
"bik, masak apa aromanya enak banget"
"nih di makan, nyonya tyara mana?" meletakan hasil masakannya di atas meja
"sebentar bik sedang berdandan biasa mau berangkat kuliah liat suami tercintanya" ucap Luna
tyara datang menenteng tas kuliahnya duduk di dekat Luna menyentong nasi mengambil lauk pauk..
"masakan bibik emang the best" puji tyara
"kamu ajar masak dong Ra, biar bisa enak kek gini"
"besok pasti aku belajar masak dah, kalo gak malas" hahahhaha
"dasar istri Bryan pemalas" ledek renata
"hahahhahaha"
setelah selesai makan siang Tyara dan kedua temannya berangkat ke kampus menggunakan mobil tyara..
sepanjang perjalanan mereka bernyanyi riang gembira seakan tidak ada beban yang ada pada mereka..
"hari yang sangat menyenangkan" ucap tyara sambil memakirkan mobilnya
membuka pintu mobil, di depan sana sudah ada Dayu menunggu Luna maklum lagi cinta cintanya mereka berdua..
"duuh, senangnya ada mas pacar lagi nungguin"
"iya dong, aku menghampiri ayang dulu ya"
"huufftt, aku bakal sendirian ini" sedih renata
"lha kamu sama aku kok sendiri"
"nanti kamu sama dosen Bryan mesra mesraan juga kek Luna"
"hahahhaha, mana ada renata Bambang aku mesra mesraan sama dosen Bryan kalo di kampus dia dosenku kalo di rumah dia suamiku"
"aaaa ciyeeee, profesional banget sii temanku yang atu ini" mencolek pipi tyara
"kudu dan harus itu, ayo masuk"
berjalan menuju ke gedung kampus sambil bercanda ria berpapasan dengan Adelin melihat tyara sangat sinis sekali..
"siang Bu dosen Adelin" sapa tyara renata
"Sok cantik"
"lha emang aku cantik" hahhahaha
"murid gak punya akhlak" kesal Adelin
"siapa bu yang gak punya akhlak?" goda renata
"dia" menunjuk kearah tyara
"aku??" tyara menunjukkan dirinya
"wadidaw, kamu gak punya akhlak tyara" timpal renata
Adelin membuang muka berjalan kearah kelas di ikuti oleh tyara dan Renata luna sudah dulu sampai di dalam kelas sedang duduk sambil membuka buku..
"selamat siang anak anak" ucap Adelin
"siang juga Bu dosen" teriak semua mahasiswa
Adelin mulai memperjelaskan materinya semua siswa nampak serius mendengarkan materi yang di jelaskan oleh Adelin..
hari semakin siang pelajaranpun selesai tyara cs segera keluar dari kelas ternyata Bryan sudah menunggu di depan lobby kampus..
"ciaah, udah di tunggu" goda Luna
"tuh kan aku sendirian" sedih Renata
"tenang aja, aku pulangnya bareng kamu kok re kan aku bawa mobil sendiri, aku samperin suamikuh dulu yes"
"iya deh"
tyara berjalan menghampiri Bryan yang masih berdiri mematung menunggu kedatangan istrinya..
"nungguin aku ya" goda tyara
__ADS_1
"iya, aku pulang agak malam mau ada rapat mendadak"
"yeah" manyun tyara
"paling gak sampe jam sembilan"
"iya deh"
"nanti malam lagi ya" bisik Bryan di telinga tyara
sontak saja membuat tyara geli mendengarnya memukul dada bidang suaminya yang mulai nakal..
"nakal ih, malu tau kak"
"lah malu, gak usah malu malu sama suami sendiri" hehhehe
"kakak ih, aku pulang dulu mau nganterin Renata pulang sekalian kasian dia masih betah ngejomblo"
"iya, hati hati"
"syiap, suamiku"
Bryan kembali ke dalam gedung kampus sedangkan tyara menghampiri Renata yang sudah sendirian di tinggal Luna..
dreet dreet dreet..
panggilan dari Reni..
"tumben nih bocah" lirih tyara
"siapa Ra?"
"Reni"
"tumben, udah di angkat aja"
Tyara [ hallo ren ]
terdengar suara tangisan Reni
Tyara [ hallo Reni, kamu nangis ]
Reni [ hallo Ra, bisa gak kita bertemu aku mau curhat ]
Reni [ oke, aku tunggu di cafe langganan kita ]
Tyara [ siap, tunggu aku ]
panggilan terputus..
"ada apa Ra?" Kepo renata
"gak tau tuh sii Reni, mau curhat katanya"
"ya udah hayuk"
"lest go"
tyara mengendarai mobil dengan kecepatan sedang ia waktu di lampu merah Tyara menelfon Bryan..
Tyara [ Sayang aku kecafe dulu mau ketemu Reni katanya dia mau curhat ,]
Bryan [ iya, masih kan uangnya ]
Tyara [ masih dong ]
Bryan [ oke ]
Bryan mematikan telfonya..
"kebiasaan" kesal tyara
Lampu hijau mobil tyara kembali melaju Renata menatap jalanan yang rame sambil mendengarkan lagu melow..
"kenapa ya, aku susah banget melupakan Bram"
"Bram?" tyara membuatkan kedua alisnya
"iya" menghirup nafasnya dalam dalam
"Bram kan yang waktu itu ketemu kita pas KKN itu, temannya Tama?? kamu menyukai pria dingin itu"
__ADS_1
"e'em"
"astaga renata, kenapa gak kamu perjuangin aja Bram, satu kampus kan sama kita? hanya beda jurusan aja"
"tapi masalahnya dia udah punya pacar"
"yaelah, rumit amat percintaan kamu re"
"huhuhuhu, ingin rasanya aku jadi perempuan jahat yang merebut Bram dia benar benar mebuatku jatuh cinta"
"jangan dong re, kita sebagai perempuan jangan jahat sesama perempuan saling mengasihi satu sama lain"
"iya Ra, tapi aku ingin memiliki Bram apakah aku salah"
"gak salah, cuman haitmu belum saja menemukan pria yang pas, sabar re aku yakin pasti kamu bisa bertemu pria yang single" hahhahaha
"au ah gelap" sedih renata
shiitt ..
mobil berhenti di parkiran mobil cafe langganan mereka renata dan tyara segera turun dari mobil bergegas menuju kedalam cafe..
"Bram?? itu Bram re" ucap tyara mengarahkan telunjuknya kearah Bram
"iya ra, panjang umur dia !! aaa dia tampan sekali, astaga !! "
"samperin sana"
"gak ah, gak ada nyali aku"
"ikut aku saja" menuntun tangan renata
Bram berjalan kearah mereka saat berpapasan jantung Renata berdetak lebih kencang..
"loh, kalian" sapa Bram
"iya Bram, apa kabar?? ucap tyara
"baik, selamat atas pernikahan kamu dengan dosen Bryan maaf kemarin kau gak bisa datang lagi ada acara keluarga"
"tak Maslaah Bram"
"Hay re, apa kabar kamu?"
"ba-baik" gugup renata
tyara menyodok pake sikunya, Renata di buat salting tersenyum kearah Bram..
"udah mau pulang?"
"iya, aku udah dari tadi di sini"
"bersama pacar kamu??" selidik renata
"pacar??" binggung Bram
"hahahaha, pacar yang mana?"
"lha itu, di ig kamu itu"
"itu, dia adik aku Renata"
"adek? kamu?" Renata terkejut sekaligus senang mendengar bahwa itu adeknya bukan pacarnya
Renata senyam senyum gak jelas tyara cekikian melihat sahabatnya yang riang gembira..
"noh, dengerin masih jomblo" seru tyara
"yaudah aku permisi dulu ya, mari renata tyara" seyum Bram
"hati hati Bram"
renata sangat bahagia sekali mendengar bahwa perempuan itu adiknya bukan pacarnya ada kesempatan untuk mendekati Bram..
"ciaaaah, yang lagi bahagia" goda tyara
"aaaa Bram aku semakin tergila gila padamu"
"ssstttt, jangan keras keras malu tau banyak orang" kesal tyara
"aku gak peduli Bryan aku padamu" teriak renata
__ADS_1
banyak orang yang melihat renata, tyara segera menyeret renata berjalan menemui Reni yang sudah lama menggganggu Mereka..
******