
"yang, kenapa mamah sama papah kamu bisa nemenin art model kaya Sri" hahahhaha
"gak tau, mereka aneh aneh aja"
"persis kek ondel ondel"
"udah abiskan makananya, sebentar lagi kamu kan lulus mau ngelanjutin atau gimana?"
"aku mau di rumah aja yang, jadi ibu rumah tangga paling nanti aku kebutiik mamah yang sudah menjadi milikku"
"butik pusat?"
"bukan yang, kalo pusat masih di pegang mamah, gak jauh kok dari sini itu butik udah resmi jadi milikku"
"wiih" terseyum kepadaku
"boleh kan yan,gak harus ngelanjutin s2?"
"boleh sayang, yang terpenting tetap ingat tugas kamu sebagai istri"
"siapa laksanakan" tyara berdiri merangkul suaminya dari belakang yang masih makan
Sri ternganga melihat pemandangan yang ada di depannya sungguh membuat Sri jadi binggung sendiri..
"welleeh welleh, ada sri loh di sini"
"udah sana nyuci baju, ambil pakean yang kotor di kamarku" datar bryan
"iya tuan muda tampan" mengkedipkan kedua matanya
tyara cekikikan melihat wajah suaminya yang begitu tidak nyaman, kelakuan Sri terhadapnya..
"Hahahha, ada fens baru sayang" goda tyara
"nih, bersihkan piring yang kotor, bawa ke wastafel" Bryan sedang mengetes istrinya
"sayang ih" cemberut tyara
"bercanda sayang, ayok mandi dulu"
"aku nanti yang, lagian masuk siang nanti kelas kamu juga"
"iya, aku lupa" Bryan mengacak rambut tyara sambil berjalan ke kamar
Sri masih membersikan kamar majikanya Bryan datang mengambil handuk tidak perduli dengan tatapan Sri kepadanya..
"Heh, ondel ondel keluar aku mau mandi" ketus Bryan
"baik tuan muda ganteng"
Sri keluar dari kamarnya, Bryan menggelengkan kepalanya baru sehari kerja di sini aja udah membuat Bryan pusing dengan kecentilan Sri..
"loh, Sri ngapain kamu di sini? udah rapi kamarku?"
"tuan lagi mandi, aku di suruh keluar"
"Hahaha, kasian !! yaudah sana lanjutkan nyucinya"
"baik nyonya muda cantik"
Sri melangkahkan kakinya menuju halaman belakang rumah untuk mencuci dan juga menyapu halaman belakang..
dreet dreet dreet ..
ponsel tyara berbunyi panggilan Vidio call dari renata..
Renata [ pagii tyara Bambang ]
Tyara [ tumben amat pagi pagi gini video call? ]
Renata [ nih lihat aku sama siapa? ]
Tyara [ Reni ]
Reni [ Hay Ra ]
Tyara [ wiih, kamu nginep di rumah renata? ]
Reni [ gak, aku emang sengaja ke sini mau ikut aktivitas kalian, kangen aja udah lama gak jalan bareng ]
__ADS_1
Renata [ kita nanti ngemall yuks? ada berita yang menyenangkan]
Tyara [ be like ]
Renata [ asyek ]
Reni [ jangan lupa ]
Tyara [ Luna mana? ]
Renata [ lagi bab, hahahhaha ]
Tyara [ hahahha, dasar Luna Bambang, dah dulu ya suamiku mau berangkat]
Reni [ ember ]
Renata [ iyuh, ]
tyara memutuskan telfonya, menghampiri suaminya yang sudah siap mau berangkat ke kampus yang lainya..
Bryan mengajar tiga kampus sekaligus, Bryan benar benar sibuk setiap harinya untung tyara orangnya pengertian, tau bahwa suaminya sangat sibuk..
"yang nanti aku mau ke mall ya sama besti besti, minta uang dong yang" cengir tyara
"hadeh, pemborosan" menepuk jidatnya
"please !!, uang di kartuku menipis"
Bryan mengambil dompetnya, memberikan kartu atm untuk istri tercintanya, tyara sangat bahagia melihat kartu atm suaminya di keluarkan dari dompetnya..
"nih, jangan beli barang yang gak penting"
"kalo gak lupa ya sayang"
"alasan, yaudah aku berangkat dulu"
"daaahh sayang"
tyara mengantar Bryan sampe di teras depan, mencium kening tyara sebelum masuk kedalam mobil..
"daaaahhh" teriak tyara
Luna sudah selesai mandi, memakai pakaian yang cocok untuk hari ini berkali kali mengusap Kalung pemberian Dayu..
tok tok tok ..
"siapa? lantang luna
"bibik"
Luna berjalan membuka pintu kamarnya..
Ceklek..
"ada apa bik?"
"ada non Renata"
"suruh dia ke sini saja bik"
"baik non"
Luna kembali kedepan cermin Besar mempercantik tampilannya, renata dan Reni masuk kedalam..
"widdihh, centilnya" ucap Reni
"Reni !! " girang Luna
"Luna Bambang" mereka saling berpelukan
"kamu mau ikut kita ke kampus?"
"iya, nanti aku tunggu kalian di halaman kampus"
"kita gak lama kok" ucap renata
"woke, abis itu kita ngemall" lantang Reni
"wiih, setuju sangat" girang Luna
__ADS_1
setelah meraka selesai dandan Luna, Reni dan renata naik ke mobil renata, melaju ke rumah tyara..
tyara masih bersantai ria di depan televisi sambil melihat film kesukaannya di temani cemilan yang tadi pagi di belinya..
ting tong Ting tong ..
"Sri tolong dong buka pintunya" teriak tyara
"siap nyonya cantikkuh"
Sri berjalan menuju ruang tamu segera ia membuka pintu..
Ceklek ..
"aaaaaa badut" kaget renata
"ondel ondel" teriak Luna
"busyet siapa kamu !! " bentak Reni reflek kaget
tyara mendengar keributan di depan, ia segera berlari menuju ruang tamu benar saja ternyata ada ketiga sahabatnya..
"tenang tenang dia art baruku pengganti bibik"
"astaga !! kirain ondel ondel kok ada di rumah kamu" Luna mengeluarkan nafasnya
"sembarangan, nona nona cantik ini kenalkan aku Sri art baru di rumah ini, cantik cantik seperti kalian kok di bilang ondel ondel" manyun Sri
"Hahhaha, iya deh iya cantik maafkan kami Sri" bengek Luna
"nah, gitu dong !! coba kenalkan nama kalian masing masing supaya kita tambah akrap kita kan seumuran" mengkedipkan kedua matanya
"Hahahha, terserah kamu aja sri"
"harus dong, kita juga sama sama cantik iya kan?" genit Sri
"iya sri, kamu sangat mirip sekali sama majikan kamu itu" goda Luna
"benarkah?? aaa kalian bisa saja, oh iya nama kalian siapa??"
"aku Luna"
"Reni"
"dan aku Renata"
"wow, namanya cantik cantik persis seperti orangnya"
"udah ya Sri biarkan teman temanku masuk" kesal tyara
"Oo iya, silahkan masuk nona Luna, renata dan Reni"
tyara dan ketiga temannya masuk kedalam rumah, mereka Langung duduk di sofa depan televisi sambil melihat film kesukaannya..
"aku mandi dulu ya besti, kalau mau minum ambil saja di kulkas"
"siap gak nolak sama sekali" kompak mereka
"cemilannya masih gak Ra?"
"masih, ambil aja di kulkas" teriak tyara membuka pintu kamarnya
Sri kembali berjalan kearah halaman belakang mau melanjutkan aktifitasnya, Luna cekikian lagi melihat penampilan Sri yang begitu mirip dengan ondel ondel..
"kamu kenapa lun?"
"ondel ondel lewat" hahahhaha
"maksud kamu Sri?" lirih renata
"iya" hahahaha
"hahahahha, bisa bisanya dosen Bryan sama tyara memilih art kek dia"
Luna membuka isi kulkas mengambil beberapa minuman dan juga cemilan emang paling beruntung punya teman yang sangat royal tidak pelit..
"beruntung ya tyara, mempunyai suami yang ganteng, kaya, tidak pernah melarang tyara jalan sama kita, kalau suami suami yang lainya mah udah gak bolehin" gerutu renata
"gak usah jauh jauh aku yang udah ngalaminnya, amit amit jangan sampai terjadi kepada kalian, cukup aku saja" sedih Reni
__ADS_1
*****