Dosen Kesayangan

Dosen Kesayangan
bab 8


__ADS_3

Bryan masih terdiam tyara jadi bingung dengan sikap bryan padahal yang dia bayangkan dari rumah Bryan akan bersikap romantis memberinya bunga lali mengucapkan i Miss you baby ternyata hanya khayalan tyara doang..


"kak !! " lirih tyara


"ini untuk kamu" Bryan memberikan kotak kecil entah berisi apa


"kak ini" terharu


"buka aja"


dengan tangan bergetar tyara membuka kotak kecil Bryan menatap Tyara tanpa Bryan sadari tersenyum..


"kak ini kalung berlian !! i-ini untuk aku?" matanya berkaca kaca


"memangnya untuk siapa lagi" masih tetap mode dingin


"aaaaa, sayangnya akoohh !! "


"gak usah lebay"


"di pakekan dong kak, gak bisa kalo make sendiri" manja tyara berjalan mendekati Bryan


"sinii"


kalungnya cocok sekali di pake oleh tyara nambah cantik, tyara duduk di pangkuan Bryan ingin mengecup pipinya..


"heh, mau apa !! " wajahnya menjauhi tyara


"mau nyium" cengir tyara


"gak boleh"


"peeliitt" mengehentakkan kakinya


"udah duduk sana, gak baik anak gadis kecentilan dengan dosenya sendiri"


"tapi aku pacar kamu Dosenku sayang" tangannya mengelus lembut pipi Bryan


"apa kamu mau mencoba mengodaku" menatap tajam netra tyara


"eng-engak kak, aku takut " cengir tyara


Bryan menahan tawanya melihat ekspresi wajah tyara, berdiri dari pangkuan Bryan ia kembali duduk di kursi memengan kalung pemberian Bryan..


setelah selesai makan Bryan mengajak tyara duduk didepan cafe sambil melihat bintang yang gemerlap sangat indah..


"kamu suka?" menoleh kearah tyara


"suka banget kak, makasih kak"


"syukurlah"


"kak kenapa Kaka gak pernah menghubungiku? tiba tiba kakak udah pulang saja?"


"gak usah di bahas oke !! yang penting aku sudah berada di sini bersama kamu" mengusap lembut rambut tyara


"oke kak" menatap Bryan


meraka berdua saling tatap rindu yang selama ini terpendam terobati sudah menghabiskan waktu malam berdua saling mengobrol tentang apa yang mereka rasakan selama ldr'an..


tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam ingin rasanya menghabiskan malam hingga pagi hanya berdua..


"tyara" lirih Bryan


"iya"


"pulang dulu gih, angin malam gak baik untuk perempuan"


"tapi kak" cemberut Tyara


"gak ada tapi tapian, besok kan bisa bertemu lagi di kampus"


"iya deh, jangan tebar pesona dengan mahasiswa"


"apa pernah aku merespon mereka?"


"aaaaa kakak" memeluk Bryan


Bryan membalas pelukannya Nyaman sekali pelukan hangat dari seorang kekasih..

__ADS_1


"aku pulang dulu ya kak?"


"iya hati hati"


"Daaaa sayang !!" teriak tyara sambil berlari


menggelengkan kepalanya Bryan bahagia sekali rasa rindunya terobati tyara semakin cantik nan mempesona..


"aku semakin tergila gila kepada tyara" batin Bryan berjalan menuju mobil


tyara masuk kedalam rumah dengan sangat hati hati, takut ketahuan papah pulang malam pasti dia bajak di ceramahin dari a sampai z..


untung saja lampunya padam dengan mempercepat langkahnya ia menaiki tangga membuka kunci pintu masuk kedalam kalau menguncinya kembali..


"Huufftt, aman bin sejahtera" gumam tyara


mencuci muka terlebih dahulu sebelum memakai cream malam perawatan sebelum tidur itu penting supaya bangun tidur kulinya lebih fres..


"alaaamak tugasku" menepuk jidatnya


bergegas tyara membuka laptop mengerjakan tugas besok udah harus dikumpulkan padahal udah sangat ngantuk tiba tiba ide cermerlang terlintas tyara tersenyum mengambil ponselnya..


Tyara [ kak udah tidur belum? ]


Bryan [ belum, masih terjaga ada apa? ]


Tyara [ kak kerjakan tugasku ]


Bryan [ gak boleh nanti kamu gak bisa bisa ]


Tyara [ please !! sekali ini saja aku mohon kak ]


Bryan [ alasannya kenapa? ]


Tyara [ Ngan the tuk !! ]


Bryan [ ngantuk !! kerjakan sekarang !! ]


Tyara [ kak !! ]


panggilan terputus Tyara kesal sekali ia harus bergadang mengerjakan tugas untuk besok masuk siang..


mau gak mau Tyara mengerjakan tugasnya hingga pukul tiga pagi baru selesai, ia menulis dikertas tempelkan di pintu kamar..


pagi hari Bryan pulang dari jogingnya membuka kulkas mengambil minum tata sedang menyapu lantai menatap ke Bryan..


"mas Bryan dari mana?"


"joging"


"mau sarapan apa mas?"


"aku mau bibik saja yang masak" berjalan menuju ruang tv


mamah dan papah Bryan keluar dari kamar sudah rapi bersiap untuk kekantor melirik kearah bryan..


"anak mamah udah cakep" mamah mendekati Bryan sedang asyik menonton siaran televisi


"belum mandi udah dibilang cakep aja"


"hehehe, udah ketemu belum sama tyara kekasihmu itu?"


"mamah ih" salting Bryan


"jujur aja sama mamah"


"tau aah" berdiri dari sofa


"mau kemana? mamah lagi kepoin kamu nak"


"kepoin papah ajah" ucap Bryan Seraya berjalan


"gak papahnya gak anaknya sama saja" gerutu mamah


seperti biasa bibik kekamar tyara untuk membangunkan majikan kecilnya saat mau mengetok pintu melihat ada tulisan


[ bibik jangan bangunin aku pagi, aku ada kelas siang ]


"punya nyonya gini amat" gerutu bibik

__ADS_1


bibik kembali kelantai bawah menemui sang majikan..


"loh bik mana tyaranya?"


"masih tidur non, katanya ada kelas siang jadi bibik gak boleh membangunkannya pagi hari"


"anak itu ada ada saja" ucap papah


"bibik permisi dulu ya tuan nyonya"


"iya"


keadaan rumah kembali sepi sudah pada berngkat kerja hanya ada karisa dan anaknya itu juga mau siap siap kesekolah menghantar anaknya..


matahari sudah sangat terik namun tyara belum juga bangun bibik segera membangunkan majikan kecilnya..


tok tok tok !!


"non udah jam sebelas non bangun !! " lantang bibik


tyara sayup sayup mendengar suara bibik ia segera membuka matanya menguap nglundang glundung tubuhnya..


"nyonya tyara !! " teriak bibik


"iya bik, udah !! "


"Oh ya"


tyara masih bermalas malasan enggan mau bangun ia memainkan ponselnya tak terasa azan luhur berkumandang segera ia mandi setelah itu makan siang..


"ada yang baru nih?" melihat kalung yang melingkar di leher tyara


"kalung ini ya bik?" senyum tyara


"iya non, beliin ya sama nyonya"


"gak bik, tapi dari dosenku"


"Haaaaa !! " terkejut bibik


"ini rahasia"


"syiap non"


"aku berangkat dulu ya bik?"


"oke non hari hati"


melangkah kakinya menuju teras depan hari ini Tyara membawa mobil sendiri karena mang mamang pagi pagi sekali udah mengantar mamah..


jalanannya cukup ramai lancar tyara menyitir dengan kecepatan sedang, sesampainya di kampus ia segera memakirkan mobilnya..


"Hay Ra" sapa Kenzo


"Hay juga Ken, kok bisa bareng begini" senyum kearah kenzo


"iya, kita kan satu kelas" Kenzo berjalan di samping tyara


"tugasnya udah dikerjakan belom?"


"udah"


"aku semalaman bergadang mengerjakan tu soal cukup susah si bagiku" pandanganya lurus kedepan


"bagiku kecil" datar Kenzo


"a-apa kecil kamu bilang?"


"iya, soal kaya gitu gampang kalo udah tau tehniknya"


"mau dong di ajarin" menatap kenzo


"boleh, sekalian bawa teman kamu yang belum bisa" berjalan mendahului tyara


"Oke Ken !! " tersenyum kearah Kenzo


tyara masih mematung memandangi Kenzo yang berjalan..


"kegenitan !! " bisik Bryan di telinga tyara

__ADS_1


*******


__ADS_2