Dayu memutar bola matanya kembali duduk bersama kedua teman laki lakinya, Kenzo menatap wajah tyara yang sangat cantik ia masih terbayang tubuh mulus tyara tadi waktu di rumah suseno..


"aaah, apa aku ini pikiran yang tak seharusnya aku pikirkan" batin Kenzo


"kamu kenapa Ken?"


"gpp"


"kamu pasti tadi cemburu melihat Tyara memeluk Bryan dengan begitu eratnya" sambil meragakan


"lebay" Kenzo berdiri menuju dapur


hari sudah semakin gelap perut mereka terasa sangat lapar sambil menunggu bryan datang mereka memutuskan untuk jajan di luar..


"kita mencari bakso aja, kemarin aku sempat melihat ada penjual bakso" ucap renata


"lebih baik para perempuan di rumah saja, biar aku sama Tama yang mencari baksonya" ucap Dayu


"aku setuju, Kenzo juga gak usah ikut kamu perlu istirahat"


"baiklah, kalian hati hati"


"woke"


Dayu dan Tama mencari penjual bakso sedangkan tyara risau menunggu Bryan dia belum pulang pulang takut ada yang terjadi kepadanya..


"kamu kenapa si Ra?" Luna menepuk pundak tyara

__ADS_1


"kak Bryan kok belum ke sini, aku khawatir takut terjadi sesuatu"


"telfon saja" usul renata


"benar tu Ra, telfon saja tunangan mu terlalu tampan takut ada janda yang menculiknya" hahahhaha ledek Kenzo


"Kenzo !! " teriak mereka bertiga


"hehehhehe pis" meringis Kenzo


tyara meraih ponselnya ia segera menelfon pujaan hatinya..


Bryan [ hallo Ra ]


Tyara [ kakak kok belum pulang? ]


Bryan [ ini udah di jalan ]


Tyara [ syukurlah, aku sangat mengkhawatirkan kamu sayangku ]


Bryan [ lebay, bilang ke teman teman kamu mobil jemputan dari kampus menuju ke sana mungkin saja bisa barangan sama aku sampenya ]


Tyara [ aku gak lebay sayang, biar para jomblo menangis di pojokan melihat aku telfonan bersama ayang hehhehe okeoke aku sampaikan kak ]


renata Luna Kenzo memutar bola matanya memasang wajah julit mereka


Bryan [ dah dulu ya, tunggu Kaka jangan kemana mana tetap di rumah mbah kanah ]


Tyara [ siap dosen kesayangan akoh ]


panggilan terputus Tyara menjulurkan lidahnya ketiga temannya yang lagi mode julit..


"kasian yang jomblo" hahhahah ledek tyara


"mentang mentang punya ayang" kesal Luna


"boleh juga ide kamu re, coba nanti mereka pasti klepek klepek sama aku" pede Luna


tak berselang lama Dayu Tama masuk kedalam rumah Menenteng plastik berisikan bakso..


"wow,.bakso yummy!! " antusistyara


"makan makan makan makan !! " sorak renata Luna persis keanak TK


Tyara mengambil mangkuk kedalam dapur di ikuti renata membantu menyiapkan baksonya semua udah beres renata memanggil lainya untuk segera makan..


mereka makan dengan lahapnya habis tidak tersisa segera mencucinya sebelum Mbah kanah pulang..


deru mobil terdengar di telinga mereka segera membuka pintu ternyata mobil kampus yang sudah datang di belakang mobil bryan pun datang..


Mbah kanah keluar dari mobil bryan langsung menemui Tyara cs yang sedang menyiapkan barang bawaannya ke depan teras..


"maafkan Mbah ya jika Mbah gak mau jujur kepada kalian"


"gak papa Mbah, trimakasih untuk semuanya kita pamit Mbah" ucap Kenzo


"iya nak Kenzo, semoga kalian bisa sukses di kemudian hari"


"amin"


Bryan menghampiri murid muridnya ia tersenyum kearah tyara,


"ingat pak dosen ada murid lainya" sindir Dayu


tyara mencubit lengan Dayu,


"apaan sii ra"

__ADS_1


"apa !! " tyara membulatkan matanya


"aiiissshh, serem amat !! "


Mbah kanah menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak anak..


"nak Bryan gak masuk dulu?"


"trimakasih nek, udah malam takutnya di jalan ada orang yang berniat jahat karena jalanan ke kota cukup jauh melewati hutan belantara pula"


"benar kamu nak Bryan, banyak begal juga yasudah kalian hati hati"


"baik mbah, kami permisi dulu sampai jumpa di lain waktu Mbah sehat selalu ya Mbah" ucap Kenzo


"iya nak, kalian semua hati hati"


pak sopir dari pihak kampus membawa barang bawaan mereka kedalam mobil tyara tidak bisa bareng teman temannya tyara ikut dengan Bryan..


"balik bareng Bryan banget ya" cemburu renata


"maklum ada ayang jadi manjah" sambung Luna


"kalian bareng aku aja, gak papa kok"


"hehehe, gak ah aku bisa ngrogi satu mobil dengan pak dosen Bryan kang tampan"


"yaudah"


"udah siap semuanya?" seru Bryan


"siap pak" kompak mereka


"masuk mobil kita pulang sekarang"


mereka berpamitan ke Mbah kanah nitip salam buat seluruh perangkat desa tidak bisa berpamitan secara langsung..


mobil mereka berjalan menyulusuri hutan belantara tyara menutup matanya ia sangat takut masih terngiang ngiang gimana dirinya di sekap dan akan di jadikan istri ke tuju suseno..


"kita gak langsung kerumah menginap dulu di homestay terdekat karena pihak kampus tidak memberi tahukan kepada orang tua kalian ini rahasia kampus" ucap bryan tiba tiba


"baik kak, yang lain udah tau belum?"


"pak sopir, akan mengatakan kepada mereka"


"syiap sayang, yang terpenting aku bersama kamu" manja tyara


"jangan dekat dekat aku sedang fokus menyetir"


"baik cintaku" genit tyara


"mimpi apa aku punya pacar gini amat" gerutu Bryan


"kak bilang apa??" tatapan horor


"pacarku cantik" datar bryan


"hahahahha, kaku amat kak !! slow kak"


"udah diam, tidur"


"baik laksanakan"


tyara tertidur tanpa di sadari Bryan menatap wajah cantik tyara yang sedang terlelap tidur udah gak sabar untuk menghalalkan kekasih manjanya..


mereka sudah sampai homestay para mahasiswapun keluar dari mobil gak tega rasanya membangunkan tyara..


Bryan meninggalkan Tyara di dalam mobil masuk kedalam homestay untuk mengurus semuanya..

__ADS_1


******


__ADS_2